LogoDIGINATION LOGO

Ingin Kerja di Perusahaan Jack Ma? Begini Kriterianya

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Senin, 22 Oktober 2018 | 16:15 WIB
Share
Ilustrasi Jack Ma (shutterstock)
Share

Untuk dapat membangun perusahaan besar, kamu harus memilih orang-orang yang tepat. Itulah yang dilakukan Jack Ma, orang di belakang raksasa teknologi Tiongkok, Alibaba. Untuk membuatnya sebesar sekarang membutuhkan proses yang panjang dan melelahkan. 

Di depan ratusan orang pada acara International Monetary Fund-World Bank di Bali pekan lalu, Jack Ma mengingatkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam merekrut karyawan di awal berdirinya Alibaba.

"Ketika mendapatkan pendanaan pertama saya sebesar USD 5 juta, saya merekrut banyak vice president dari berbagai perusahaan multinasional. Salah satu VP Marketing mendatangi saya dan memberikan sebuah proposal, "Pak, ini rencana pemasaran untuk tahun depan," kata Ma.

Baca juga: Sst... Bakal Ada Sekolah Entrepreneur Jack Ma di Indonesia!

Ternyata rencana yang dirancang VP Marketing tersebut menghabiskan biaya USD12 juta, melebih anggaran belanja yang dibuat. Karyawan tersebut mengatakan bahwa ia tidak pernah membuat rencana bisnis dengan anggaran dibawah USD10 juta.

"Jadi saya berkata, "Baiklah, itu bukan salahmu, itu salah saya," tambah Ma. Ma juga menyadari bahwa keputusannya untuk memperkerjakan orang-orang tersebut sama saja dengan memasang mesin Boeing 747 ke dalam traktor.

Belajar dari hal tersebut, Ma menyatakan beberapa kriteria karyawan yang akan direkrut bekerja dengannya.

Baca juga: Mengintip Sosok Pengganti Jack Ma

Bukan yang terbaik

Alibaba telah tumbuh menjadi raksasa e-commerce yang memiliki 80 ribu karyawan di seluruh dunia dan menjadi perusahaan paling menarik di China menurut perusahaan konsultan, Universum. Kesuksesannya selama ini karena ada aturan pertama Ma dalam merekrut karyawan yaitu menghindari orang-orang 'terbaik'.

"Saya tidak suka memperkerjakan orang yang datang sebagai ahli karena tidak ada ahli masa depan, mereka hanya akan menjadi ahli masa lalu. Tidak ada orang terbaik. Kamu harus melatih mereka menjadi yang terbaik," ungkap Ma.

Memiliki kemauan untuk terus belajar dan tidak takut untuk salah adalah yang utama, tambahnya. 

Baca juga: Pensiun Dari Alibaba, Jack Ma ke Mana, Ya?

Ilustrasi Alibaba Group (shutterstock)

EQ dan IQ

Bintang kelas tidak menjadi kualifikasi Ma dalam merekrut karyawannya. Nyatanya, Ma malah menghindari orang-orang tersebut.

Dalam buku 'Alibaba: The House That Jack Ma Built' yang ditulis oleh Duncan Clark dinyatakan bahwa Ma lebih suka memperkerjakan orang-orang yang bukan bintang kelas, menurut kutipan di Tech in Asia. Ma menjelaskan bahwa bintang kelas akan mudah frustrasi ketika menghadapi kesulitan di dunia nyata.

Meski begitu, para kandidat harus memiliki kecerdasan untuk beradaptasi pada lingkungan bisnis yang terus berubah, jelas  Ma. Ia cenderung menyukai orang-orang dengan kecerdasan emosional lebih karena orang-orang tersebut umumnya memiliki kemampuan memimpin dan bagus dalam bekerja tim.

"Kamu harus memiliki EQ untuk bekerja, dan kamu harus memiliki IQ agar mengetahui apa yang sedang kamu lakukan," katanya.

Baca juga: Intip Lima Rahasia Sukses Membesarkan Startup Ala Jack Ma

Orang yang optimis

Ma selalu optimis, suatu sifat yang sangat membantunya dalam membangun Alibaba hingga sebesar sekarang. Menjadi optimis dapat membantumu mengubah situasi yang menantang menjadi menguntungkan, katanya. "Sebagai pengusaha, jika tidak optimis, kamu tidak akan berhasil," kata Ma. "Jadi kandidat yang saya pilih, mereka yang selalu optimis."

Baca juga: Bos Alibaba, Jack Ma Resmi Jadi Penasihat E-Commmerce Indonesia

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: CNBC, Tech in Asia, Finance Yahoo
TAGS
RECOMMENDATION

Alibaba Akan Suntik Lazada USD 2 Miliar

Guna meningkatkan upaya perluasan regionalnya, raksasa e-commerce dari Cina Alibaba mengatakan mereka akan menunjuk salah satu pendirinya sebagai CEO Lazada

Senin, 19 Maret 2018 | 12:26 WIB
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB