LogoDIGINATION LOGO

5 Hal Ini Bisa Digihealth Lakukan

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Selasa, 30 Oktober 2018 | 08:15 WIB
Share
Ilustrasi Digital Healthcare (shutterstock)
Share

Pelayanan kesehatan menemui babak baru. Di era digital ini, pelayanan kesehatan berbasis digital atau digital health (digihealth) terus dikembangkan. Teknologi modern dilibatkan guna meningkatkan mutu layanan kesehatan yang telah ada. Digihealth dinilai menawarkan cara-cara yang lebih efektif dan efisien dalam memantau kesehatan, berkonsultasi, mencari informasi kesehatan hingga memberikan kemudahan dalam mengakses rekam medis pasien.

Digihealth digadang-gadang menjadi solusi atas bermacam masalah layanan kesehatan yang ada selama ini, antara lain:

#1 Mengurangi Biaya 

Menurut U.S. Center for Medicare and Medicaid Services (CMS), biaya layanan kesehatan diperkirakan naik rata-rata 5,5% per tahun dari tahun 2017 hingga 2026. Digihealth hadir untuk memecahkan masalah tingginya biaya ini dan mendorong upaya pencegahan.

Penggunaan teknologi seperti sensor yang tertanam di smartwatch atau smartphone membantu monitoring real time tekanan darah, detak jantung, kadar glukosa darah dan menyediakan data analitik medis sebagai alarm pencegahan penyakit. Pada akhirnya pencegahan yang dilakukan dapat berpengaruh pada pengurangan biaya perawatan kesehatan. Seperti kata pepatah, "Mencegah lebih baik daripada mengobati."

Baca juga: Digihealth, Masa Depan Dunia Kesehatan

#2 Efisiensi Layanan Kesehatan

Industri layanan kesehatan berteknologi tinggi dengan menggunakan augmented reality dan pengurutan genom (informasi genetik organisme) terus didorong. Dalam industri ini, biaya pelayanan administrasi memiliki persentase paling besar bagi peningkatan biaya perawatan kesehatan. Untuk mengurangi inefisiensi ini teknologi membantu memodernisasi dan mendigitalisasi pencatatan data pasien termasuk rekam medik yang selama ini dilakukan manual.

Tentunya hal ini akan memudahkan pasien saat ingin berganti dokter atau rumah sakit, rekam medik dapat dikirim secara cepat dan lengkap. Teknologi yang sedang dikembangkan adalah penggunaan blockchain yang berguna untuk menyimpan dan membagikan rekam medik pasien secara aman sehingga privasi pasien dapat terlindungi.

Baca juga: Survei Microsoft: 77% Pemimpin Bisnis Kesehatan Percaya Digitalisasi Penting untuk Sukses

Ilustrasi Digital Healthcare (shutterstock)

#3 Meningkatkan Akses Kesehatan

Ketidakmerataan akses layanan kesehatan karena gap kondisi sosial ekonomi dan geografis dapat diatasi dengan penggunaan teknologi dalam gengaman melalui smartphone, laptop dan tablet. Teknologi ini dapat memfasilitasi janji bertemu dokter bahkan dapat menjadi solusi ketika pasien tidak bisa bertatap muka untuk berkonsultasi dengan dokter.

Adanya telemedicine dan e-visit memungkinkan pasien untuk berinteraksi dengan dokter secara visual. Pasien yang tinggal di lokasi terpencil dan sulit dijangkau dapat mengakses layanan kesehatan.

Baca juga: Fintech Connect, Ketika Kesehatan Bertemu Teknologi

#4 Meningkatkan Mutu Layanan 

Masalah yang selalu ada dalam industri kesehatan adalah pertanyaan mengenai kualitas layanan kesehatan: "Bagaimana pasien mendapatkan perawatan yang optimal hingga sembuh?" Tentu dalam menjawabnya memerlukan pendekatan multi aspek. Tapi dengan adanya teknologi, kualitas layanan kesehatan dapat ditingkatkan. Teknologi berperan dalam meminimalisir kesalahan yang akan memberikan efek negatif bagi pasien.

Adanya telehealth dan e-visit, misalnya, dapat memfasilitasi konsultasi dokter tanpa harus berkunjung secara fisik. Begitu juga dengan adanya data analitik, artificial intelligence dan machine learning yang mengambil peran mengidentifikasi lebih awal risiko penyakit atau komplikasi yang akan terjadi pada pasien.

#5 Pengobatan yang Sesuai

Bidang nanomedicine, aplikasi medis dari teknologi nano terus dikembangkan untuk memberikan obat khusus bagi pasien agar pengobatan lebih efektif. Dipadukan dengan teknologi sensor dan tracker untuk memonitor efek perawatan dan artificial intelligence untuk menganalisis data pasien, dapat membantu dokter menentukan perawatan terbaik untuk penyakit pasien secara spesifik dan membuat layanan kesehatan semakin efisien.

Baca juga: Sejumlah Startup Kesehatan Ikut Meriahkan HKN

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Forbes, Northeastern.edu
TAGS
RECOMMENDATION

6 Kebiasaan Kecil yang Mengganggu Kesehatan

Kebiasaan kecil yang sepertinya sepele ternyata bisa memicu masalah kesehatan yang tak bisa diremehkan. Misalnya, membunyikan jari tangan, menggigit kuku… apa lagi?

Selasa, 16 Oktober 2018 | 08:35 WIB

6 Manfaat Teh Hijau Bagi Kesehatan

Secangkir teh hijau hangat akan membantu mengatasi depresi. Tak cuma itu, teh hijau juga memiliki beragam manfaat kesehatan lainnya.

Rabu, 24 Oktober 2018 | 16:58 WIB
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB