LogoDIGINATION LOGO

Mengintip Sosok Pengganti Jack Ma

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Senin, 17 September 2018 | 16:20 WIB
Share
Daniel Zhang, CEO Alibaba pengganti Jack Ma (Shutterstock)
Share

Pada ulang tahun Alibaba Group ke-19 (10/9), Jack Ma melalui surat yang dibuatnya mengumumkan akan meninggalkan jabatanya sebagai executive chairman. Ia memutuskan untuk pensiun dini di usianya yang ke-55. Raksasa e-commerce Tiongkok ini akan memiliki nahkoda baru dimana Daniel Zhang akan meneruskan estafet kepemimpinan di perusahaan bernilai USD 420 miliar ini. 

Menggantikan sosok pemimpin penting dalam perkembangan teknologi di Tiongkok membuat Zhang mendapat perhatian dunia. CEO yang bekerja di Alibaba selama lebih dari satu dekade ini dianggap sebagai "sepasang tangan yang aman".

"Daniel Zhang telah berperan membawa Alibaba sampai ke titik saat ini," kata John Choi, kepala riset internet Tiongkok di bank investasi Daiwa Capital Markets dikutip dari CNN Money, Rabu (12/9).

Baca juga: Pensiun Dari Alibaba, Jack Ma ke Mana, Ya?

Membuat Bonanza, situs belanja terbesar di dunia

Sebelum menjadi CEO Alibaba pada tahun 2015, Zhang menghabiskan sebagian besar kariernya di Bonanza, anak perusahaan belanja online Alibaba. Pria jebolan Shanghai University of Finance and Economics ini oleh Alibaba digambarkan sebagai "arsitek kunci" dari Single's Day (Hari Jomblo), acara yang pada awalnya bertujuan meningkatkan penjualan yang kemudian menjelma menjadi hari belanja terbesar di dunia. 

Kegilaan berbelanja online yang berlangsung tiap 11 November ini menghasilkan penjualan yang lebih besar dari apa yang diraih Black Friday dan Cyber Monday. Tercatat tahun lalu, pegelaran akbar ini berhasil meraup USD 25 miliar.

Sosok yang kalem dan pemberani

Promosi Zhang mengartikan kesinabungan bisnis, di lain sisi dia juga akan membawa perubahan dalam gaya kepemimpinan. Ma membuat dirinya sebagai entertainer, ia berani berdandan layaknya Michael Jackson dan rocker punk untuk tampil di acara-acara perusahaan. Bahkan Ma pernah membintangi film pendek Kung Fu. Berbeda dengan Ma, Zhang berkepribadian lebih kalem.

"Dia sangat sopan, diibaratkan dia adalah Clark Kent, sementara Ma adalah Superman," ujar Duncan Clark penulis "Alibaba: The House That Jack Ma Built".

Menurut Ma pada surat pengumuman suksesinya, ia mengambarkan Zhang sebagai sosok pemberani dalam berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan model bisnis.

Baca juga: Intip Lima Rahasia Sukses Membesarkan Startup Ala Jack Ma

salah satu kantor Alibaba Group (Shutterstock)

Berhenti bermain game untuk e-commerce

Zhang datang ke Alibaba pada tahun 2007 sebagai kepala keuangan Taobao Marketplace, yang kemudian dia kembangkan menjadi salah satu bisnis inti Alibaba.

Sebelum bergabung dengan Alibaba Group, Zhang menjabat sebagai Chief Financial Officer di Shandra Interactive Entertainment Limited, pengembang dan operator game online yang terdaftar di NASDAQ (National Association of Securities Dealers Automated Quotations) dari Agustus 2005 hingga Agustus 2007.

Keputusannya untuk keluar dari industri game yang sedang berkembang itu dikarenakan obrolannya dengan Jack Ma di kantor pusat Alibaba di Hangzhou Timur.

"Alasannya adalah karena saya pikir e-commerce memiliki masa depan yang cerah," kata Zhang kepada situs berita Alibaba tahun lalu.

Baca juga: Jack Ma Ungkap Rahasia Suksesnya di Dunia E-commerce

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: CNNMoney
TAGS
RECOMMENDATION

Siap Pensiun, Jack Ma Panutan Entrepreneur Muda

Jack Ma telah memutuskan meninggalkan Alibaba.com. Banyak hal yang dapat dipelajari dari Jack Ma, termasuk menjadi role model bagi generasi startup tiongkok.

Rabu, 12 September 2018 | 14:16 WIB
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB