Milenials, Jangan Pernah Investasi di Properti!

author Oleh Muhammad Lingga Naashiruddin Founder and CEO of Propertree Rabu, 13 November 2019 | 08:15 WIB
Share
investasi di properti (foto: Shutterstock)
Share

Propertree adalah salah satu finalis pitch up competition Scale Up Asia 2019 yang diadakan oleh Endeavor Indonesia dimana Digination.id menjadi Exclusive Content Partner acara tersebut. Berikut salah satu artikel dari Founder dan CEO startup tersebut.

 

Jangan salah paham ya milenials, ini ada beberapa alasan kenapa kalian dilarang investasi di properti. Kamu harus tahu terlebih dahulu kriteria – kriteria ketika ingin berinvestasi di sektor ini. Apa aja, tuh?

1. Ketahui Maksud dan Tujuan Ketika Ingin Berinvestasi

Jika kamu ingin investasi dengan membeli aset berupa tanah dan bangunan, maka perhatikanlah lingkungan daerah tersebut. Pun ketika membeli, maksud dan tujuannya apa? Kalau untuk disewakan kembali, membeli rumah di kawasan perkantoran atau perkuliahan menjadi penting karena bisa dikembangkan menjadi aset kontrakan atau kos–kosan kedepannya.

2. Ketahui Pajak Akan Tanah dan Bangunan di Lokasi Tersebut

Sangat penting untuk kamu tahu mengenai pajak di daerah tersebut. Pertanyaannya, kenapa ? Karena pajak ini akan ditambahkan dalam pengeluaran kamu ketika ingin investasi dengan membeli aset properti. Pajak adalah pengeluaran lain dari harga jual tanah itu sendiri. Pajak ini juga bisa menjadi acuan buat kamu nanti untuk menentukan harga sewa dari properti tersebut.

Baca juga: Dana Investasi Startup Properti Akan Capai Rp 60,8 Miliar per Tahun

ini rumahku... (foto: Shutterstock)
3. Lihat Lembaga Pendidikan Terdekat

Berinvestasi dengan membeli aset adalah cara aman dalam investasi di sektor properti. Akan tetapi, kamu juga harus melihat lingkungan tersebut. Faktor adanya lembaga pendidikan di lokasi sekitar menjadi penting.

Mengapa? Karena berdasarkan kondisi terkini, lahan-lahan dengan lembaga pendidikan terbaik akan mendukung investasi properti yang juga baik. Bahkan lembaga pendidikan yang baik juga menciptakan lingkungan di daerahnya yang cenderung sudah baik pula.

4. Lihat Kondisi Kriminal di Daerah Tersebut

Kamu pasti gak akan mau tinggal di daerah rawan kejahatan, kan? Oleh karena itu faktor keamanan juga menjadi penting karena akan berpengaruh pada purna jual atau purna sewa pada properti itu sendiri di kemudian hari.

Banyak cara untuk mendapatkan informasi mengenai statistik tingkat kriminalitas di daerah tersebut. Misalnya melalui wawancara dengan lingkungan, meminta data di kantor polisi, atau melalui data yang ada di perpustakaan umum. Ketahui dengan pasti tingkat kriminal pada daerah tersebut: kejahatan kecil, kejahatan tingkat sedang dan kejahatan di tingkat serius.

Baca juga: NJOP Naik, Bisnis Properti Terpengaruh?

sudah punya rumah? (fot: Shutterstock)
5. Kesempatan Kerja dan Usaha Pada Lokasi Tersebut

Faktor menarik lainnya untuk para milenial adalah memperhatikan apakah aset yang ingin dibeli berdekatan dengan lokasi kerja atau usaha. Karena jika berada di daerah industri atau kerja, sangat potensial ke depannya aset yang dibeli saat itu dapat dijadikan sewa atau kos-kosan. Bahkan mungkin bisa juga dijadikan tempat usaha buat kamu kedepannya.

6. Falitas yang Ada di Daerah Tersebut

Milenial, pastikan ketika investasi di properti dengan cara membeli aset tidak hanya melihat dari sisi tempat tinggalnya saja, tapi lihat juga kondisi fasilitas yang mendukung dan berbagai hiburan di dalamnya.

Lokasi properti dikatakan strategis jika berdekatan dengan mal atau pusat perbelanjaan lainnya. Atau dari akomodasi transportasi juga sudah mendukung KRL, MRT atau LRT yang menjadi bagian penting untuk masa depan kehidupan kamu. Lihat juga fasilitas kesehatan, misalnya rumah sakit atau klinik. Karenanya, sangatlah penting melihat berbagai fasilitas yang tersedia.

Baca juga: Mau Beli Properti Syariah? Cek Ini Dulu, Ya...

manajemen di bisnis properti (foto: Shutterstock)
7. Rencana Pengembangan Masa Depan

Pastikan kamu sudah tahu rencana pengembangan properti di daerah tersebut. Jika properti dengan segala fasilitas disekitarnya sudah ada, biasanya harganya lebih tinggi dari kawasan yang belum ada fasilitasnya.

Jika ingin membeli properti di daerah yang belum mempunyai fasilitas tersebut, pastikan kamu sudah melihat rencana pengembangan kawasan tersebut kedepannya. Misalnya akan dibangun apa saja di kawasan tersebut, dan rencana rencana pemerintah kedepannya.

8. Investasi Saham Properti di Lembaga Keuangan Properti

Milenial, kalau kamu kesulitan mencari dan melihat kriteria-kriteria dalam membeli aset properti, jangan khawatir. Kamu bisa membeli saham atau investasi di lembaga keuangan yang fokus di bidang properti. Cara ini dinilai lebih mudah karena kamu tidak perlu melakukan penyaringan–penyaringan seperti kriteria di atas karena sudah dilakukan oleh lembaga-lembaga investasi ini.

Banyak sekali lembaga yang bisa dijadikan referensi, salah satunya adalah Propertree, kalian bisa tahu lebih rinci dengan mengunjungi websitenya. 

Semangat ya, milenial!

Baca juga: BSD Innovation Labs Siap Dukung Startup Proptech!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

Hunian Masih Jadi Bisnis Menjanjikan

Dari beberapa kebutuhan pokok, tempat tinggal menjadi salah satu kebutuhan dengan permasalahan yang masih belum terselesaikan dengan baik

Rabu, 16 Mei 2018 | 02:13 WIB
LATEST ARTICLE

Siklus Membaik

Ternyata pengetahuan yang kita miliki itu sejatinya adalah hasil saling transfer antar kita...

Rabu, 11 September 2019 | 08:15 WIB

Perubahan Lintas Generasi

Mereka adalah kelompok anak muda yang ingin “dianggap eksis”. Mereka tidak ingin dianggap hanya sekedar pelengkap dari segala sesuatu yang selama ini harus ditentukan oleh orangtua.

Minggu, 30 September 2018 | 08:45 WIB

Langit Runtuh dari Dalam

Perusahaan bisa saja goyah. Bukan terutama karena diganggu pesaing, melainkan karena kesalahan sendiri.

Minggu, 16 September 2018 | 15:25 WIB

Jangan Bilang-Bilang

Teknologi benar-benar telah memorakporandakan kata "rahasia perusahaan". Apalagi ada banyak karyawan yang suka menceritakan gosip di dalam perusahaan, walaupun kalimatnya selalu dimulai dengan: "Jangan bilang-bilang...!"

Minggu, 9 September 2018 | 10:25 WIB

Command Center, Smart City & AI

Kadang Command Center hanya jadi tempat foto bersama kunjungan tamu. Saat ada tamu dihidupkan, setelah tamu pulang mati lagi.

Senin, 20 Agustus 2018 | 11:50 WIB

Kopi, Koin dan Kriptografi

Pernahkah Anda minum kopi dengan nama Sigarar Utang? Konon, kopi dari Tapanuli Utara ini kalau diterjemahkan berarti “pelunas hutang” atau “pembayar hutang”

Jumat, 16 Maret 2018 | 03:41 WIB

Selamat Datang TV Everywhere

Perhatikan apakah dalam 1 minggu, anak Anda masih duduk manis di depan TV menyaksikan acara kesayangannya? Kalau masih, berapa jam per minggu ia duduk di depan TV? Atau malah dalam seminggu sama sekali mereka tidak menonton televisi

Jumat, 25 Agustus 2017 | 02:08 WIB