LogoDIGINATION LOGO

5 Tren Video Marketing Di Tahun 2019

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Sabtu, 29 Desember 2018 | 08:30 WIB
Share
Ilustrasi tren video marketing (shutterstock)
Share

Video marketing menjadi senjata ampuh dunia pemasaran di era digital seperti sekarang ini. Berdasarkan laporan dari Wyzowl, 81 persen bisnis telah menggunakan video sebagai salah satu alat pemasarannya. Angka ini naik 63 persen dibandingkan tahun 2017. 

Kondisi ini terjadi karena adanya pergerasan selera masyarakat yang lebih suka menonton video dari pada membaca. Pada survei Wyzowl juga mencatat rata-rata setiap orang menghabiskan waktu 1.5 jam menonton video per hari. Menarik bukan? 

Eits, sebelum merencanakan membuat video marketing untuk mempromosikan brand kamu di tahun 2019, simak ramalan tren video marketing ini dulu.

Vlogging

Vlogging adalah salah satu konten paling banyak di-upload di Youtube dan peminatnya pun tidak sedikit. Potensi ini pun mulai dilirik oleh para pebisnis sebagai salah satu strategi marketing di tahun 2019. Vlog yang isinya memfilmkan aktivitas sehari-hari seperti travelling, kuliner, kecantikan dan lain-lain, dinilai mampu membawa engagement yang lebih baik.

Vlogging dianggap menjadi cara yang tepat untuk membangun audience dan memperkenalkan brand. Untuk membuat vlog pun tidak sulit, kamu hanya butuh smartphone, software editing dan Youtube. 

Baca juga: Nih, Strategi Content Marketing Yahud!

Ilustrasi live video (shutterstock)

Live video

Kemajuan teknologi yang ada memungkinkan konten marketing bisa disampaikan secara real time melalui live video. Dengan adanya Instagram Live, Facebook Live dan layanan streaming seperti Youtube dan Twitch, live video untuk marketing sangat mudah dilakukan. Tren inipun diprediksi akan semakin populer di tahun depan. 

Laporan dari Facebook menyatakan adanya pertumbuhan pesat penonton live video harian hingga 4 kali lipat sepanjang 2018 ini. Berdasarkan survei Wyzowl, 34 persen marketer telah menggunakan Facebook Live. Dan 81 persen di antaranya merasakan bahwa strategi ini efektif menjaring audience.

Live video dapat dimanfaatkan untuk memamerkan produk barunya, memberikan tutorial, tanya jawab dan lain sebagainya secara gratis, real time untuk meningkatkan brand awareness.

Baca juga: Sst, Ini Lho, Rahasia Marketing Apple!

Video 360° 

Sejak video 360° diperkenalkan ke publik, video ini makin populer setiap tahunnya, tak terkecuali di tahun 2019 mendatang. 360° sudut perspektif memberikan pengalaman yang tidak biasa bagi penonton. Penonton bisa leluasa memilih sudut yang diinginkan dan merasa menjadi bagian dari konten tersebut.

Video ini sangat efektif bagi perusahaan yang berorientasi pada perjalanan, seperti National Geographic. Selain itu juga untuk industri real estate, ritel, galeri, mobil dan lain sebagainya.

Kata siapa membuat video 360° sulit? Nggak juga. Yang harus kamu punya hanya kamera berkualitas bagus, seperti GoPro dan membuatnya 360° melalui proses editing.

Baca juga: Bangun Komunitas Pelanggan dengan Influencer, Video, dan Chatbot. Kuy!

Ilustrasi Youtube ads (shutterstock)

Iklan YouTube

Dulu TV memang dikenal sebagai tempat terbaik untuk beriklan. Tapi tidak untuk beberapa tahun terakhir sejak Youtube mendominasi. Pada  2019 nanti diprediksi akan makin banyak perusahaan yang beralih dari iklan TV ke iklan YouTube. Tidak hanya karena lebih murah, iklan YouTube juga menjangkau lebih banyak orang.

Menurut riset dari Nielson, YouTube menjangkau lebih banyak orang dewasa (berusia lebih dari 18 tahun) selama prime time di bandingkan jaringan kabel manapun. 

Baca juga: Memanfaatkan Kekuatan Media Sosial untuk Marketing

Virtual reality 

Virtual reality masih menjadi tren di tahun 2019 mendatang. Menurut lembaga riset Statista, pada 2020, dampak ekonomi virtual reality dan augmented reality diprediksi mencapai USD 29,5 miliar. Teknologi virtual reality ini menyajikan pengalaman baru bagi penonton dengan menggabungkan dunia virtual dengan dunia nyata. 

Lowe adalah contoh perusahaan yang memanfaatkan virtual reality untuk menunjang layanannya. Virtual reality digunakan untuk mempermudah para pelanggannya merenovasi rumah secara virtual. Data dari Lowe, virtual reality dinilai efektif, menurutnya 36 persen pelanggan memiliki ingatan lebih baik daripada yang hanya menonton tutorial di Youtube. 

Yap, itulah tren video marketing 2019. Jangan lupa masukkan tren tersebut dalam rencana pembuatan video marektingmu di tahun 2019 nanti. 

Baca juga: Ini Lho, Tren Content Marketing 2019!

 

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur, Forbes
TAGS
RECOMMENDATION

Belajar dari Disney, Kekuatan Storytelling dalam Content Marketing

Gelaran Social Media Week (SMW) Jakarta 2017 hari ini, Jumat (15/9/2017) menghadirkan Matt Briant, Head of Social Media, Southeast Asia Disney, dalam konferensi bertajuk “Disney Reveal: The Forces of Storytelling, Fanbase Building And Content Market

Jumat, 15 September 2017 | 11:45 WIB
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB