Di Tengah Lika-liku Ekonomi, Yuk Kencengin Skill untuk Bersaing di Era Digital
Talenta data tidak hanya sekadar bisa membaca data, tetapi juga mampu mengubah data menjadi insight
Jumat, 12 September 2025 | 15:37 WIB
Saat membeli smartphone, biasanya kita mempertimbangkan resolusi kamera, ukuran layar, atau kapasitas baterai. Sekarang, pertimbangannya agak beda. Tren terbaru di dunia gadget bukan lagi soal megapiksel, tapi soal kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
Yang menarik, AI ini bukan cuma hadir di ponsel flagship yang premium, tapi sudah mulai masuk ke ponsel kelas menengah.
Menurut laporan analis, pada akhir 2025 nanti sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bayangkan, ponsel yang biasa kita pakai untuk kerja, belajar, atau jalan-jalan, akan punya kemampuan jadi asisten pribadi, penerjemah, bahkan tools untuk membuat konten kreatif.
AI Turun Kelas?
Selama bertahun-tahun, fitur AI seperti editing foto otomatis, terjemahan real-time, atau ringkasan teks instan hanya bisa dinikmati pengguna smartphone kelas atas. Kalau dulu mau coba fitur-fitur canggih, kita harus keluar uang belasan juta untuk beli ponsel flagship.
Baca juga: Magnum Gandeng Giuseppe AI untuk Kembangkan Es Krim yang Inovatif
Sekarang situasinya berubah cepat. Berkat perkembangan prosesor mobile dan strategi berani dari produsen, sudah ada fitur AI di smartphone mid-range di bawah 500 dollar. Jadi, pengguna kelas menengah pun bisa menikmati teknologi yang sebelumnya eksklusif.
Dulu, mengedit foto pakai ponsel murah hasilnya bisa nge-lag parah. Tapi sekarang, ponsel mid-range sudah bisa melakukan hal yang sama seperti smartphone mahal dengan mulus.
Diperkirakan pada 2025 akan ada lebih dari 370 juta smartphone berfitur AI yang terjual. Itu setara 30% dari pengiriman global. Angka ini diperkirakan akan terus naik, sampai lebih dari separuh pasar diprediksi punya fitur AI sebelum akhir dekade ini.
Masing-masing brand juga punya strategi berbeda. Samsung sudah lama membenamkan AI di model premiumnya. Apple belakangan ikut bermain, dengan fokus pada personalisasi dan kreativitas.
Di sisi lain, Xiaomi dan Honor justru mendorong adopsi AI lewat model yang lebih terjangkau, sehingga masyarakat luas bisa ikut merasakannya.
Teknologi di Balik Layar
Lalu, bagaimana AI bisa berjalan mulus di smartphone? Kuncinya ada di chip. Qualcomm dan MediaTek kini punya prosesor dengan neural processing unit (NPU), yang memungkinkan model AI berjalan langsung di perangkat. Jadi, tidak perlu lagi selalu bergantung pada server cloud.
Hal ini yang membuat smartphone jadi lebih cepat, responsif, dan yang paling penting: lebih aman. Mau edit video, nerjemahin percakapan, atau bikin konten kreatif, semua bisa dilakukan langsung tanpa koneksi internet yang stabil. Bagi pengguna di daerah dengan jaringan kurang bagus, ini tentu jadi penyelamat.
Baca juga: Registrasi Kartu SIM Harus Pakai Face Recognition, Berlaku Tahun Ini
Tantangan ke Depan
Dengan fitur AI di smartphone mid-range, perangkat ini bisa lebih dari sekadar alat komunikasi. Bayangkan seorang mahasiswa bisa merangkum artikel penelitian dalam hitungan detik, pekerja kantoran bisa dapat ide presentasi secara instan, atau turis bisa ngobrol dengan penduduk lokal tanpa ribet buka aplikasi penerjemah.
Ini tentu menjadi perkembangan pesat dari pengalaman masa lalu. Dulu saat traveling ke luar negeri dengan ponsel mid-range harus buka aplikasi terjemahan offline untuk ngobrol sama orang lokal. Itu pun kadang malah salah arti. Ketika ponsel bisa melakukan penerjemahan secara otomatis, tentu perjalanan jadi jauh lebih praktis.
Meski potensinya besar, bukan berarti tanpa kendala. Fitur AI biasanya boros baterai dan butuh manajemen memori yang baik. Kalau optimalisasinya kurang, pengguna bisa frustrasi. Belum lagi isu privasi. Meskipun ada pemrosesan lokal di perangkat, beberapa sistem tetap mengandalkan cloud. Pertanyaannya: data kita benar-benar aman atau tidak?
AI memang sedang mengubah wajah smartphone, terutama di kelas menengah. Dari yang awalnya hanya fitur mewah, sekarang AI bikin smartphone mid-range jadi alat sehari-hari yang bikin hidup lebih efisien, kreatif, dan praktis.
Talenta data tidak hanya sekadar bisa membaca data, tetapi juga mampu mengubah data menjadi insight
Jumat, 12 September 2025 | 15:37 WIB
Film Sore: Istri dari Masa Depan menggunakan strategi digital marketing yang cermat sehingga mampu menciptakan traffic yang organik dan menjangkau jutaan penonton.
Minggu, 14 September 2025 | 09:56 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merilis Portal Satu Data Jakarta dengan tampilan baru. Bedanya, kali ini tampilannya jauh lebih interaktif berkat tambahan fitur chatbot berbasis AI.
Senin, 15 September 2025 | 14:54 WIB
Konsumen Indonesia semakin fokus pada value for money
Jumat, 19 September 2025 | 15:42 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
Keunggulan Meta Ray-Ban Display adalah sebagai kacamata pintar yang diharapkan mampu menggantikan peran smartphone dalam kehidupan sehari-hari.
Selasa, 23 September 2025 | 15:32 WIB
Format Instagram baru ultra-wide 5120×1080, atau yang sering disebut video geprek, meledak karena ada unsur estetika seperti layar bioskop dalam satu frame.
Kamis, 25 September 2025 | 15:04 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB