LogoDIGINATION LOGO

Yuk, Kembangkan IoT Bersama ASIoTI!

author Oleh Alfhatin Pratama Kamis, 13 Juni 2019 | 08:15 WIB
Share
Ilustrasi IoT (shutterstock)
Share

Asosiasi IoT Indonesia (ASIoTI) terbentuk Desember 2018. Mereka menjalankan berbagai kegiatan seperti sosialisasi IoT, pendidikan dan pengembangan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada semua pemangku kepentingan. Tujuan utama ASIoTI untuk membantu pemerintah dengan memberikan perspektif terkait kebijakan IoT, termasuk standardisasi dan sertifikasi yang semakin banyak dibutuhkan di kemudian hari.

Sebenarnya, apa sih IoT? "IoT atau Internet of Things adalah teknologi yang menghubungkan sesuatu dengan sesuatu menggunakan jaringan teknologi informasi atau TIK," ujar Teguh Prasetya, Ketua ASIoTI di Jakarta (16/5).

Lebih lanjut Teguh menyatakan, IoT dinilai penting untuk ekonomi digital karena merupakan landasan dasar pertumbuhan Industri 4.0. IoT juga memberikan benefit lebih kepada masyarakat luas, baik sektor bisnis, industri, maupun consumer.

Baca juga: Philips Mulai Gunakan IoT pada Produknya

Ilustrasi penggunaan IoT (shutterstock)
Menurutnya, ada tiga keunggulan utama yang dimiliki IoT. Pertama, efisiensi biaya operasional yang signifikan. Kedua, meningkatkan produktivitas karena bisa dikatakan tidak perlu di-manage ketika diimplementasikan. Terakhir, dapat meningkatkan revenue dan inovasi.

Di Indonesia, perkembangan IoT disambut baik berbagai pihak. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 1 Tahun 2019 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas, yang di dalamnya juga mengatur frekuensi dan standardisasi perangkat IoT.

Dengan peraturan ini pelaku industri diharapkan dapat segera menyiapkan infrastruktur dan dapat berkolaborasi dengan semua pihak dalam mendukung terwujudnya ekosistem IoT untuk mendukung Industri 4.0.

Baca juga: UI dan Telkomsel Luncurkan Spekun, Bike Sharing Berbasis IoT

Ilustrasi penggunaan jaringan IoT (shutterstock)
Selain itu Teguh menambahkan tiga poin untuk mengaplikasikan IoT agar industri dapat berkembang. Pertama, kolobarasi antar stakeholder yang mendukung. Kolaborasi dengan penyedia device, perangkai device, makers, penyedia jaringan dan penyedia gateway. Tak lupa juga penyedia platform private cloud atau public cloud, dan penyedia aplikasi sesuai segmen tertentu. Semua pihak harus berkolaborasi, baik secara nasional maupun global. Dengan adanya kolaborasi ini tentunya akan sangat mendukung terciptanya ekosistem yang menyeluruh.

Kedua, sumber daya manusia (SDM) yang memiliki mindset untuk bisa membuat dan mempopulerkan IoT, juga yang memiliki kemampuan dan telah tersertifikasi. Terakhir adalah proses itu sendiri. Proses pelatihan, pemberian sertifikasinya, proses membuat ekosistem dan SDM menjadi matang sehingga pemanfaatan IoT tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomis tapi juga sosial dan lainnya.

Sebagai penutup, Teguh mengajak khalayak untuk bergabung dengan ASIoTI. "Kami semua sudah online. Bisa dilihat di Instagram, Facebook, atau grup publik di Telegram," katanya.

Menjadi anggota ASIoTI juga mudah, lho, tidak ada persyaratan khusus. Hal terpenting adalah memiliki kemauan dan kemampuan untuk bersama-sama mengembangkan IoT di Indonesia. Bentuk keanggotaannya bisa korporasi maupun perorangan. Dengan demikian, ASIoTI membuka seluas-luasnya keanggotaan kepada masyarakat Indonesia yang berminat berkembang bersama dan mengembangkan IoT di Tanah Air.

Tertarik untuk gabung? Klik tautan ini atau bit.ly/MemberASIOTI

Baca juga: Dorong Adopsi IoT, SAP Gandeng 18 Mitra Global Baru

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Ini Dia Konsep Smart City ala TIBCO!

Konsep smart city banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan, salah satunya TIBCO Software Inc. Seperti apa sih konsepnya?

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:15 WIB