LogoDIGINATION LOGO

Bangun Bisnis Sambil Perjuangkan Hak Disabilitas? Bisa!

author Oleh Alfhatin Pratama Senin, 24 September 2018 | 08:25 WIB
Share
Angkie Yudistia, CEO Thisable Enterprise (Foto Istimewa)
Share

Di Indonesia, berdasarkan data Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), jumlah penyandang disabilitas tahun 2016 diestimasikan mencapai 12,15% dari populasi. Dari total jumlah tersebut, hanya 51,12% yang memiliki pekerjaan.

Tahun 2017, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah penyandang disabilitas yang termasuk ke dalam usia kerja mencapai 21.930.529 orang. Dari total jumlah tersebut, yang termasuk angkatan kerja sebanyak 11.224.673 orang atau 51,18%. Angkatan kerja disabilitas yang bekerja sebanyak 10.810.451 orang atau sebesar 96,31%. Sedangkan, penganggur terbuka sebanyak 414.222 orang atau sebesar 3,69%.

Jumlah di atas tidak sedikit dan harus diperhatikan bahwa penyandang disabilitas pun juga memiliki hak untuk bekerja. Untuk mengurangi jumlah pengangguran penyandang disabilitas, berbagai pihak melakukan pelatihan untuk bekerja dan berwirausaha. Mulai dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga pihak swasta lainnya, seperti Thisable Enterprise.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Portal Bursa Kerja Buatan SMK

Berawal dari bentuk yayasan non-profit yang didirikan tahun 2011, Thisable Enterprise mulai merambah ke bidang bisnis di bawah PT Berkarya Menembus Batas sejak tahun 2015. Pastinya dengan tujuan yang sama, yaitu memberdayakan disabilitas Indonesia secara ekonomi di dunia tenaga kerja. Founder dan CEO-nya adalah seorang perempuan disabilitas tuna rungu bernama Angkie Yudistia. Ia melawan keterbatasan dalam dirinya dengan cara yang inovatif dan kreatif untuk memberikan manfaat kepada para penyandang disabilitas lainnya.

Ilustrasi bekerjasama dengan penyandang disabilitas (Shutterstock)

"Dahulu ketika lulus S1, Aku melamar kerja dan di dalam CV pasti Aku tulis kalau Aku penyandang disabilitas tuli. Pasti tidak diterima. Pada akhirnya Aku diterima kerja, kemudian Aku dipecat. Setelah itu, Aku melanjutkan S2 dan mulai berpikir, bagaimana caranya teman-teman penyandang disabilitas dapat bekerja di perusahaan-perusahaan seperti orang-orang lainnya. Oleh karena itu, Thisable Enterprise didirikan," ujar penulis buku Setinggi Langit itu.

Setelah 5 tahun berdiri, Social Enterprise yang didirikan mantan None Jakarta Barat ini, sudah mengadakan sekitar 4.000 kelas pelatihan untuk penyandang disabilitas. "Learning Center untuk teman-teman penyandang disabilitas diadakan supaya mereka dapat dipercaya ketika melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan," tambah Angkie. Tahun 2017, Thisable Enterprise bermitra bisnis dengan Go-Life for Go-Jek melalui Go-Massage, Go-Clean, Go-auto, dan Go-Glam, yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing disabilitas.

Baca juga: Kemitraan Bisa Mensejahterakan Pekerja

Selain itu, mereka menjual produk retail dengan brand yang bernama "Thisable Beauty Care". Produk-produk yang dijual antara lain sabun, sabun kecantikan, body lotion, dan travel kit. Thisable Enterprise juga memiliki kerjasama dengan berbagai instansi, perusahaan swasta, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk perekrutan hingga penempatan pekerjaan para penyandang disabilitis.

Menarik, kan? Yuk, ekspresikan kreativitasmu! Karena keterbatasan bukanlah penghalangmu untuk menjadi kreatif dan inovatif.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

Keterbatasan Bukan Penghalang Berwirausaha

Kapabilitas atau kemampuan membangun sebuah usaha bisa dimiliki oleh siapa saja, tak terkecuali mereka yang memiliki keterbatasan sekalipun

Kamis, 5 Juli 2018 | 03:54 WIB
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Ini Dia Konsep Smart City ala TIBCO!

Konsep smart city banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan, salah satunya TIBCO Software Inc. Seperti apa sih konsepnya?

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:15 WIB