LogoDIGINATION LOGO

Kamu Sudah Berdonasi Hari Ini?

Oleh Ana Fauziyah Selasa, 9 Oktober 2018 | 08:20 WIB
Share
ilustrasi konsep donasi: berbagi hati (Shutterstock)
Share

Bencana gempa dan Tsunami yang menerjang Kota Palu dan Kabupaten Donggala beberapa waktu lalu menarik simpati dan perhatian masyarakat. Berbondong-bondong masyarakat menyumbang berbagai macam kebutuhan para korban mulai dari pakaian, bahan makanan, sampai donasi berupa dana. Dengan memanfaaktan teknologi digital, berdonasi kini tidak perlu repot lagi. Hanya dengan sentuhan jari, kamu bisa ikut berbagi dan menolong sesama.

Situs penyalur bantuan makin banyak bermunculan di tanah air seiring dengan makin berkembangnya tren teknologi digital. Kesadaran bahwa platform online bisa menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk kegiatan filantropi semakin menguat. Tidak hanya untuk menjaring lebih banyak donatur, platform ini juga bisa digunakan untuk monitoring dan evaluasi program.

Di antara sekian banyak platform donasi online yang memfasilitasi niat baik kamu untuk berbagi, berikut rekomendasi situs donasi online yang dirangkum Digination.id. Pilihan jenis isu yang diangkat pun bermacam-macam mulai dari donasi untuk bencana alam, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan lain sebagainya sesuai tujuanmu.

Baca juga: Akibat Kampanye Belanja, Donasi Digital Meningkat

Aksi Cepat Tanggap

Berdiri sejak tahun 2005, Aksi Cepat Tanggap (ACT) merupakan yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Aktivitasnya mulai dari kegiatan tanggap darurat bencana, program pemulihan pascabencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta program lainnya seperti zakat, qurban dan wakaf. Organisasi nirlaba ini didukung oleh para donatur publik dari masyarakat. Untuk berdonasi, donatur bisa mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening mereka sesuai jumlah donasi yang diinginkan.

Bukan hanya mencakup wilayah Indonesia saja, ACT telah memperluas layanannya secara global. Jangkauan program globalnya bahkan telah merambah ke 64 negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Indocina, Timur Tengah, dan Afrika. Untuk program globalnya mereka menyasar negara atau kelompok masyarakat yang mengalami bencana alam, konflik dan peperangan, kelaparan dan kekeringan, serta kelompok minoritas yang mengalami penindasan.

Baca juga: Bekraf Akan Beri Bantuan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

ilustrasi berdonasi (Shutterstock)

Kita Bisa

Kitabisa.com merupakan situs donasi online dengan sistem crowdfunding. Selain bisa menjadi donatur, setiap orang juga bisa menjadi penggalang dana untuk isu-isu sosial dan kemanusiaan di sekitarnya. Situs yang didirikan pada tahun 2013 ini menerapkan sistem open platform, artinya penggalangan dana dilakukan secara transparan dengan semangat gotong royong.

Karena sifatnya yang terbuka, Kitabisa.com menjadi wadah bagi individu, komunitas, organisasi, maupun perusahaan yang ingin menggalang dana. Penggalangan dana dilakukan dengan membuat halaman donasi untuk beragam tujuan sosial, personal, kreatif dan lainnya. Atas fasilitas dan sarana yang diberikan, Kitabisa.com mengenakan biaya sebesar 5% dari donasi yang terkumpul. Biaya tersebut digunakan untuk biaya operasional dan pengembangan layanan.

Baca juga: UMKM, Kamu Bisa Dapat Bantuan Dari BUMN, Lho

Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba yang memfokuskan diri membantu kaum dhuafa, yaitu masyarakat yang secara ekonomi dianggap lemah seperti para fakir miskin dengan dana zakat, infaq, shadaqah, wakaf, dan dana-dana sosial lainnya. Berdiri sejak tahun 1994, Dompet Dhuafa lahir dari empati kolektif komunitas jurnalis yang peduli dengan nasib kaum dhuafa.

Jika ingin berdonasi melalui Dompet Dhuafa, kamu bisa memilih dahulu jenis donasi yang ingin kamu berikan. Kegiatan-kegiatan sosial yang biasanya didanai oleh Dompet Dhuafa antara lain program tanggap bencana, pemberdayaan masyarakat, pemberian dan pelatihan untuk UKM, gerakan kampanye air bersih, dana pendidikan dan lain sebagainya.

Baca juga: Shopback dan Dompet Dhuafa Hadirkan Donasi Digital

Indorelawan

Indorelawan merupakan situs yang menghubungkan organisasi yang sedang membutuhkan relawan dengan orang-orang yang ingin menjadi relawan untuk kegiatan sosial yang bersifat positif. Misinya adalah membuat kolaborasi antara relawan dan komunitas agar misi sosial bisa menjadi lebih mudah. Hingga saat ini Indorelawan telah membantu ribuan relawan terhubung dengan komunitas sosial.

Meskipun lebih dikenal sebagai situs penghubung relawan dan komunitas sosial, namun Indorelawan juga membuka donasi dari masyarakat. Indorelawan memastikan setiap Rupiah yang terkumpul dimanfaatkan untuk melakukan aksi baik seperti mengajar anak-anak putus sekolah, mengurangi dampak kerusakan lingkungan hingga kampanye hak asasi manusia.

Baca juga: Ayo UMKM Jualan Online Libatkan Relawan TIK

ilustrasi penggalangan dana (Shutterstock)

Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi yang memiliki tujuan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dalam keadaan darurat serta memberikan pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat. PMI memiliki berbagai program donasi yang dapat dipilih oleh donatur. Program-program tersebut antara lain program penanggulangan bencana dan pemulihan pascabencana, program air dan sanitasi, program kacamata gratis, program pelayanan donor darah dan lain sebagainya.

Kamu sudah berdonasi di mana?

Baca juga: Keunggulan Fintech Bagi Penggiat Bisnis Hingga Kegiatan Sosial

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

Yuk, Pakai DataHub.Id untuk Bencana Palu

DataHub.Id. platform pengumpulan data lapangan dengan teknologi software berbasis android bisa digunakan untuk membantu Bencana Palu

Senin, 1 Oktober 2018 | 16:30 WIB

4 Etika Berbisnis Pasca Bencana Alam

Jangan sepelekan etika berbisnis jika bisnismu ingin sukses dan jangan memanfaatkan momentum bencana alam untuk keuntunganmu sendiri.

Jumat, 5 Oktober 2018 | 08:30 WIB
LATEST ARTICLE

Dekorasi Interior ala Living Loving

Mendekorasi rumah atau interior ruangan ternyata gampang-gampang susah. Living Loving berbagi untuk itu...

Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Berani Gagal dan Percayailah Ide Gilamu

Berstatus mahasiswa bukan alasan untuk tidak berbisnis, justru di usiamu yang masih muda tersebut adalah saat yang tepat untuk memulai jadi entrepreneur

Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:20 WIB

IMF-WBG Luncurkan Digital Economy for All

2018 Annual Meeting IMF-WBG meluncurkan inisiatif Digital Economy for All (DE4All) karena ekonomi digital dianggap sangat penting di tengah masifnya perkembangan teknologi

Senin, 15 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Belajar dari 5 Produk Gagal Google

Google akan menutup Google Plus, satu lagi produk gagal dari raksasa internet tersebut. Apa yang bisa kita pelajari?

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Bisnis Jam Tangan Semen Dimulai dari Tidak Peduli

"Kami bisa menumpahkan segalanya, terlebih keegoisan dan pengetahuan kami, ke dalam produk dan membuat sesuatu tanpa peduli siapapun" ujar Restu Irwansyah Setiawan, salah satu pendiri Lakanua.

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 13:00 WIB

Salah Cari Partner Bisnis? Awas Bubar di Tengah Jalan

"Partner harus sangat tahu ide dan visi kamu itu seperti apa. Karena banyak kejadian saat partner dapat salah visi, salah komunikasi di tengah jalan, bubar," kata Christian Sugiono.

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 08:50 WIB