Indonesia Segera Punya Peraturan AI, Apa Pengaruh untuk Pelaku Bisnis?
Pemerintah siapkan 2 Perpres AI 2026 tentang Etika & Roadmap. Cari tahu dampaknya bagi pelaku bisnis selengkapnya di sini!
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Transformasi digital yang berlangsung sangat cepat membawa banyak peluang dan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun sayangnya, dengan banyaknya peluang di dunia digital seringkali dimanfaatkan oleh oknum atau orang yang tidak bertanggung jawab.
Kejahatan siber (cybercrime) seringkali mengancam, salah satunya scam atau phishing. Pelaku phising seringkali menyamar sebagai pihak resmi, misalnya bank atau penyedia layanan terpercaya, untuk mencuri data pribadi seperti kata sandi atau PIN, yang akhirnya dapat menguras rekening korban.
Kasus Phising di Indonesia masih tinggi. Mengutip dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berdasarkan data yang masuk di sistem Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada periode Januari sampai 30 November 2025, OJK menerima 370 ribu laporan dari warga Indonesia yang jadi korban scam dengan jumlah kerugian tembus 8,2 triliun.
Sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi, kita mungkin lebih teredukasi untuk menghindari kejahatan siber. Namun, bagi orang tua yang belum familiar dengan dunia digital ini masih menjadi tantangan.
Baca juga: 10 Password yang Disukai Hacker, Ganti Password PC-mu Sekarang!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Kasus kejahatan siber di Amerika Serikat bisa menjadi pembelajaran penting bagi kita. Menurut FBI’s Internet Crime Center (IC3), pada tahun 2024, warga Amerika berusia 60 tahun ke atas melaporkan kerugian hampir $4,9 miliar akibat penipuan online.
Angka ini melonjak 43% dari tahun sebelumnya dan merupakan peningkatan lima kali lipat sejak tahun 2020. Kerugian rata-rata dari penipuan orang tua adalah $83.000, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata semua kelompok usia ($19.000).
Penipu mengejar keuntungan dan mencari hambatan yang rendah. Orang tua menjadi target yang menarik karena beberapa alasan, seperti:
Selain Phising, beberapa contoh kejahatan siber lainnya yang sering terjadi di Indonesia antara lain:
Baca juga: Hati-hati Penipuan Online, Rekening Bisa Langsung Terkuras
Contoh kejahatan di atas menunjukkan bahwa ancaman siber tidak hanya bersifat finansial, melainkan juga dapat merusak reputasi, privasi, dan bahkan psikologis.
Apa yang Bisa Dilakukan Agar Orang Tua Kita Terbebas dari Kejahatan Siber?
Agar orang tua kita terhindar dari ancaman kejahatan siber, ada sejumlah langkah pencegahan yang harus diterapkan secara konsisten. Berikut langkah yang bisa dilakukan:
Hindari istilah teknis yang rumit. Jelaskan dengan contoh nyata, seperti menunjukkan pesan penipuan yang pernah viral agar orang tua lebih mudah memahami risikonya.
Biasakan orang tua untuk tidak sembarangan mengklik tautan, mengunduh file, atau membalas pesan dari nomor yang tidak dikenal.
Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA), bantu membuat kata sandi yang kuat, serta pastikan email dan akun perbankan online memiliki keamanan berlapis.
Pastikan sistem operasi, aplikasi, dan perangkat lunak keamanan (antivirus/antimalware) pada ponsel orang tua selalu diperbarui untuk mengatasi celah keamanan.
Dorong orang tua untuk selalu bertanya sebelum mengambil keputusan digital, terutama jika berkaitan dengan uang, data pribadi, atau permintaan mendesak.
Orang tua yang minim literasi digital menjadi sasaran empuk kejahatan siber. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberi pengetahuan mendalam tentang keamanan siber. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat membatu orang tua melindungi dirinya sendiri dari risiko kejahatan digital.
Sumber:
Pemerintah siapkan 2 Perpres AI 2026 tentang Etika & Roadmap. Cari tahu dampaknya bagi pelaku bisnis selengkapnya di sini!
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB