Affiliate Jadi Mesin Baru Dongkrak Omzet, Ini Tips Affiliate untuk Seller!
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Perusahaan startup di bidang teknologi properti (proptech) di Asia Pasifik telah melampaui rekan mereka di Eropa dan Amerika Serikat dengan jumlah total 179 startup yang telah berhasil mengumpulkan dana investasi sekitar US$ 4,8 miliar atau kisaran Rp 64,9 miliar sejak 2013.
Menurut laporan baru dari Jones Lang LaSalle (JLL), perusahaan finansial dan profesional dalam bidang real estate, investasi ini mewakili lebih dari 60% investasi proptech di seluruh dunia.
Salah satu konsultan properti international, Clicks and Mortar merilis temuan barunya bertajuk Pengaruh Perkembangan Proptech. Rilis ini menganalisis keadaan proptech dan potensi pertumbuhannya di 13 pasar di seluruh Asia Pasifik.
Dikeluarkan oleh JLL dan ditulis oleh Tech In Asia, laporan tersebut juga mengungkapkan perkiraan pertumbuhan proptech di kawasan Asia Pasifik, dan memperkirakan jumlah dana investasi pada tahun 2020 akan mencapai US$ 4,5 miliar per tahunnya atau setara Rp 60,8 miliar.
Proptech merupakan perpaduan antara kata properti dan teknologi yang mengacu pada penerapan teknologi untuk menghadapi tantangan di industri real estate.
“Teknologi dan real estate bersatu dengan cara yang menarik. Kami sudah melihat potensi analisis data, kecerdasan buatan, the Internet of Things, Virtual Reality, dan blockchain yang dapat mengubah cara kita berinvestasi dan menempati real estate di masa depan,” kata Anthony Couse, CEO, JLL Asia Pacific.
Hasil laporan tersebut menunjukkan bahwa terdapat banyak potensi untuk proptech di Asia Pasifik. Dengan berkembangnya generasi muda, pertumbuhan urbanisasi, dan pola pikir 'mobile first'. Kondisi-kondisi ini dapat mempercepat pertumbuhan sektor baru dan membawa peningkatan efisiensi dan pengalaman yang lebih baik bagi para pengguna teknologi.
Menariknya, laporan tersebut menunjukkan Cina dan India muncul sebagai dua pasar terbesar untuk startup proptech berdasarkan pada nilai pendanaan dan total jumlah transaksi. Mereka yang berada di Cina mengumpulkan dana investasi terbanyak, yaitu sekitar US$ 3,02 miliar atau kisaran Rp 40,8 miliar, lebih dari 60% dari total dana di Asia Pasifik dengan 34 transaksi.
India memiliki jumlah startup proptech tertinggi di Asia Pasifik dengan 77 transaksi dengan total nilai pendanaan US$ 928 juta atau sekitar Rp 12,5 miliar.
Laporan ini mengungkapkan bahwa proptech di Asia Pasifik telah berkembang secara signifikan sejak pertama kali muncul di tahun 2007 dengan listing startup properti residensial. Dengan keadaan ini, proptech akan mulai melayani kebutuhan perusahaan besar dan sektor real estate komersial.
Proptech melayani empat pasar utama, yaitu Brokerage dan Leasing, Investasi dan pendanaan, Pengembangan Proyek dan Manajemen Properti. Lebih dari setengah atau 52% startup yang telah mengumpulkan dana sejak tahun 2013 berasal dari kategori brokerage dan leasing, di mana mereka berfungsi sebagai marketplace untuk para broker, pemilik dan pembeli properti.
Anthony Couse juga mengatakan bahwa yang menarik bagi perusahaan seperti JLL adalah semakin banyak perusahaan startup yang bermunculan dan dapat memiliki solusi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan-perusahan besar.
“Begitu kita mulai melihat penerapan teknologi seperti pencetakan 3D, robotika, dan drone bersamaan dengan pertumbuhan Smart City di Asia, maka hal ini dapat mentransformasi industri real estate," tambahnya.
Berdasarkan matriks analisis The Total Investasi Real Estate Universe yang dikembangkan secara khusus oleh JLL dan Digital Savviness yang ditetapkan oleh World Economic Forum’s Networked Readiness Index, Tech in Asia memproyeksikan bahwa negara-negara dengan potensi tertinggi untuk memiliki unicorn—atau yang disebut dengan miliar dollar startup—di Asia Pasifik, yaitu terdapat di Cina dan Jepang.
“Kami telah memperhatikan bahwa Cina telah memiliki unicorn proptech, khususnya di wilayah Lianjia yang berhasil mendapatkan dana dari investor sebesar US$ 1,69 miliar untuk bisnis brokerage yang berbasis teknologi. Dengan antusiasnya Cina dalam mengadopsi fintech dan pembayaran via mobile, pertumbuhan proptech diprediksi akan lebih banyak di Cina,” kata Terence Lee, Managing Editor Tech in Asia.
Selain Cina, Jepang sudah mempunyai pondasi untuk menciptakan miliaran dolar startup yang sukses karena keinginan yang tinggi untuk mengadopsi blockchain.
Sementara itu, di tengah banyak startup yang bergerak di bidang e-commerce dan gaming, diprediksi proptech berpotensi dan menjadi salah satu sektor kunci yang harus kita perhatikan dalam tiga sampai lima tahun ke depan.
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB