Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Transformasi digital yang berlangsung sangat cepat membawa banyak peluang dan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun sayangnya, dengan banyaknya peluang di dunia digital seringkali dimanfaatkan oleh oknum atau orang yang tidak bertanggung jawab.
Kejahatan siber (cybercrime) seringkali mengancam, salah satunya scam atau phishing. Pelaku phising seringkali menyamar sebagai pihak resmi, misalnya bank atau penyedia layanan terpercaya, untuk mencuri data pribadi seperti kata sandi atau PIN, yang akhirnya dapat menguras rekening korban.
Kasus Phising di Indonesia masih tinggi. Mengutip dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berdasarkan data yang masuk di sistem Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada periode Januari sampai 30 November 2025, OJK menerima 370 ribu laporan dari warga Indonesia yang jadi korban scam dengan jumlah kerugian tembus 8,2 triliun.
Sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi, kita mungkin lebih teredukasi untuk menghindari kejahatan siber. Namun, bagi orang tua yang belum familiar dengan dunia digital ini masih menjadi tantangan.
Baca juga: 10 Password yang Disukai Hacker, Ganti Password PC-mu Sekarang!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Kasus kejahatan siber di Amerika Serikat bisa menjadi pembelajaran penting bagi kita. Menurut FBI’s Internet Crime Center (IC3), pada tahun 2024, warga Amerika berusia 60 tahun ke atas melaporkan kerugian hampir $4,9 miliar akibat penipuan online.
Angka ini melonjak 43% dari tahun sebelumnya dan merupakan peningkatan lima kali lipat sejak tahun 2020. Kerugian rata-rata dari penipuan orang tua adalah $83.000, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata semua kelompok usia ($19.000).
Penipu mengejar keuntungan dan mencari hambatan yang rendah. Orang tua menjadi target yang menarik karena beberapa alasan, seperti:
Selain Phising, beberapa contoh kejahatan siber lainnya yang sering terjadi di Indonesia antara lain:
Baca juga: Hati-hati Penipuan Online, Rekening Bisa Langsung Terkuras
Contoh kejahatan di atas menunjukkan bahwa ancaman siber tidak hanya bersifat finansial, melainkan juga dapat merusak reputasi, privasi, dan bahkan psikologis.
Apa yang Bisa Dilakukan Agar Orang Tua Kita Terbebas dari Kejahatan Siber?
Agar orang tua kita terhindar dari ancaman kejahatan siber, ada sejumlah langkah pencegahan yang harus diterapkan secara konsisten. Berikut langkah yang bisa dilakukan:
Hindari istilah teknis yang rumit. Jelaskan dengan contoh nyata, seperti menunjukkan pesan penipuan yang pernah viral agar orang tua lebih mudah memahami risikonya.
Biasakan orang tua untuk tidak sembarangan mengklik tautan, mengunduh file, atau membalas pesan dari nomor yang tidak dikenal.
Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA), bantu membuat kata sandi yang kuat, serta pastikan email dan akun perbankan online memiliki keamanan berlapis.
Pastikan sistem operasi, aplikasi, dan perangkat lunak keamanan (antivirus/antimalware) pada ponsel orang tua selalu diperbarui untuk mengatasi celah keamanan.
Dorong orang tua untuk selalu bertanya sebelum mengambil keputusan digital, terutama jika berkaitan dengan uang, data pribadi, atau permintaan mendesak.
Orang tua yang minim literasi digital menjadi sasaran empuk kejahatan siber. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberi pengetahuan mendalam tentang keamanan siber. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat membatu orang tua melindungi dirinya sendiri dari risiko kejahatan digital.
Sumber:
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pengelolaan sampah organik lebih mudah karena lebih mudah terurai, lantas bagaimana dengan sampah plastik?
Kamis, 8 Januari 2026 | 16:38 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB