LogoDIGINATION LOGO

Respons Cepat Pihak Grab dan Gojek atas Tewasnya Affan Kurniawan, Bentuk Strategi Komunikasi Krisis

author Oleh K Ghaluk Verrell Widiatmoko Minggu, 31 Agustus 2025 | 08:43 WIB
Share
Ilustrasi: Pihak Grab Indonesia dan Gojek menunjukkan reaksi yang cepat atas peristiwa tewasnya mitra pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.
Share

Satu kabar duka dari jalanan di Jakarta, dan dalam sekejap, timeline media sosial dipenuhi dengan berita-berita mengenai Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob dalam bentrokan massa di depan Rumah Susun Bendungan Hilir II Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Kabar ini membuat solidaritas masyarakat maupun sesama pengemudi online bergema di jalanan dan makin nyaring di media sosial, seperti Twitter (X), Instagram, sampai TikTok.

Jumat pagi (29/8/2025), lautan massa dari pengemudi ojek online terlihat melintas dari rumah duka di kawasan jalan Blora, Menteng, untuk mengantar jenazah Affan Kurniawan ke peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

 

Respons Cepat Pihak Grab dan Gojek melalui Media Sosial

Meskipun saat peristiwa terjadi Affan tampak mengenakan jaket Gojek, belakangan diketahui bahwa pemuda berusia 21 tahun itu merupakan mitra ganda Grab dan Gojek.

Bahkan, Grab Indonesia yang pertama kali memberikan pernyataan bahwa Affan Kurniawan merupakan mitra mereka pada Jumat (29/8/2025) pukul 03:59. Melalui unggahan di akun resmi X @GrabIndonesia, pihak Grab juga memberikan pernyataan belasungkawa secara resmi.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 07:49, Gojek juga mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun X @gojekindonesia bahwa Affan Kurniawan juga merupakan mitra pengemudinya. 

Melalui pernyataan resminya, Grab Indonesia tidak hanya menyampaikan keprihatinan terhadap insiden yang menimpa rekan pengemudi ojol tersebut. Grab menyebut fokus utamanya saat ini adalah memberikan dukungan sepenuhnya, termasuk santunan bagi para rekan pengemudi serta keluarga yang terdampak.

"Bagi kami, setiap Mitra adalah bagian penting dari keluarga besar ojol, baik Mitra Grab yang sedang dirawat (rekan Moh Umar Amarudin), maupun Mitra ojol terdaftar di Grab yang meninggal dunia (rekan almarhum Affan Kurniawan).

"Kami berterima kasih atas perhatian, doa, dan dukungan dari seluruh pihak. Kami berharap keluarga yang terdampak dapat diberikan ruang dan ketenangan, serta mari bersama menjaga empati dan memastikan suasana tetap kondusif demi keselamatan bersama," demikian bunyi pernyataan tersebut.

 

Kunjungan Langsung Jadi Jembatan Empati

Setelah berita tewasnya Affan meluas, Direktur Public Affairs & Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Ade Mulya tampak mengunjungi ruang jenazah RSCM di mana jenazah Affan disemayamkan, pada Jumat dini hari (29/8/2025).

Affan Kurniawan diketahui merupakan salah satu mitra Gojek. 

"Berdasarkan hasil verifikasi dan investigasi internal yang kami lakukan dengan pihak berwenang, kami sampaikan Affan Kurniawan merupakan mitra Driver Gojek," kata Ade melalui keterangan resminya pada saat yang sama.

Ia juga menyampaikan duka cita pada keluarga Affan dan rekan mitra pengemudi lainnya. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam serta simpati tulus kepada keluarga yang telah ditinggalkan," kata Ade, seperti dikutip Tempo.co.

Ade memastikan seluruh proses autopsi dan visum serta biaya pengurusan jenazah Affan telah ditanggung pihak Gojek, termasuk memberikan santunan untuk keluarga. GoTo disebutnya akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang mengenai penanganan insiden ini.

"Ini bentuk dukungan kami," tegasnya.

Sedangkan Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Patrick Walujo, tampak melayat di rumah duka beberapa jam kemudian. Patrick, yang mengenakan pakaian serba hitam, menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada pihak keluarga dan mengungkapkan rasa duka mendalam atas peristiwa yang menimpa Affan.

Strategi Komunikasi Krisis

Respons seperti ini bukan hanya merupakan act of humanity, tetapi juga strategi komunikasi krisis (crisis communication strategy). Kecepatan dan ketepatan respons merupakan dua elemen kunci dalam mengelola krisis. Khususnya, di era media sosial yang begitu cepat.

Kecepatan respons dibuktikan dengan identifikasi korban, serta pernyataan resmi yang dikeluarkan kurang dari 24 jam dari kejadian. Hal ini menunjukkan keseriusan Gojek dan bahwa perusahaan tidak menghindar dari tanggung jawab.

Empati yang ditunjukkan dengan hadir secara langsung di ruang jenazah dan di rumah duka dilakukan untuk mempertahankan kepercayaan publik dan komunitas mitra pengemudi ojol.

Baik Grab maupun Gojek juga menunjukkan akuntabilitas dengan kesiapan untuk memberikan santunan dan pendampingan hukum bagi keluarga korban.

Komunikasi krisis juga dilakukan untuk mengendalikan narasi dan mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat. Perhatian juga diarahkan pada tindakan konkret yang dilakukan perusahaan, dan bukan pada insiden itu sendiri.

Melalui respons yang cepat dan strategis, Gojek dan Grab sama-sama meminimalkan dampak negatif terhadap reputasi perusahaan.

 

 

  • Editor: Dini Adica
  • Sumber: Detik, Tempo.co, Liputan6
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE