LogoDIGINATION LOGO

Facebook, Instagram, WhatsApp Pernah Down, Bagaimana Dampaknya Untuk Bisnis?

author Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Selasa, 2 April 2019 | 09:30 WIB
Share
Ilustrasi Facebook down(shutterstock)
Share

Pengguna Facebook di seluruh dunia melaporkan terjadi gangguan pada layanan Facebook dan aplikasi afiliasinya yaitu Instagram dan WhatsApp. Terhitung Kamis (14/3) dini hari, pengguna mengalami kesulitan dalam mengakses layanan ketiga media sosial tersebut.

Dilansir dari DigitalTrends, kejadian pertama muncul pada pukul 12 malam E.T (waktu Amerika) ketika pengguna mulai melaporkan mereka tidak bisa masuk ke Facebook dan tidak dapat melihat feed dan timeline.

Sebagian lain melaporkan, mereka bisa masuk ke Facebook tetapi tidak bisa memposting konten. Pada waktu yang sama, pengguna Instagram juga mulai melaporkan gangguan serupa. Seperti halnya pengguna WhatsApp, mereka tidak bisa mengirim dan menerima pesan.

Menurut Down Detector, situs pelacak masalah aksesibilitas web, 34% pengguna mengalami kesulitan untuk login ke Facebook, 33% tak bisa mengupload konten dan 31% mengalami pemadaman total.

Baca juga: Seperti Apa Facebook Messenger untuk Bisnis?

Dari laporan gangguan yang mencapai lebih dari 11.000 di seluruh dunia, Facebook down  terjadi terutama di beberapa bagian New England, Texas, Seattle, California, Washington, Amerika Latin, Inggris, India dan Filipina.

Penyebab Tumbangya Facebook, Instagram dan Whatsapp

Sempat dikabarkan padam karena serangan distributed denial of services (DDoS). Namun kabar ini ditepis oleh Facebook.

Dilansir dari TechCrunch, penyebab tumbangnya Facebook dimungkinkan karena kebocoran Border Gateaway Protocol (BGP) yang membuat lalu lintas internet kisruh dan kemudian menyebabkan tumbangnya jaringan-jaringan terkait.

Pengaturan lalu lintas internet dunia bergantung pada BGP yang mengatur lalu lintas internet dari paket data. BGP mengandalkan kepercayaan antar operator jaringan untuk tidak mengirim data yang salah. Namun kesalahan terjadi, dan menyebabkan kebocoran rute yang mengarah pada kebingungan lalu lintas internet. Hal ini menyebabkan pemadaman besar-besaran.

Baca juga: Horee! Sebentar Lagi Fitur Direct Messages Instagram Ada di Web!

"Sekitar pukul 12:52PM pada 13 Maret 2019, terlihat bahwa rute BGP tidak sengaja bocor dari ISP Eropa ke ISP transit utama, yang kemudian menyebar dan mengakibatkan gangguan akses ke beberapa properti internet," kata Roland Dobbins, insinyur utama NETSCOUT, dikutip melalui TechCrunch.

Namun Tom Thomas, profesor dari Tulane University tidak yakin dengan kebocoran BGP yang menyebabkan tumbangnya Facebook dan aplikasi afiliasinya. Pasalnya, BGP merupakan protokol statis yang sangat jarang bisa berubah.

"Saya curiga jika pemadaman hari ini disebabkan oleh kecatatan kode dalam mengontrol fungsi-fungsi pada bisnis tingkat tinggi. Karena berdampak pada beberapa layanan milik Facebook, kemungkinan yang terjadi adalah adanya usaha efisiensi dalam kode dan sentralisasi dalam banyak layanan yang menyebabkan pemadaman tersebut," kata Thomas.

Baca juga: Ini Dia, 10 Tools Terbaik Instagram 2019

Ilustrasi error (shutterstock)
Berkali-kali terjadi

Masalah teknis hingga berujung tumbangnya layanan Facebook secara historis tidak hanya terjadi sekali ini saja. Facebook sebelumnya pernah mengalami down pada alat pengiklanannya di bulan November 2018 lalu saat marketer mencoba menempatkan iklan untuk Black Friday dan Cyber Monday.

Pada tahun 2013, Facebook tiba-tiba padam. Akibat gangguan ini, terjadi down pada beberapa situs yang menggunakan fitur login dengan Facebook. Ketika pengguna mencoba masuk ke Facebook, pengguna hanya menemukan halaman error Facebook. Gangguan ini berlangsung beberapa menit dan dampaknya mempengaruhi beberapa situs web termasuk The New York Times dan CNN.

Akhirnya, down pada 13 Maret tahun ini adalah yang terberat sepanjang sejarah Facebook. 

"Facebook pernah mengalami gangguan pada 2008, ketika itu Facebook memiliki 150 juta pengguna. Dibandingkan sekarang yang sudah memiliki sekitar 2,3 miliar pengguna bulanan," kata Dave Lee, reporter BBC.com dikutip dari impactbnd.com.

Baca juga: Sst, Ada Updates Facebook Untuk 2019

Kerugian yang ditimbulkan

Bagi entrepreneur yang mengandalkan Facebook dan Instagram, kejadian ini bagaikan petir di siang bolong. Iklan, hosting siaran langsung, komunitas online di Facebook maupun Instagram terhenti. Bagi pengiklan, mereka tidak menjangkau pelanggan potensial. Bagi entrepreneur yang mengandalkan postingan di grup Facebook dan Instagram, tidak bisa menawarkan produknya hingga mengakibatkan kerugian yang cukup besar.

Menurut survei ITIC tentang tren kendala dan kerugian per jam dari Downtime menunjukkan bahwa kerugian saat downtime terus meningkat seiring dengan makin tingginya risiko bisnis. Bahkan downtime selama beberapa menit saja dapat mengakibatkan gangguan yang signifikan. Lebih dari 98% perusahaan besar yang memiliki lebih dari 1.000 karyawan mengatakan bahwa rata-rata, satu jam downtime per tahun merugikan perusahaan sebesar USD100.000. Sedangkan 81% perusahaan melaporkan, kerugiannya mencapai USD 300.000.

Tidak hanya perusahaan besar yang terdampak, dampak negatif downtime juga dirasakan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memiliki kurang dari 150 karyawan. Sekitar 47% responden survei memperkirakan, satu jam downtime dapat merugikan perusahaan sebanyak USD 100.000 dalam bentuk pendapatan dan produktivitas yang berkurang. 

Baca juga: Mmm, Pilih Kerja atau Bisnis, Ya?

Hal yang bisa dipelajari

Dari peristiwa tumbangnya raksasa media sosial ini, kita bisa memetik beberapa pelajaran berharga. Apa saja? Berikut hal yang bisa dicatat.

1. Membangun fondasi multi platform

Di era digital ini, ada dua aset penting yang harus dimiliki dalam membangun bisnis yaitu situs web dan daftar e-mail. Kenapa harus memiliki situs web sendiri? Karena jika membangun fondasi bisnis diatas platform 'orang lain' seperti Instagram dan Facebook, artinya kamu menyerahkan sebagian kendali bisnis pada pihak lain dan harus siap down kapan saja.

Situs web adalah tempat paling aman untuk membawa konsumen melihat produk atau menikmati layanan yang kamu miliki tanpa harus khawatir down. Untuk masuk dalam web, pengguna diharuskan mendaftarkan e-mail. Manfaatkan daftar e-mail ini untuk mengirimkan konten dan promosi untuk meningkatkan penjualan.

Baca juga: Nggak Punya Budget Marketing? Ini 4 Taktik Bebas Biaya!

2. Memiliki marketing plan yang kuat

Marketing plan harus dibuat sekuat mungkin dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan elemen. Karenanya jangan bergantung hanya pada satu rencana, miliki rencana B,C dan D untuk cadangan. 

Melakukan marketing lewat sosial media juga harus dilakukan, karena ada miliaran pengguna harian di sana. Berbeda dengan ranah lain, pada ranah media sosial ada cara khusus dalam melakukan marketing. Seperti penggunaan grup Facebook, membayar iklan, postinglive video dan chatboat. Hal-hal ini harus dimasukan dalam list marketing plan.

Marketing yang efektif harus memiliki kejelasan. Kamu harus tahu siapa audiens yang ingin dijangkau dan tahu masalah apa yang bisnis kamu dapat pecahkan. 

Baca juga: 5 Tren Video Marketing Di Tahun 2019

3. Membangun audiens

Kemampuan dalam menjangkau audiens adalah kunci keberhasilan bisnis. Untuk menumbuhkan bisnis, audiensmu juga harus tumbuh. Berbagai upaya untuk membangun audiens harus terus dilakukan, terutama secara online. 

Salah satu contohnya adalah dengan membuat konten edukasi gratis bagi mereka. Dengan mengemasnya semenarik mungkin akan membuat orang membagikan konten tersebut pada orang lain. Masuki platform atau tempat target audiensmu secara aktif, jadikan hal ini sebagai upaya untuk menjangkau mereka.

Untuk menjangkau lebih banyak orang, jalin kerjasama dengan para influencer untuk mempromosikan bisnismu. Dengan membangun audiens yang kuat, bisnismu tidak lagi terpengaruh jika ada pemadaman atau down sewaktu-waktu.

Jika kejadian downnya Facebook, Instagram dan Whatsapp pada waktu lalu mempengaruhi bisnismu dan membawa kerugian, ini adalah sebuah wake up call! Inilah saatnya kamu membangun fondasimu sendiri dan tidak bergantung pada pihak lain. Bangun bisnismu dengan marketing plan yang kuat dan jangkau audiens potensial. Mulai sekarang kamu tidak perlu lagi khawatir jika ada pemadaman sewkatu-waktu.

Bisa, kan?

Baca juga: Ini Tren Media Sosial 2019 yang Mesti Kamu Pantengi!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Digital Trends, Entrepreneur, Tech Crunch, The Verge, CNN, Deadline, IMPACT
TAGS
RECOMMENDATION

4 Jalan UKM Hadapi Skandal Facebook

Facebook bukan lagi hanya menjadi media sosial, namun juga media sebagian pelaku usaha menyasar pasar, terkhusus usaha kecil menengah (UKM)

Kamis, 5 April 2018 | 11:57 WIB

Youtube Down, Ada Apa Ya?

Youtube baru-baru ini mengalami downtime. Para pengguna yang ingin mengakses video dan mengunggah konten disambut dengan halaman kosong dan pesan error 503 dan error 500

Jumat, 19 Oktober 2018 | 16:20 WIB
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Ini Dia Konsep Smart City ala TIBCO!

Konsep smart city banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan, salah satunya TIBCO Software Inc. Seperti apa sih konsepnya?

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:15 WIB