LogoDIGINATION LOGO

Yakin, Strategi Beriklanmu Sudah Oke?

author Oleh Desy Yuliastuti Jumat, 31 Agustus 2018 | 12:30 WIB
Share
Head of Digital Moka, Ferdi Anggriawan dalam acara A Cup of Moka di Yogyakarta, Sabtu (25/8/2018).
Share

Strategi beriklan merupakan satu di antara berbagai jenis pemasaran yang dapat dijalankan oleh para pelaku usaha. Iklan dinilai masih menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi mengenai produk dan jasa yang akan dijual.

Apalagi di era digital saat ini, banyak platform yang menunjang strategi untuk mengiklankan bisnis kita. Namun, sebelum promosi kita harus memahami bahwa pemasaran digital membutuhkan strategi yang berbeda dibanding pemasaran tradisional.

Menurut Head of Digital Moka, Ferdi Anggriawan, tiga hal utama yang perlu diingat sebelum memasarkan produk dan jasa dari bisnis yang dijalani adalah menciptakan strategi retensi, mengatur pesan utama dalam pemasaran sebelum memilih media yang tepat, serta optimisasi pemasaran melalui kanal digital.

“Di Amerika Serikat, misalnya, satu orang melihat setidaknya 4.000 iklan dalam satu hari. Sudah menjadi tugas utama bagi para pelaku usaha untuk dapat mendefinisikan cara yang efektif untuk mengiklankan produknya di era yang penuh distraksi ini,” ujar Ferdi dalam diskusi edukatif bersama UKM di Yogyakarta, Sabtu (25/8) lalu.

Baca juga: Setengah dari Tenaga Marketing Akan Digantikan Mesin Kecerdasan Buatan

Ferdi melanjutkan, strategi retensi merupakan sekumpulan inisiatif untuk mengurangi jumlah pelanggan yang pindah atau berhenti menggunakan produk maupun jasa dari bisnis yang dimiliki. Strategi ini dalam bisnis juga sangat berpengaruh untuk menjadikan bisnis, khususnya bagi UKM, menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Untuk eksekusinya, setelah menentukan strategi retensi yang tepat, penentuan pesan utama untuk iklan bisnis bisa didapatkan dengan cara segmentasi konsumen agar para pelaku bisnis dapat memberikan pesan yang tepat.

“Setelah menentukan pesan utama, pelaku usaha dapat manfaatkan channel digital karena lebih mudah dalam mengontrol budget, segmentasinya bisa diatur, dan mendapatkan manfaat yang bisa dikalkulasi dengan lebih efektif,” lanjut Ferdi.

Baca juga: Stickearn, Startup Anak Negeri Hadirkan Solusi Jitu Iklan Luar Ruang

Dalam penerapannya, strategi ini pernah digunakan oleh Dedy Apriady, pemilik coffee shop ‘Lantai Bumi’ dan ‘Culturehead Coffee’. Strategi yang dijalaninya saat itu adalah melalui integrasi dengan aplikasi modern.

“Mempertahankan pelanggan bisa dimulai dengan cara mengetahui apa yang mereka inginkan dan juga membaca keperluan pasar dengan bantuan teknologi,” ucap Dedy yang berhasil membangun kembali kedai kopi yang kedua dalam jangka waktu satu tahun.

Menurut penelitian dari Harvard Business School, meningkatkan retensi pelanggan sebesar 5% bisa menghasilkan keuntungan 25 - 95%. Artinya, menjaga tingkat retensi pelanggan memang menjadi satu bagian terpenting dalam strategi pengembangan bisnis, tapi intinya tetaplah menjaga hubungan baik dengan customer. Yuk, mulai dari sekarang!

Baca juga: Iklan Jadi Lebih Mudah Dengan Platform Baru

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

Nielsen: Separuh Iklan di Media Digital Salah Sasaran

Lembaga riset Nielsen melaporkan temuan terbarunya yang menyebutkan bahwa persentase ketepatan sasaran iklan di media digital untuk jenis platform atau network hanya 40%, sementara untuk jenis media website digital sebanyak 60%

Kamis, 15 Februari 2018 | 08:18 WIB

ADSvokat, Inovasi Beriklan Berbasis Ekonomi Berbagi

Melihat banyaknya potensi kaum muda yang belum digali terkait dengan penggunaan media digital, Daniel Tumiwa, salah satu pakar e-commerce di Indonesia, mengembangkan ADSvokat

Selasa, 6 Maret 2018 | 10:22 WIB

Tips Membangun Iklan Bersama Kreator YouTube

Era digital mengubah banyak hal dalam kehidupan kita, termasuk di dalamnya keberhasilan YouTube mengubah cara pandang masyarakat menikmati media hiburan

Senin, 14 Mei 2018 | 02:50 WIB

Iklan Jadi Lebih Mudah Dengan Platform Baru

Delapan belas tahun lalu, Google memiliki ide untuk membuat bisnis terhubung secara online dengan lebih mudah, sehingga tercetus sebuah platform iklan yang disebut dengan Google Ads

Kamis, 28 Juni 2018 | 10:12 WIB
LATEST ARTICLE