LogoDIGINATION LOGO

Jika Tak Berinovasi, 5 Industri di Amerika Serikat Ini Terancam Bangkrut

author Oleh Desy Yuliastuti Selasa, 22 Agustus 2017 | 02:04 WIB
Share
Kendaraan canggih dari masa depan seperti di film sci-fi kini tak sekadar impian
Share

Kendaraan canggih dari masa depan seperti di film sci-fi kini tak sekadar impian. Bukan tak mungkin sebentar lagi mobil tanpa sopir akan melenggang bebas di jalan raya. Banyak pabrikan otomotif dan perusahaan teknologi terkemuka, seperti Google, Apple, dan Mercedes Benz bersaing ketat menciptakan self-driving car untuk menyusul Tesla S yang dibenamkan mode autopilot.

Inovasi mutakhir ini tentu membawa kemudahan, terutama bagi mereka yang menyukai kepraktisan. Namun, di lain sisi beberapa sektor industri akan akan menghadapi gejolak serius. Seperti dikutip dari laman CB Insight, setidaknya ada beberapa lini bisnis di Amerika Serikat yang akan mengalami krisis jika tak mampu beradaptasi dengan pasar.

Asuransi
Kendaraan self-driving car jauh lebih aman karena bisa berjalan secara otomatis mengikute rute yang ditentukan dan dibekali sensor untuk menghindari objek di depannya. Para pengamat memprediksi angka kecelakaan akan berkurang hingga 90 persen. Menyiasati hal ini, beberapa perusahaan asuransi di AS mulai memberlakukan kebijakan biaya asuransi berdasarkan jarak berkendara dan kebiasaan mengemudi konsumen.

Bengkel Otomotif
Minimnya angka kecelakaan berarti akan lebih sedikit konsumen yang memperbaiki kendaraan. Para pengembang software, seperti startup Zubie pun mulai mengembangkan perangkat lunak yang mampu mengkalibrasi mesin dan memberi informasi perawatan yang diperlukan sejak dini untuk menghindari perbaikan yang lebih mahal.

Suku Cadang Kendaraan
Tak hanya mengurangi kecelakaan, kecerdasan buatan seperti sensor pengereman akan mengurangi keausan permukaan kampas rem mobil. Secara tak langsung pergantian suku cadang akan mengalami penurunan. Sementara produsen suku cadang harus bersaing dengan perusahaan teknologi seperti Nvidia yang bekerjasama dengan pabrikan mobil ternama untuk membuat sistem self-driving car.

Hotel
Masa depan industri perhotelan sebenarnya sudah bsia terlihat saat ini. Banyak wisatawan yang mulai mencari alternatif penginapan, seperti Air BnB saat berlibur. Dengan mengaspalnya mobil tanpa sopir diprediksi juga akan mengurangi tingkat hunian karena pelanggan akan memilih untuk tidur di mobil tanpa sopir selama perjalanan.

Pelayanan Kesehatan
Salah satu kelebihan self-driving car yang banyak mendapatkan pujian adalah kemampuannya membuat jalanan lebih aman. Sistem dan jaringan yang saling terhubung pada mobil tanpa sopir secara otomatis mampu menghindari benturan atau tabrakan dengan objek di sekitarnya. Dengan menurunnya angka kecelakaan, industri kesehatan AS terancam kehilangan 500 miliar dolar setahun.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: cbinsights.com
TAGS
LATEST ARTICLE

Ekonomi Digital Indonesia, Dari Market Place ke Services

Berdasarkan kajian Google, Temasek dan Bain & Company, Indonesia punya potensi ekonomi digital yang paling tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Bagaimana agar potensi tersebut dapat diraih?

Senin, 17 Februari 2020 | 17:24 WIB

Penerapan Artificial Intelligence di Tokopedia

Artificial Intelligence menjadi salah satu hal yang akan terus menjadi tren pada tahun ini. Bagaimana penerapan AI pada salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia?

Kamis, 6 Februari 2020 | 14:47 WIB

Digitalisasi UKM

99,2% pelaku usaha berskala UKM, membangun perekonomian berarti memberikan dukungan bagi UKM; yang salah satunya dengan Digitalisasi UKM

Jumat, 31 Januari 2020 | 14:31 WIB

Trend Teknologi 2020

Kemana arah perkembangan teknologi? Inilah trend teknologi yang akan berkembang pesat pada 2020

Selasa, 28 Januari 2020 | 13:05 WIB

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB