LogoDIGINATION LOGO

Tips Membangun Iklan Bersama Kreator YouTube

Oleh Sukindar Senin, 14 Mei 2018 | 02:50 WIB
Share
Era digital mengubah banyak hal dalam kehidupan kita, termasuk di dalamnya keberhasilan YouTube mengubah cara pandang masyarakat menikmati media hiburan
Share

Era digital mengubah banyak hal dalam kehidupan kita, termasuk di dalamnya keberhasilan YouTube mengubah cara pandang masyarakat menikmati media hiburan.

Sebagai akibatnya, beragam perubahan tersebut tidak jarang memaksa banyak perusahaan juga melakukan pendekatan lain dalam melakukan banyak hal, termasuk dalam melakukan pemasaran.

YouTube yang semula hanya menjadi media hiburan pun kini telah menjadi salah satu media yang cukup ampuh untuk digunakan sebagai media iklan.

Dalam riset yang dilakukan Google bersama Kantar TNS, platform video online ini telah menjadi tempat dimana brand dapat berinteraksi dengan konsumennya.

Saat ini, banyak brand yang sudah mulai mengalihkan pemasarannya dengan menargetkan pengguna YouTube untuk menjaring banyak konsumen.

Head of Culture and Trends Youtube Kevin Alloca menyebutkan bahwa cultural trends bisa menjadi sarana mempelajari budaya modern yang dapat digunakan untuk mempermudah perusahaan dalam berkomunikasi dengan pelanggan.

Baca Juga:
Empat Tema Kunci Sukses Iklan di YouTube

Bahkan, menurut Kevin Alloca, kadang kala tren yang mundul di YouTube justru mendorong tren komersial yang beredar di pasaran.

Untuk melakukan identifikasi tren di YouTube, perusahaan dapat memulainya dengan menganalisis konten apa saja yang sering dicari, dibagikan, dan dikomentari di YouTube.

Selain itu, perusahaan atau brand dapat mengamati kreator yang berpengaruh, karena Google menemukan fakta kebanyakan mereka mengunggah video dengan beberapa kesamaan, termasuk tag dan pendekatan yang digunakan.

Google bahkan menemukan bahwa untuk mengidentifikasi tren masyarakat umum dapat dilakukan dengan mengamati topik yang sering menjadi perbincangan.

Yang terpenting dari semua itu, perusahaan yang ingin menggunakan pendekatan baru ini juga harus memperhatikan bahasa dan kesungguhan.

Beberapa kreator tidak begitu populer dikarenakan mereka menggunakan bahasa yang terlalu mengada-ada dan terlihat palsu di mata pengguna YouTube.

Sebagai media interaktif, yang siapapun dapat langsung menyampaikan opini di konten yang dibagikan, YouTube cukup bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan awareness dan transparansi dari suatu brand.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Google
TAGS
LATEST ARTICLE

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB