LogoDIGINATION LOGO

Google Siap Bangun Data Center Tenaga Surya di Luar Angkasa Mulai 2027

author Oleh K Ghaluk Verrell Widiatmoko Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Share
Share

Ambisi Google di dunia teknologi sepertinya tidak ada habisnya, Digifriends. Perusahaan internet ini baru saja mengumumkan inisiatif terbarunya yang bernama Project Suncatcher. Proyek ini bertujuan untuk membangun pusat data atau data center bertenaga surya langsung di orbit bumi.

CEO Google, Sundar Pichai, menjelaskan bahwa rencana besar ini akan dimulai pada tahun 2027. Pada tahap awal, Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.

Menjadi Solusi Krisis Energi Akibat AI
Alasan utama Google membawa server ke luar angkasa adalah konsumsi energi kecerdasan buatan (AI) yang makin tidak terkendali. Melatih dan menjalankan model AI membutuhkan daya listrik yang sangat besar.

Baca juga: WhatsApp Resmi Rilis Fitur Chat Lintas Aplikasi

Laporan Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley pada tahun 2024 menunjukan data yang mengejutkan. Data center di Amerika Serikat saat ini sudah menyedot lebih dari 4% total listrik nasional. Angka ini diperkirakan akan melonjak hingga 12% pada tahun 2028 jika tidak ada solusi baru.

Kondisi ini mulai membebani jaringan listrik di bumi dan bahkan memicu protes warga di berbagai lokasi yang menolak pembangunan fasilitas data center baru.

Kenapa Harus Mengorbit di Bumi?
Google menilai orbit bumi adalah lokasi paling ideal. Di sana, panel surya pada satelit bisa mendapatkan sinar matahari terus-menerus tanpa terhalang cuaca buruk atau siklus siang-malam. Energi stabil ini sangat dibutuhkan untuk menjalankan chip Tensor Processing Unit (TPU) yang menjadi otak dari sistem AI Google.

Baca juga: Fitur Baru Google Photos, Edit Foto dengan Perintah Suara

Satelit-satelit ini nantinya akan saling terhubung menggunakan teknologi tautan laser. Hal ini menciptakan jaringan komputasi raksasa yang bekerja layaknya satu data center besar yang melayang di angkasa.

Pichai sangat optimis dengan teknologi ini. Ia percaya bahwa dalam sepuluh tahun ke depan, pusat data berbasis satelit akan menjadi hal yang lazim. Bahkan, ia menargetkan kapasitasnya bisa berkembang hingga skala gigawatt di masa depan.

Ternyata, Google bukan satu-satunya yang berpikir demikian. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, sebelumnya juga memprediksi bahwa data center di luar angkasa akan menjadi umum dalam dua dekade mendatang karena dinilai lebih hemat biaya.

  • Editor: Dewi Shinta N
TAGS
LATEST ARTICLE