Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Warung Pintar baru saja mengeluarkan hasil survei mereka mengenai perubahan perilaku ekosistem warung selama periode ramadan.
Dengan sekitar 87% 1 populasi memeluk agama Islam, Ramadan di Indonesia merupakan bulan yang spesial. Ramadan bisa menjadi momen transformasi yang mengubah perilaku dan sikap banyak orang di seluruh dunia.
Sebagai pasar berkembang, Indonesia memiliki potensi peningkatan konsumsi yang sangat besar selama bulan suci ini di semua sektor usaha, termasuk ritel mikro atau warung.
Tim Impact Warung Pintar melakukan survei pada tahun 2022 yang melibatkan 250 warung dalam ekosistemnya dan menemukan bahwa terdapat perubahan perilaku yang besar selama periode Ramadan. Temuan survei mencakup berbagai topik, termasuk kebiasaan pemenuhan inventaris, nilai transaksi, jam operasional, serta kategori produk dengan permintaan tinggi.
Simak rangkuman tren bisnis Warung selama Ramadan berikut ini:
1. Pemenuhan Stok Barang Saat Sahur
Sebelum Ramadan, waktu bagi pengecer untuk membeli persediaan warung adalah pada pagi hari, dari pukul 06.00 pagi hingga 12.00 siang. Namun terdapat sedikit peningkatan sebesar 1,37%, dimana pemilik warung memilih untuk memesan pada waktu sahur. Kebiasaan baru ini terjadi dikarenakan pemilik warung harus bangun pagi, maka mereka pun mulai melakukan aktivitas rutinnya lebih awal dari biasanya.
2. Metode Pembayaran Terbaik dan Meningkatnya Penukaran Voucher
Cash on delivery masih menjadi metode pembayaran teratas untuk pengecer, namun metode pembayaran kedua yang paling banyak digunakan adalah Bon Pintar, dimana jumlahnya meningkat sebesar 29% selama bulan Ramadan. Hal ini dikarenakan pemilik warung telah menghabiskan dana usaha mereka untuk memenuhi stok barang sebelum menyambut bulan Ramadan, sehingga membutuhkan bantuan modal usaha untuk mengisi kembali stok barang yang dibutuhkan. Pengelolaan stok barang pra-Ramadan juga meningkatkan persentase penggunaan voucher sebesar 4%.
Baca juga : Iklan Pintar, Layanan Marketing untuk Terhubung dengan Ribuan Warung di Indonesia
3. Peningkatan Nilai Transaksi Selama Ramadan
Survei tim Impact Warung Pintar menyebutkan bahwa terjadi peningkatan frekuensi transaksi untuk skala usaha kecil dan mikro selama Ramadan dibandingkan dengan 10 dan 20 hari sebelum Ramadan. Sedangkan untuk bisnis medium, frekuensi transaksinya sama dengan sebelum Ramadan dan lebih rendah dari 20 hari sebelum Ramadan. Namun setelah Ramadan, semua bisnis relatif kembali ke frekuensi transaksi normal. Peningkatan frekuensi transaksi juga mendorong nilai transaksi bagi usaha kecil dan mikro selama Ramadan. Untuk keseluruhan transaksi, terjadi peningkatan sebesar 39% untuk semua skala usaha.
4. Perubahan Jam Operasional Selama Ramadan dan Idul Fitri
5. Peningkatan Permintaan Makanan Pokok
6. Tambahan Penghasilan Baru Warung
Selama Ramadan, Warung juga berkesempatan untuk memanfaatkan momentum untuk
menjajaki penghasilan tambahan dari penjualan takjil atau parsel Idul Fitri.
Takjil dan FnB : 49.2%
Idul Fitri Paket : 33.3%
Makanan Pokok : 17.5%
Salah satu Juragan Warung Pintar juga berbagi bagaimana ia dapat meningkatkan performa penjualan warungnya selama bulan Ramadan.
Lenni Suryani, Owner Ali Store Tangerang mengatakan, “Saat Ramadan, warung saya sebenarnya lumayan bagus, biasanya lebih banyak pelanggan. Saya selalu membeli stok untuk persiapan Ramadan, terutama makanan pokok. Selain itu, selama dua Ramadan terakhir, saya juga merintis usaha baru, yaitu menjual makanan takjil seperti minuman dan jajanan gorengan. Keuntungannya cukup lumayan, tapi di atas itu, saya mencari berkah Ramadan. Sayangnya, tahun ini sepertinya saya hanya akan menjual minuman karena minyak goreng mahal, sehingga mungkin agak sulit untuk menjual jajanan gorengan.”
Baca juga : Yuk Diversifikasi Usaha Melalui Layanan Mitra Perbankan !
7. Ramadan Waktu Terbaik Dorong Digitalisasi
Penggunaan layanan digital untuk pemenuhan stok barang selama bulan Ramadan meningkat 8% dikarenakan sebagian besar pemilik warung cenderung membatasi aktivitasnya karena jam puasa. Lebih dari 68% warung juga aktif mengikuti pelatihan literasi dengan durasi 139 menit, yang menunjukkan adanya niat positif bagi pemilik warung untuk terus meningkatkan keterampilan literasinya.
Meningkatnya aktivitas dan transaksi bisnis dapat menjadi peluang baru untuk mendorong digitalisasi dan membangun brand engagement, dibandingkan sekedar meningkatkan brand awareness.
Menanggapi hal tersebut, Jiwa Damar Anarkie, Impact Manager, Warung Pintar menyatakan, “Ramadan adalah waktu terbaik untuk mendongkrak digitalisasi warung. Akuisisi dan digitalisasi bisa sangat efektif selama periode ini. Pemilik warung lebih adaptif menggunakan layanan digital karena mereka cenderung membatasi aktivitas, akibat adanya waktu puasa dan akhirnya lebih memilih platform online. Kami merekomendasikan jenama untuk mengambil momen ini sebagai peluang untuk melakukan penetrasi pasar dan aktivitas engagement.”
Kesimpulannya, bulan Ramadan dapat menjadi momentum yang pas bagi penyedia layanan mikro retail untuk digitalisasi pengecer selama pergeseran perilaku seperti pemenuhan stok barang secara online. Penyedia layanan mikro retail pun dapat fokus memberikan lebih banyak peningkatan fitur dan pilihan metode pembayaran demi mendukung pemilik warung dalam memanfaatkan berkah Ramadan secara maksimal.
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pengelolaan sampah organik lebih mudah karena lebih mudah terurai, lantas bagaimana dengan sampah plastik?
Kamis, 8 Januari 2026 | 16:38 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB