LogoDIGINATION LOGO

Akselerasi Industri 4.0, Telkomsel Luncurkan Pusat Inovasi IoT Lab Pertama di Indonesia

Oleh Desy Yuliastuti Rabu, 25 Juli 2018 | 07:27 WIB
Share
Telkomsel memperkuat keseriusannya dalam mengembangkan Internet of Things (IoT) dengan meluncurkan program Telkomsel Innovation Center (TINC) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/7/2018)
Share

Telkomsel memperkuat keseriusannya dalam mengembangkan Internet of Things (IoT) dengan meluncurkan program Telkomsel Innovation Center (TINC) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Program ini merangkum berbagai kegiatan dalam membentuk ekosistem IoT Indonesia, berupa penyediaan laboratorium IoT, program, dan bootcamp bersama expertise di bidang IoT, serta networking access bagi para startup, developer, serta system integrator dengan para pemain industri terkait.

Vice President Corporate Planning Telkomsel Andi Kristianto mengatakan, IoT menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung roadmap pemerintah Indonesia “Making Indonesia 4.0”. Hadirnya TINC sekaligus meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan untuk menghadapi tren IoT secara global.

“Program TINC kami inisiasi untuk menciptakan ekosistem IoT yang matang, yang dapat mendukung terciptanya produk siap pakai yang juga layak jual secara bisnis bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk melakukan transformasi digital dan senantiasa menjadi yang terdepan dalam menerapkan perkembangan teknologi bagi masyarakat Indonesia, ” ungkap Andi.

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah dalam sambutannya mengatakan bahwa inisiasi TINC bertujuan untuk menciptakan ekosistem IoT yang matang. "Telkomsel ingin terus membangun jaringan yang ada termasuk IoT," ujar Ririek.

Ririek menambahkan, TINC sebenarnya sudah lama dipersiapkan bahkan sudah digunakan sejak program Spekun bike sharing di Universitas Indonesia hasil kolaborasi bersama Banopolis. Selain itu, telah diuji pada automatic fish feeder/aqua culture solution bagi petani dan petambak di berbagai daerah berkolaborasi bersama eFishery, dan smart bin waste management system bersama Danone dan Alfa Mart.

Beberapa solusi bisnis lainnya yang akan segera masuk ke tahap komersialisasi antara lain adalah smart metering, dan remote tank monitoring. Ririek optimis cakupan IoT tidak terbatas dan TINC juga berfokus menyediakan solusi untuk permasalahan sehari-hari.

Baca juga: Smartphone Bisa Buat Kolam Ikan Lebih Produktif

-

Akselerasi Industri 4.0

"Bicara ICT dan IoT termasuk di dalamnya ada tiga komponen ekosistem yang dibangun, DNA, Device Network, dan Aplication. Kami tak mungkin sendiri, jadi kami menggandeng berbagai pihak.  Fokusnya kepada hal-hal untuk menyediakan solusi untuk permasalahan sehari-hari. Ada pertanian dan perikanan seperti yang dipakai e-Fishery, dengan IoT bisa pasang sensor pengendali dan akan mengatur keran untuk air atau pupuk sehingga hasilnya maksimal,” tambah Ririek.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menyambut baik hadirnya Telkomsel Innovation Center untuk mendukung “Making Indonesia 4.0”. Pengembangan IoT menjadi penting sejalan revolusi industri keempat.

Memasuki Industri 4.0 pemerintah menyiapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan, yakni makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronika, dan kimia.

“Revolusi ketiga yang dikenal automasi masih ada human to machine, tapi di revolusi industri keempat saatnya machine to machine communication. Revolusi industri ketiga jadi cikal bakal globalisasi. Saat itu orang sama sama galaunya seperti saat ini menghadapi revolusi industri keempat, tapi yang paling penting saat ini adalah mengatasi dan mengelola perubahan,” kata Menperin dalam keynote speech-nya.

IoT secara nyata akan menghadirkan solusi atas kebutuhan industri maupun masyarakat. IoT telah merevolusi gaya hidup serta menggabungkan dunia fisik dengan dunia digital, yang selanjutnya menawarkan sejumlah peluang dan tantangan baru bagi kalangan bisnis, pemerintahan, dan juga konsumen perorangan.

Baca juga: Industri 4.0 Akan Ciptakan Efisiensi Produksi

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB