Affiliate Jadi Mesin Baru Dongkrak Omzet, Ini Tips Affiliate untuk Seller!
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Dunia siber baru saja dihebohkan oleh kebocoran data terbesar sepanjang sejarah. Lebih dari 16 miliar kredensial login termasuk username dan password bocor dan tersebar luas.
Laporan ini pertama kali diungkap oleh Cybernews dan Forbes, dan langsung dikategorikan sebagai darurat keamanan siber global. Yang mengkhawatirkan, data yang bocor bukanlah hasil daur ulang dari peretasan lama, melainkan informasi baru yang dikumpulkan secara sistematis melalui malware jenis infostealer.
Cara Kerja Infostealer
Malware ini menyusup ke perangkat korban dan secara diam-diam mencuri informasi login. Data yang terkumpul lalu diunggah ke server milik peretas. Kebocoran kali ini mencakup setidaknya 30 kumpulan data terpisah masing-masing berisi puluhan juta hingga lebih dari 3,5 miliar entri login.
Data tersebut sangat terstruktur mencantumkan URL layanan, username, dan password secara berurutan. Ini membuat data sangat mudah dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan dunia maya.
Layanan populer seperti Apple, Google, Facebook, Telegram, GitHub, bahkan sistem pemerintahan, diduga menjadi target selanjutnya.
Baca juga: Malware Baru, Bisa Bikin Rekening Ludes
Masih Banyak Pengguna Menggunakan Password yang Lamah
Penyedia layanan keamanan Specops menemukan 10 password paling sering digunakan oleh peretas untuk membobol koneksi Remote Desktop Protocol (RDP) milik Microsoft—salah satu pintu masuk utama ke sistem organisasi, terutama dalam era kerja hybrid.
RDP memang memudahkan akses jarak jauh ke komputer atau server, tapi juga jadi sasaran empuk bagi peretas. Dengan metode brute force attack, mereka mencoba jutaan kombinasi username dan password untuk menembus sistem. Semakin lemah kata sandi yang digunakan, semakin mudah mereka masuk.
Specops memasukkan lebih dari 1 miliar kata sandi yang dicuri oleh penjahat siber pada 2024 untuk dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak orang mengabaikan standar ketika membuat kata sandi, bahkan untuk sistem yang penting.
Organisasi yang memantau server RDP mereka telah menemukan ratusan atau bahkan ribuan percobaan login yang gagal dari para peretas, bot, geng ransomware, dan banyak lagi.
Lantas, kombinasi kata sandi seperti apa yang gampang dibobol hacker?
Kata Sandi yang Mudah Dibobol
Di peringkat pertama ada kata sandi 123456 yang paling sering dicuri oleh penjahat. Hal ini mengindikasikan, banyak orang masih menggunakan gabungan "keyboard walk", kata sandi yang dibuat dengan mengetikkan serangkaian tombol yang berdekatan pada keyboard.
Baca juga: Hati-hati! Ini 50 Aplikasi Android Berisi Malware Joker
Di peringkat kedua adalah 1234, yang dipilih oleh orang-orang yang tidak mau repot-repot menambahkan angka 5 dan 6.
Berikutnya adalah Password1, diikuti oleh 12345. Di posisi kelima ada kata sandi P@sswOrd, yang menunjukkan bahwa beberapa orang hanya menambahkan karakter khusus di kata sandi mereka meskipun tergolong lemah.
P@sswOrd populer karena memenuhi persyaratan standar delapan karakter, satu huruf kapital, satu angka, dan satu karakter khusus.
Berikut Daftar Password Paling Umum Dibobol Hacker:
Tips Membuat Password yang Kuat
Agar lebih aman dari peretasan, gunakan password yang:
Gunakan password manager untuk menyimpan dan mengelola kata sandi secara aman.
Kalau kamu masih menggunakan salah satu dari 10 password di atas, saatnya ganti sekarang juga. Dunia siber tidak lagi aman, dan yuk mulai membuat kata sandi yang kuat.
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB