LogoDIGINATION LOGO

Siklus Membaik

author Oleh Andreas Senjaya co-founder & CEO iGrow | co-founder Badr Interactive | 500 Startups B16 Published Rabu, 11 September 2019 | 08:15 WIB
Share
saling transfer pengetahuan (foto: Shutterstock)
Share

Siang itu saya sedang buru-buru ke rapat di Kelapa Dua, Depok. Memutuskan naik ojeg online dari kantor supaya bisa selap selip waktu macet. Pas waktu itu adalah jam macet, kala orang-orang pulang kerja dari kota.

Karena saya beritahu sedang buru-buru, sang babang gojek menawarkan lewat jalan tikus. Saya iyakan. Masuklah kami ke gang, dari yang muat mobil sampai yang tidak.

Saya takjub ternyata lewat gang ini bisa tembus melewati spot macet jalan utama. Ini menghemat banyak waktu di jam padat seperti ini. Senyum sumringah muncul karena bisa hindari beberapa pertigaan maut penyebab pertemuan kendaraan.

Baca juga: Perjalanan Startup Learn Quran, From Depok to the World

ojeg online (foto: Shutterstock)
Iseng saya tanya setengah nebak memprediksi, “Bang, tahu jalan ini dari mana? Google maps yang ada opsi motornya ya, Bang?”

“Bukan, Mas, ada lho yang lebih tahu dari Google maps”, jawabnya.

“Wah apaan tuh, Bang?” Saya penasaran ingin tahu. Dahsyat banget bisa lebih tahu dari Google maps.

“Pelanggan, Bang, " jawabnya.

Saya terkejut, belum sempat tanya lagi, beliau sudah melanjutkan,“Jalan ini saya dikasih tahu dan diarahin sama pelanggan yang emang orang sini.”

“Oh iya betul juga!” tukas saya mengiyakan.

Baca juga: Ayo, Bikin Bisnis Bareng Gojek!

jalan pintas (foto: Shutterstock)
Memang orang lokal pasti tahu jalan-jalan tikus di sekitaran tempat tinggalnya. Apalagi ketika mereka lagi dibonceng ojeg online, terutama ketika macet, pasti mereka mau membagi informasi tersebut supaya perjalanan mereka lebih cepat.

Gak selamanya driver ojeg online yang lebih pakar dan tahu tentang sebuah lokasi. Untuk daerah yang bukan “area” nya, maka warga lokal-lah yang lebih tahu. Warga lokal yang kebetulan jadi customer mentransfer info tersebut, jadilah sang driver ojeg online semakin pakar.

Kejadian ini terus berulang setiap kali ia explore daerah baru sehingga pengetahuan celah jalan pintasnya semakin banyak. Kita pun sebagai pelanggan semakin lebar nyengirnya karena perjalanan makin cepat, terhindar dari macet.

Baca juga: Grab Makin Getol Garap Indonesia

berbagi... (foto: Shutterstock)
Driver ojeg online yang membantu mengantarkan pelanggan bukan hanya memberi manfaat saja, dia juga dapat manfaat dari pelanggannya. Hubungan timbal balik kebaikan yang bukan hanya ada pada transaksi uangnya saja, tapi juga transfer pengetahuannya.

Perjalanan kita menjadi semakin ahli juga sedikit banyak mungkin begitu. Semakin lama dan panjang kita melangkah bertemu dan membantu banyak orang, bukan hanya kita yang memberikan value kepada orang-orang tersebut, tapi mereka juga menambahkan value kepada kita. Kita jadi makin paham, ahli, dan luas pengetahuannya.

Mungkin sangat besar porsi diri kita sekarang berasal dari potongan pengetahuan banyak sekali orang yang kita temui dan bantu. Hal ini membentuk kumpulan pengalaman dan pengetahuan yang makin membuat kita bertumbuh mendewasa.

Baca juga: Pemerintah Ajak Tenaga Ahli Digital “Pulang Kampung”

ahlinya... (foto: Shutterstock)
Seorang konsultan kawakan yang ahli pada suatu bidang jadi makin ahli lebih besar porsinya karena pengalamannya membantu banyak sekali klien. Tiap membantu klien baru, makin kaya konteks, makin bisa menghubungkan banyak puzzle, makin luas wawasan dan kebijaksanaannya.

Menyadari ternyata banyak potongan puzzle hasil pemberian orang pada kita, seharusnya membuat kita sadar. Kenapa? Bukan hanya kita saja yang sebenarnya memberikan maanfaat pada mereka, tapi mereka juga memberikan manfaat pada kita.

Semakin lama karya kebaikan kita bergulir, bukan hanya semakin banyak orang terbantu, tapi karya kebaikan kita juga semakin terbantu. Karya kita jadi makin kontekstual, makin paham siapa target penggunanya, dan semakin besar juga akhirnya value-nya dari waktu ke waktu.

Baca juga: Ini Cara RedDoorz Tingkatkan Differentiation Value

Tulisan ini telah dipublikasikan di Blog pribadi Andreas Senjaya dan diterbitkan ulang di Digination.id atas persetujuan yang bersangkutan

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

Cetak Ahli Analisis Data, ITB Jalin Kerjasama dengan TIBCO

Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menjalin kerjasama dengan TIBCO Software Inc, perusahaan yang bergerak di bidang manajemen API dan analitik untuk bersama-sama meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa ITB di bidang analisis data

Kamis, 22 Februari 2018 | 04:57 WIB
LATEST ARTICLE

Siklus Membaik

Ternyata pengetahuan yang kita miliki itu sejatinya adalah hasil saling transfer antar kita...

Rabu, 11 September 2019 | 08:15 WIB

Perubahan Lintas Generasi

Mereka adalah kelompok anak muda yang ingin “dianggap eksis”. Mereka tidak ingin dianggap hanya sekedar pelengkap dari segala sesuatu yang selama ini harus ditentukan oleh orangtua.

Minggu, 30 September 2018 | 08:45 WIB

Langit Runtuh dari Dalam

Perusahaan bisa saja goyah. Bukan terutama karena diganggu pesaing, melainkan karena kesalahan sendiri.

Minggu, 16 September 2018 | 15:25 WIB

Jangan Bilang-Bilang

Teknologi benar-benar telah memorakporandakan kata "rahasia perusahaan". Apalagi ada banyak karyawan yang suka menceritakan gosip di dalam perusahaan, walaupun kalimatnya selalu dimulai dengan: "Jangan bilang-bilang...!"

Minggu, 9 September 2018 | 10:25 WIB

Command Center, Smart City & AI

Kadang Command Center hanya jadi tempat foto bersama kunjungan tamu. Saat ada tamu dihidupkan, setelah tamu pulang mati lagi.

Senin, 20 Agustus 2018 | 11:50 WIB

Kopi, Koin dan Kriptografi

Pernahkah Anda minum kopi dengan nama Sigarar Utang? Konon, kopi dari Tapanuli Utara ini kalau diterjemahkan berarti “pelunas hutang” atau “pembayar hutang”

Jumat, 16 Maret 2018 | 03:41 WIB

Selamat Datang TV Everywhere

Perhatikan apakah dalam 1 minggu, anak Anda masih duduk manis di depan TV menyaksikan acara kesayangannya? Kalau masih, berapa jam per minggu ia duduk di depan TV? Atau malah dalam seminggu sama sekali mereka tidak menonton televisi

Jumat, 25 Agustus 2017 | 02:08 WIB