Perjalanan Startup Learn Quran, From Depok to the World

author Oleh Ana Fauziyah Kamis, 8 Maret 2018 | 05:33 WIB
Share
Berawal dari keinginan untuk menghadirkan media pembelajaran Quran yang bisa dinikmati banyak orang, Muhamad Sani mengembangkan Learn Quran, sebuah aplikasi mobile untuk belajar mengaji
Share

Berawal dari keinginan untuk menghadirkan media pembelajaran Quran yang bisa dinikmati banyak orang, Muhamad Sani mengembangkan Learn Quran, sebuah aplikasi mobile untuk belajar mengaji. Pengembangan aplikasi sudah dimulai sejak tahun 2013 ketika dirinya bergabung dengan PT Badr Interactive, namun baru diseriusi pada tahun 2015.

Saat ditemui Digination.id di kantornya di Depok, CEO sekaligus pendiri Learn Quran tersebut menuturkan ia memiliki visi untuk mempunyai alat pembelajaran Quran terbaik di dunia. Sehingga dalam pengembangan Learn Quran kemudian difokuskan pada empat misi, yakni agar para pengguna bisa belajar membaca, menghafal, memahami, dan mengimplementasikan Quran dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekarang kan zamannya aplikasi. Kita berpikir bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat belajar Quran. Kebutuhannya sama tapi dengan teknologi yang lebih baru sehingga lebih efektif bahkan juga lebih efisien dan lebih cepat dibandingkan dengan metode lainnya,” terang Sani ketika ditanya mengapa memilih membuat aplikasi belajar mengaji.

Dengan teknologi, lanjut Sani, mampu memaksimalkan potensi dan peluang. Jika seorang guru mengaji hanya bisa mengajar maksimal ribuan murid dalam satu tahun, maka dengan menggunakan teknologi ia bisa mengajar ribuan bahkan ratusan ribu murid dalam satu hari.

Ia juga menilai penggunaan teknologi dalam pembelajaran Quran mampu menghasilkan pembelajar yang lebih berkualitas. “Selama ini belajar Quran kan tergantung gurunya. Kalau dapat gurunya bagus ya Alhamdulillah. Tapi apa kabar dengan saudara-saudara kita di pedalamaan? Mungkin mereka nggak punya akses ke guru-guru lulusan LIPIA dan UIN. Akhirnya yang ngajar tetangganya yang belum tentu bagus bacaaannya.”

“Di Learn Quran, contohnya pengisi suara ini kita audisi nggak sembarangan, yaitu Alhafid Muhammad Saihul Basyir yang pernah juara 2 Musabaqah Tilawatil Quran di Kuwait. Di Indonesia dia sudah biasa ngajar makhraj dan tahsin, jadi bacaannya benar dari segi makhraj dan tajwid. Learn Quran ini jadinya menjamin juga yang didengar oleh pengguna itu bacaannya pas,” terangnya.

Setelah belajar teori dan berlatih, pengguna dapat mengukur kemampuan lewat fitur tes. Tes ini berbentuk pilihan ganda serta berupa merekam bacaan Quran yang diujikan. Dibandingkan aplikasi sejenis, Learn Quran memiliki kelebihan berupa konten yang digarap serius oleh ahli pembelajaran Quran.

Sani yang juga lulusan S2 jurusan Mobile Design Engineering di Universy of Glasgow, Inggris, mengungkapkan awal mula merintis Learn Quran tim yang membantunya masih bisa dihitung dengan jari dan masih berstatus freelance, hingga saat ini timnya sudah berjumlah 11 anak-anak muda yang berperan sebagai programmer, IT developer, desainer, pemasaran, dan lain-lain.

Saat ditanya mengenai sumber dananya, Sani mengungkapkan modal awal Learn Quran berasal dari PT Badr Interactive. Kemudian Sani menawarkan kepada lembaga yang memiliki kesamaan visi untuk berinvestasi, yaitu Fusi Foundation dan lembaga ZISWAF (Zakat Infak Sedekah Wakaf). Selain dari investor, sumber pendanaan lain juga berasal dari iklan. “Namun untuk iklan ini kita filter. Untuk kategori yang sensitif bahkan abu-abu tidak kita terima,” jelas Sani.

Tembus Pasar Global

Setelah hampir lima tahun berdiri, hingga awal tahun 2018 aplikasi Learn Quran telah diunduh oleh lebih dari 1,1 juta orang dari seluruh dunia dengan rating 4,7 . Bahkan startup yang berbasis di Depok tersebut mendapatkan penghargaan sebagai aplikasi Muslim paling inovatif di dunia yang diberikan oleh UmmahWide pada tahun 2017.

Uniknya, mayoritas pengguna aplikasi Learn Quran bukan berasal dari Indonesia melainkan India dengan jumlah pengguna sekitar 200.000, disusul oleh Indonesia, Pakistan dan Saudi Arabia dengan jumlah pengguna lebih dari 40.000 di masing-masing negara. Sisanya berasal dari Nigeria, Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, dan telah menyebar ke 200 negara di seluruh dunia.

Sani menjelaskan bahwa jumlah pengguna Learn Quran berbanding lurus dengan jumlah penduduk muslim. “Warga muslim di India kan memang banyak jadi wajar kalau banyak yang pakai,” tuturnya. Ketika ditanya kenapa fokus ke pasar global, ia mengatakan, “Mindset kita memang luar negeri jadi kami memprioritaskan pengembangan ke luar negeri. Apalagi bisa mendatangkan devisa untuk negara,” jelasnya.

Kini, Sani terus berupaya mencari strategi untuk semakin mengenalkan Learn Quran ke seluruh dunia. Ia berharap, aplikasi Learn Quran bisa menjadi aplikasi pembelajaran Quran di seluruh dunia. Saat ini ia bersama timnya juga telah meluncurkan Learn Quran Tafsir yang merupakan website penyedia tafsir Quran terlengkap dengan desain yang mudah digunakan.

Mengakhiri pertemuan dengan Digination.id, pemuda berusia 28 tahun tersebut mengungkapkan keinginannya untuk terus memanfaatkan ilmunya bagi banyak orang. “Kita nggak tahu teknologi apa nanti yang akan datang ke depan. Namun bagi saya pertama, kuasai teknologinya. Kedua, bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi itu untuk menawarkan solusi yang baik bagi kebutuhan-kebutuhan yang ada saat ini,” tutup Sani.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB