LogoDIGINATION LOGO

Artificial Intelligence Akan Gantikan Peran Manusia? Masa, Sih?

Oleh Dikdik Taufik Hidayat Rabu, 24 April 2019 | 16:01 WIB
Share
Elemen-elemen Artificial Intelligence
Share


Teknologi tak akan pernah menggantikan interaksi manusia dan pengalaman pelanggan, ia ada untuk mendukungnya. Peran robotika dalam keuangan lebih untuk menggantikan pekerjaan sistemis dasar dan membantu membuat keputusan yang lebih tepat.

"Ketika membahas fungsi keuangan masa depan, robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan mengambil alih analitik, big data, analisis tren dan manajemen risiko untuk meminimalisir kesalahan manusia," ujar Rebecca Livesey, Founder and Managing Director of Achieve-Lead-Succeed.

Lebih lanjut, kata Rebecca, AI juga memungkinkan organisasi dan bisnis saling berkolaborasi untuk tumbuh. Hal ini memungkinkan wirausahawan untuk menginvestasikan lebih banyak waktunya dalam elemen-elemen yang AI berjuang untuk lakukan saat ini, seperti strategi, kreativitas, dan pemikiran ke depan. Robotika akan menghilangkan pekerjaan administrasi dan sistem dasar yang diisi banyak karyawan. Lebih jauh, organisasi dapat meminimalisir kesalahan dari sistem mereka dengan adanya AI dan memaksimalkan kualitas kerja karyawan.

Baca juga: AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Mengapa itu Penting?

Ada banyak sekali contoh kegiatan sehari-hari yang akan lebih efisien dan lebih sedikit memakan waktu daripada mengandalkan input individu. AI menghilangkan kemungkinan yang umum terjadi pada karyawan: membuat kesalahan, kadang-kadang sakit dan mungkin juga kurangnya motivasi.

Dengan AI, pemrosesan akhir bulan akan benar-benar tertata rapih. Data yang berbeda dan sistem operasional dapat dengan mudah dihubungkan sehingga berbagi informasi antar divisi menjadi lebih lancar, dan proses anggaran tahunan jauh lebih sederhana dan lebih cepat.

"Ini berarti checks and balances dan mitigasi risiko yang dihadapi banyak wirausahawan dalam tim keuangan mereka jauh lebih efisien meskipun sumber dayanya lebih sedikit," sambung wanita yang tinggal di Australia ini.

Baca juga: Lebih Dekat Dengan Pelanggan Berkat AI? Bisa!

Rebecca Livesey, Founder and Managing Director of Achieve-Lead-Succeed

Perubahan yang Diperlukan

Apa yang akan berubah? "Wirausahawan perlu merekrut orang dengan keterampilan yang berbeda untuk mengisi peran strategis ini atau berinvestasi signifikan dalam pelatihan. Saat ini, banyak divisi keuangan tidak memprioritaskan keterampilan strategis, tetapi jika mereka melihat ke masa depan, dan merencanakan ke depan, mereka tentu akan melakukannya," tambah konsultan strategi dan kepemimpinan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun ini.

Para wirausahawan dituntut untuk menjadi lebih dari sekadar pemikir strategis dan maju: mereka harus tahu bagaimana melibatkan orang-orang, memiliki keterampilan dalam pemecahan masalah yang kompleks, memberikan pemikiran penilaian dan mempertimbangkan semua perspektif. Seorang Chief Financial Officer (CFO) yang memiliki latar belakang pemikiran strategis dan kepemimpinan mungkin lebih cocok daripada seseorang yang memiliki latar belakang keuangan umum tapi kurang memiliki pandangan ke depan.

Sementara peran CFO dalam bisnis tradisional bergerak lebih ke arah pemimpin strategis dengan keterampilan orang-orang yang fantastis, di bawahnya organisasi terbaik akan melibatkan spesialis yang ahli dalam bidang teknis mereka. Hal ini meliputi ahli keuangan murni, ilmuwan data, pakar AI yang bertindak sebagai penasehat khusus dan memberi saran pada pekerjaan tetapi tidak harus memimpin orang. Cara ini memberi penghargaan kepada orang-orang umum dan yang memiliki keahlian teknis serta menyediakan jalur karier untuk keduanya.

Baca juga: Sebagai Investasi Bisnis, IoT Butuh Aspek Data Waktu

Ilustrasi Chief Financial Officer menggunakan AI
Sebuah organisasi masa depan dikepalai seorang pemimpin strategis dan berpikiran maju yang dapat mengarahkan organisasi. Timnya terdiri dari para ahli dan manajer yang brilian secara teknis dan dapat mengelola tim dan pekerjaan mereka — mengingat itu adalah bidang keahlian mereka. "Wirausahawan bertanggung jawab untuk memimpin dan terhubung dengan orang-orang sehingga koneksi dan keterlibatan manusia tidak hilang dengan adanya teknologi dan otomatisasi," tukas Rebecca.

Kemampuan untuk melihat masalah dan menyelesaikannya secara kreatif akan diperlukan dari CFO dan tim mereka, dan untuk memulai ini sejak dini akan membuat transisi lebih mulus bagi wirausahawan.

Karyawan perlu belajar bagaimana menjadi pemikir strategis dalam organisasi, dan jika ini tidak terjadi secara alami, mereka perlu melakukan beberapa pelatihan di bidang ini. "Ini bukan tentang keterampilan atau pengalaman teknis tertentu, tetapi memiliki orang-orang hebat, kepemimpinan, dan keterampilan pemecahan masalah strategis yang akan membuat CFO hebat. Dengan demikian hal tersebut menciptakan landasan yang kuat untuk bisnis yang aman secara finansial ketika AI mengubah cara mengelola tim keuangan," pungkas peraih gelar Master of Arts dalam bidang Matematika dari Universitas Oxford ini.

Memungkinkan untuk diterapkan? Yuk!

Baca juga: Command Center, Smart City & AI

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: entrepreneur.com, Achieve Lead Succeed, The Coaching Institute
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB