LogoDIGINATION LOGO

3 Kunci Sukses Bisnis Digihealth

Oleh Alfhatin Pratama Minggu, 4 November 2018 | 08:05 WIB
Share
Ilustrasi layanan kesehatan berbasis digital (shutterstock)
Share

Pelayanan kesehatan adalah hal yang sangat penting karena menyangkut hidup dan mati seseorang. Tidak jarang pelayanan kesehatan mendapatkan kritik dari berbagai masyarakat, seperti lamanya menghabiskan waktu di ruang tunggu rumah sakit, ditolak rujukan karena kehabisan kamar rawat inap, dan sulitnya mendapatkan akses terhadap asuransi kesehatan.

Seiring waktu berjalan, gempuran teknologi terhadap industri kesehatan menghasilkan dampak positif. Kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Mulai dari hadirnya konsultasi dokter online, diskon biaya pengobatan, asuransi kesehatan digital, hingga hadirnya berbagai aplikasi di smartphone untuk menunjang kesehatan lainnya. 

Pelayanan kesehatan berbasis digital atau digital health (digihealth) tidak berhenti berkembang sampai di situ saja. Berikut ini adalah tiga peluang yang dapat dimanfaatkan oleh investor, inovator, atau pengusaha yang ingin menggeluti bidang kesehatan. 

Baca juga: Fintech Connect, Ketika Kesehatan Bertemu Teknologi

1. Big Data

Di era digital, revolusi data besar-besaran telah mengguncang dunia bisnis dan keuangan. Untuk sukses di era digital, data menjadi lebih penting daripada aset fisik. Dengan memilki data, setiap orang bisa membuka bisnis logistik tanpa gudang atau membuka bisnis transportasi tanpa ribuan kendaraan yang dimilkinya. Kemajuan teknologi seperti ini telah mengubah berbagai macam industri dan sudah saatnya industri kesehatan mendapatkan dampak positifnya. Misalnya, setiap orang dapat menyediakan berbagai macam layanan kesehatan berkualitas tanpa harus memiliki rumah sakit. 

Pengembangan obat-obatan

Dengan perkembangnya teknologi dan hadirnya Big Data, memudahkan segala pihak dalam bidang kesehatan. Tidak hanya industri kesehatan raksasa yang dapat mengakses berbagai macam informasi mengenai obat-obatan tapi startup juga bisa melakukannya. Dengan demikian, biaya penelitian medis dapat dikurangi dan mempercepat pengembangan obat-obatan, perawatan, dan menghadirkan cara terapi baru. 

Diagnosis pasien

Dalam banyak kasus, mendiagnosis pasien adalah hal yang berat bagi dokter dan penyedia layanan kesehatan lainnya. Namun, dengan menggunakan teknologi yang mendukung dan Big Data, mereka tidak hanya dapat mengidentifikasi apa yang menyebabkan masalah pada pasien tetapi juga dapat memantau pasien yang berisiko terkena penyakit dalam waktu dekat atau lama. Contohnya, Optum Labs di Amerika Serikat, telah mampu membantu dokter untuk mengidentifikasi pasien berisiko dan merekomendasikan tindakan pencegahan dengan menggunakan data mereka tentang informasi pasien.

Baca juga: Kolaborasi Dunia Pendidikan-Usaha Lahirkan Ahli Analis Data

Ilustrasi aplikasi penunjang kesehatan (shutterstock)

2. Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan

Tidak sedikit pihak yang skeptis terhadap perkembangan AI dan sempat menjadi persoalan karena dianggap akan menggantikan tenaga manusia secara menyeluruh. Tetapi, kenyataan berkata sebaliknya, manusia memanfaatkan AI untuk meningkatankan produktivitas. Berbagai industri seperti kendaraan, pendidikan, dan perdagangan sudah memanfaatkannya.

Dilansir dalam digihealth.net (31/10), Peter Durlach, Senior Vice President, Healthcare Strategy and New Business Bevelopment Nuance Communications, mengatakan bahwa AI memiliki potensi untuk membuat perubahan besar bagi industri kesehatan dalam hal kualitas data yang dihasilkan dan layanan yang diberikan.

Meningkatkan penelitian

Penggunaan teknologi AI dapat membantu memaksimalkan pemanfaatan Big Data dan mengidentifikasi data-data tambahan lainnya yang tidak mungkin dilakukan oleh teknologi yang kurang canggih. Penelitian medis dengan dukungan teknologi juga dapat meningkat intensitasnya karena jangan waktu yang diperlukan untuk menemukan data penting tidak memakan waktu yang sangat lama. Intensitas penelitian meningkat, kualitas yang dihasilkan dari penelitian pun tidak akan berkurang.

Mengurangi penipuan

AI yang canggih dapat mengidentifikasi penipuan dan kesalahan administrasi lebih cepat, dengan faktor-faktor yang sulit dikenali oleh manusia. Misalnya, AI dapat dimanfaatkan untuk menangani masalah seputar verifikasi asuransi kesehatan yang diajukan pasien.

Baca juga: Buat Pemasaran, Kecerdasan Buatan Juga Bisa

3. Blockchain

Awalnya, teknologi blockchain hadir sebagai pengacau atau disruptor di berbagai industri. Sekarang, teknologi tersebut terus dimanfaat kegunaannya di berbagai sektor. Inovator yang memanfaatkan blockchain untuk industri kesehatan tidak hanya akan mengembangkan bisnis mereka sendiri, tetapi juga akan memberdayakan bisnisnya untuk menyediakan layanan yang mengubah kehidupan masyarakat luas.

Riwayat medis

Merekam riwayat medis pasien adalah aspek yang penting dalam dunia kesehatan perawatan. Industri kesehatan perlu perlu cara yang profesional dan aman untuk mengirimkan informasi tentang pasien. Dengan peningkatan keamanan dan manfaat yang diperoleh melalui blockchain, perusahaan dapat memotivasi lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam bidang ini.

Baca juga: Ternyata Blockchain Berguna Untuk Petani, Lho!

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: entrepreneur.com, datapine, Optum Labs
TAGS
RECOMMENDATION

5 Hal Ini Bisa Digihealth Lakukan

Teknologi hadir menjadi solusi atas masalah layanan kesehatan yang selama ini ada. Apa saja masalah yang dapat diselesaikan oleg teknologi dalam bidang kesehatan?

Selasa, 30 Oktober 2018 | 08:15 WIB
LATEST ARTICLE

KASKUS Ingin Komunitas Lebih Melek Hukum

Platform komunitas online terbesar di Indonesia, KASKUS, mengumumkan investasi pada KontrakHukum.com. Targetnya, komunitas di seluruh Indonesia bisa lebih melek hukum.

Rabu, 14 November 2018 | 15:20 WIB