LogoDIGINATION LOGO

5 Perusahaan Digihealth yang Mengubah Dunia

Oleh H. Alfhatin Pratama Rabu, 7 November 2018 | 16:15 WIB
Share
Ilustrasi tenaga medis digital (shutterstock)
Share

Industri kesehatan konvensional identik dengan birokrasi berbelit, mahal, dan sekilas terlihat akan tetap langgeng tanpa peran teknologi. Tetapi, melihat kekurangan industri yang menyangkut hidup dan matinya manusia ini banyak para inovator yang greget dan mencoba memanfaatkan teknologi. Mereka membuat produk, layanan, hingga robot yang rumit. Berbagai cara dilakukan dengan satu tujuan: memanfaatkan teknologi di era digital untuk memperbaiki kekurangan industri kesehatan yang usang. Berikut Digination.id rangkum 5 perusahaan kesehatan berbasis teknologi yang menjadi pioneer dalam perubahan layanan kesehatan dunia.

ReWalk

Setelah megalami kecelakaan, Amit Goffer harus menggunakan kursi roda untuk seumur hidup. Ia tidak menyerah begitu saja dengan keterbatasannya. Tahun 2001, Amit berinovasi mengembangkan sistem yang memungkinkan orang-orang dengan cedera sumsum tulang belakang dapat berjalan lagi. Teknologi ini menyediakan mobilitas yang lebih nyata, efek metabolik yang positif, dan peningkatan fungsionalitas daripada penggunaan kursi roda pada umumnya.

Perangkat yang dilengkapi baterai ini membantu keseimbangan tubuh orang-orang dengan keterbatasan gerak kaki saat berjalan atau berlari. Butuh sekitar 1 dekade supaya ReWalk, perusahaannya, diterima oleh masyarakat. Melalui izin dari Food and Drug Administration (FDA), tahun 2011 produk perusahaan asal Israel ini dapat digunakan untuk keperluan Rumah Sakit di Amerika Serikat (AS). Sekarang, penjualannya sudah tersebar ke berbagai belahan dunia. Beberapa perusahaan teknologi yang bekerjasama dengan ReWalk adalah Yaskawa Electric Corporation asal Jepang, NT Robot, Co. asal Korea Selatan, dan Saimed Innovation asal India. 

Baca juga: 5 Hal Ini Bisa Digihealth Lakukan

Ilustrasi perangkat pembantu gerak (shutterstock)
Umoove

Diluncurkan tahun 2010, Umoove adalah perangkat lunak pelacakan wajah dan mata dengan kamera yang terdapat di perangkat seluler apa pun, tanpa perangkat keras tambahan. Ketika ditemukan, teknologi ini adalah yang pertama di dunia kesehatan. Yitzi Kempinski, founder Umoove mengatakan bahwa sejumlah penyakit saraf dapat didiagnosis berdasarkan gerakan mata.

Dengan memanfaatkan teknologi ini, Umoove dapat mengubah banyak perangkat seluler, seperti smartphone, laptop, bahkan konsol permainan video menjadi perangkat diagnostik. Dengan melihat mata pengguna, teknologi ini dapat mendiagnosis aktivitas otak mereka. Hal-hal seperti kelelahan, ADHD, gegar otak, stroke, autisme, parkinson, dan banyak lagi penyakit, bisa dilihat melalui mata. 

TotallyPregnant

Perusahaan asal Inggris ini diluncurkan tahun 2013. TotallyPregnant menyediakan layanan melalui situs resmi dan aplikasi yang didukung teknologi tinggi. Mereka dapat menampilkan video 3D yang bisa menunjukkan perkembangan janin pengguna. Hal ini membuat TotallyPregnant menjadi satu-satunya perusahaan digihelath yang memilki teknologi demikian saat itu.

Mereka juga menyediakan kontak darurat bagi pengguna yang merasa ingin melahirkan di situasi yang sulit, panduan gaya hidup, pola makan dan olahraga untuk ibu hamil, prediksi waktu kehamilan, tips seputar kehamilan dari ahli, serta forum diskusi online untuk bertukar pengalaman seputar kehamilan.

Baca juga: 4 Implementasi IBM Watson Analytics Dalam Industri Kesehatan

Ilustrasi teknologi dapat mendiagnosis penyakit manusia (shutterstock)
iCouch

Didirikan tahun 2010, perusahaan berbasis teknologi ini memilki fokus kesehatan mental. iCouch adalah platform yang menghubungkan ahli kesehatan mental dengan pasien yang ada di seluruh dunia. Mereka menyediakan terapi online, konsultasi online dengan para ahli, dan tips seputar pengelolaan kesehatan mental.

Tidak hanya dikhususkan untuk pasien, tersedia juga pembelajaran tambahan bagi praktisi kesehatan mental. Pengguna hanya perlu menggunakan laptop atau smartphone untuk mengaksesnya. Semua hal dalam platform asal Amerika Serikat ini sudah sesuai dengan standar The Health Insurance Portability and Accountability Act of 1996 (HIPAA).

Patients Know Best

Sebelum perusahaan ini berdiri tahun 2008, Mohammad Al’Ubaiydli, salah satu founder  Patients Know Best, menyadari dalam dunia kesehatan tidak ada yang memiliki gambaran lengkap tentang perawatan pasien. Berawal dari keresahannya itu, ia mendirikan Patients Know Best sebagai sebuah platform yang dapat menyimpan rekaman medis dan memantau pasien dengan teknologi berbasis cloud. 

Perusahaannya ini tidak ingin disebut sekadar mencari untung belaka tapi sebagai  sociopreneurship yang dibutuhkan bagi pasien yang ingin mengenal lebih dalam tentang  rekaman medis untuk kesehatan dirinya sendiri. Selain itu, platform ini juga bermanfaat tidak hanya bagi pasien tapi juga bagi dokter, peneliti, atau badan amal yang memerlukan informasi tentang kesehatan pasien. Tetapi, jangan khawatir rekaman medis tersebut diakses oleh siapa pun karena harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari pasien yang bersangkutan.

Keren, kan?

Baca juga: Fintech Connect, Ketika Kesehatan Bertemu Teknologi

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Forbes, Medscape
TAGS
RECOMMENDATION

10 Teknologi Kesehatan Masa Depan

Kemajuan dunia media tidak bisa lepas dari peran teknologi di dalamnya. Teknologi canggih ini membantu meningkatkan mutu perawatan kesehatan untuk lebih baik lagi. Lalu apa saja teknologi yang dimanfaatkan dalam dunia kesehatan? Berikut 10 daftarnya.

Sabtu, 3 November 2018 | 16:00 WIB

3 Kunci Sukses Bisnis Digihealth

Teknologi terus memberikan dampak positif pada bidang kesehatan tapi belum semua masalah pada bidang ini terselesaikan. Yuk, simak 3 peluang sukses bisnis digihealth!

Minggu, 4 November 2018 | 08:05 WIB
LATEST ARTICLE

KASKUS Ingin Komunitas Lebih Melek Hukum

Platform komunitas online terbesar di Indonesia, KASKUS, mengumumkan investasi pada KontrakHukum.com. Targetnya, komunitas di seluruh Indonesia bisa lebih melek hukum.

Rabu, 14 November 2018 | 15:20 WIB