Bangun Bisnis Sambil Perjuangkan Hak Disabilitas? Bisa!
Yuk, ekspresikan kreativitasmu karena keterbatasan bukan lah penghalangmu untuk menjadi kreatif dan inovatif!
Senin, 24 September 2018 | 08:25 WIB
Gempa bumi dan tsunami menerjang Kota Palu, Sulawesi Tengah. Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tanggal 3 Oktober 2018 menyebutkan jumlah korban meninggal 1.832 jiwa, luka-luka 2.549 orang, korban hilang 113 orang, dan yang tertimbun 152 orang. Adapun pengungsi berjumlah lebih dari 73.000 orang.
Dalam situasi berduka seperti ini, apa yang harus dilakukan pelaku bisnis di wilayah bencana? Terlebih dahulu, tentunya, harus memastikan keselamatan diri dan keluarga. Dalam situasi darurat, prioritas adalah pada keselamatan.
Pebisnis juga jangan hanya ingin mencari keuntungan untuk dirinya sendiri, perhatikan sisi-sisi kemanusiaan kamu dan lakukan apa yang bisa dilakukan untuk menolong sesama.
Berikut adalah empat poin panduan etika berbisnis pasca bencana alam, seperti dilansir dari New Business Age:
Pertama, sangat penting bahwa bisnis harus tetap buka sehingga orang-orang yang terkena dampak bencana atau relawan yang datang menolong dapat tetap membeli barang-barang atau menggunakan jasa yang mereka butuhkan. Apalagi, kalau berbisnis barang-barang kebutuhan sehari-hari.
Tetapi, pebisnis yang memutuskan untuk tetap membuka bisnisnya pasca bencana alam harus tetap memperhatikan kesehatan karyawannya. Misalnya, jika karyawannya menjadi korban sangatlah tidak memungkinkan untuk merekrutnya bekerja.
Selain itu, bangunan di sekitar daerah yang terkena dampak bencana dapat dipastikan tidak layak dan bencana alam bisa saja datang kembali di daerah tersebut. Oleh karena itu, pebisnis juga tidak boleh mengesampingkan keselamatan kerja karyawannya.
Kedua, pasca bencana alam di suatu daerah, harga kebutuhan pokok dapat dipastikan melonjak karena sulitnya akses dan langkanya barang atau jasa yang biasa tersedia.
Tetapi, meningkatkan harga dalam situasi seperti ini apakah etis dilakukan?
Pebisnis yang memahami etika berbisnis tidak akan memanfaatkan momentum bencana alam untuk melakukan price gouging. Artinya, pebisnis meningkatkan harga barang atau jasa jauh lebih tinggi daripada harga yang dianggap wajar atau adil.
Kegiatan semacam ini dapat dikatakan eksploitatif dan mencederai etika berbisnis. Beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah memiliki undang-undang yang mengatur price gouging ketika negara mereka mengalami bencana alam.
Baca juga: PricePrice.com, Situs Pembanding Harga Resmi Hadir di Indonesia
Ketiga, mengirim barang-barang dan makanan yang kadaluwarsa atau di bawah standar yang berlaku ke daerah terdampak bencana alam adalah kejahatan.
Dampaknya sangat besar dan akan memburuk situasi di daerah terdampak bencana. Bukan hanya pada korban tapi juga pada relawan yang melakukan evakuasi. Buruknya, dapat menimpulkan penyakit epidemik. Persediaan barang-barang dan makanan kadaluarsa ini dapat berasal dari pebisnis.
Alih-alih mengirim bantuan logistik, pebisnis nakal seperti ini malah memanfaatkan situasi kacau untuk mencari keuntungan. Mereka hendak mengosongkan gudang mereka yang dipenuhi dengan barang-barang kadaluwarsa atau di bawah standar untuk memenuhi permintaan tinggi di daerah terdampak bencana alam.
Keempat, pebisnis juga harus memiliki tanggung jawab sosial. Atas nama Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, mereka harus membantu daerah terdampak bencana.
Sudah saatnya pebisnis juga melibatkan diri secara aktif dalam tindakan berdampak, seperti rehabilitasi terhadap trauma korban dan rekonstruksi terhadap fasilitas-fasilitas umum secara berkelanjutan.
Tetap kuat Indonesia dan semoga tidak ada pebisnis nakal yang memanfaatkan peluang untuk dirinya sendiri di situasi kacau ini!
Baca juga:8 Kesalahan yang Bisa Membunuh Bisnismu
Yuk, ekspresikan kreativitasmu karena keterbatasan bukan lah penghalangmu untuk menjadi kreatif dan inovatif!
Senin, 24 September 2018 | 08:25 WIB
DataHub.Id. platform pengumpulan data lapangan dengan teknologi software berbasis android bisa digunakan untuk membantu Bencana Palu
Senin, 1 Oktober 2018 | 16:30 WIB
Mulai berbisnis harus kamu mulai sejak masih di bangku kuliah, atau bahkan lebih muda lagi. Banyak hal yang bisa kamu lakukan kalau memulai secepatnya...
Kamis, 4 Oktober 2018 | 16:30 WIB
Pameran yang berlangsung hingga 10 Mei 2026 ini diselenggarakan serentak dengan FLEI Business Show dan MoreFood Expo Indonesia. Sinergi ini menciptakan ekosistem bisnis hulu ke hilir yang terintegrasi dalam satu venue, di mana FLEI membuka peluang in
Jumat, 8 Mei 2026 | 20:00 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB