LogoDIGINATION LOGO

Jangan Bikin Orang Bingung dengan Istilah Teknis

author Oleh Alfhatin Pratama Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:20 WIB
Share
Ilustrasi dekorasi interior rumah (shutterstock)
Share

Seiring berkembangnya teknologi di Indonesia, terjun menjadi Blogger dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendatangkan pundi-pundi uang. Tema yang diangkat pun beragam, seperti kuliner, pariwisata, otomotif, teknologi, dekorasi rumah atau bahkan tentang apa pun.

Kala itu, sebelum tahun 2013, blog yang membahas tentang dekorasi rumah masih sangat sulit ditemukan. Orang yang ingin mencari inspirasi tentang dekorasi interior rumahnya agak kesulitan untuk melihat referensi. Berawal dari kegemaran menulis sejak mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar (SD), Nike Prima Dewi memanfaatkan peluang ini. Ia mengajak rekannya, Miranti Andi Kasim, untuk membuat platform ulasan dekorasi rumah tahun 2013. Mereka memberi nama platform itu Living Loving.

Awalnya, Nike hanya menjalankan platform-nya berdua dengan Miranti saja. Meskipun modal keuangan dan tenaga kerjanya terbatas, mereka tetap menulis ulasan dengan kreatif, inovatif, dan tidak membosankan. Tanpa memiliki latar belakang arsitek interior, mereka berbagi inspirasi dengan pembaca tentang pendekorasian rumah ala metode Do It Yourself (DIY). Artinya, membangun, memodifikasi, atau memperbaiki sesuatu tanpa bantuan seorang ahli atau profesional.

Living Loving menghadirkan berbagai macam ulasan seperti merapihkan rumah, kamar, dapur, kulkas, lemari, dan yang lainnya. "Kita semua pasti sering menemukan reviewer dekorasi rumah menggunakan istilah-istilah technical yang sulit dipahami oleh orang awam. Lalu, bagaimana pembaca bisa mengerti? Melalui Living Loving, kami ingin mendekatkan diri pada pembaca dengan bahasa yang mudah dipahami," ujar Nike.

Baca juga: Bagaimana Membuat Blog Anda Menghasilkan Uang

Nike Prima Dewi, Co-Founder Living Loving (Foto: Aulia Annaisabiru)

Baru setahun beridiri, tahun 2014 Living Loving dengan percaya diri mengadakan workshop. Pada workshop pertama, mereka hanya mengundang beberapa komunitas dan blogger untuk memperkenalkan platform ulasan ini. Dengan semakin banyaknya permintaan workshop dari masyarakat, mereka ingin menjadikan workshopnya sebagai wadah untuk belajar dan berbagi informasi kreatif dan inovatif seputar blog dan pendekorasian rumah.

Beralihnya tren blogging menjadi video blogging (disingkat: vlogging), menampilkan video melalui YouTube dengan berbagai macam tema, membuat mereka tak cukup hanya menulis. Mereka akhirnya membuat konten di YouTube dan Instagram. Sampai saat ini, tim inti Living Loving berjumlah 13 orang. Beberapa pihak yang pernah menjadi klien mereka antara lain, Nescafe Dolce Gusto, Nescafe Gold, Pertamina, Minute Maid, Freeport Indonesia, KIS FM, dan Womantalk.

"Menulis konten online jelas mendatangkan keuntungan. Dengan dukungan acara seperti workshop dan kerjasama offline lainnya, kami juga mendapatkan keuntungan yang lebih besar," tutup Nike pada acara BukaTalks akhir September lalu.

Kalau Nike dan Miranti saja bisa, kenapa kamu nggak?

Baca juga: Pikat Generasi Z Dengan Hal Ini

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE