LogoDIGINATION LOGO

Belajar dari Disney, Kekuatan Storytelling dalam Content Marketing

Oleh Desy Yuliastuti Jumat, 15 September 2017 | 11:45 WIB
Share
Gelaran Social Media Week (SMW) Jakarta 2017 hari ini, Jumat (15/9/2017) menghadirkan Matt Briant, Head of Social Media, Southeast Asia Disney, dalam konferensi bertajuk “Disney Reveal: The Forces of Storytelling, Fanbase Building And Content Marketing”
Share

Gelaran Social Media Week (SMW) Jakarta 2017 hari ini, Jumat (15/9/2017) menghadirkan Matt Briant, Head of Social Media, Southeast Asia Disney, dalam konferensi bertajuk “Disney Reveal: The Forces of Storytelling, Fanbase Building And Content Marketing”.

Teknologi digital dan media sosial mengubah perilaku masyarakat, dimana konsumen masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar data, tapi ingin mendapatkan gagasan, informasi, dan pengetahuan dengan cepat.

Briant menekankan di sinilah pentingnya storytelling sebagai strategi pendorong pemasaran brand paling efektif di era modern.

Konsumen tak lagi memperhatikan iklan dan dalam tiga detik bisa saja konsumen bisa memutuskan ingin menyaksikan atau melewatkan iklan begitu saja.

“Di balik film-film Disney yang sukses, storytelling dalam content marketing memiliki kekuatan luar biasa untuk membangun basis penggemar melalui media sosial. Iklan tak lagi menjadi perhatian, tapi audience tertarik dengan ‘kemasannya’,” ungkap Briant membuka sesi Conference.

Menurutnya, tiga prinsip utama storytelling dapat diterima terletak pada Relevansi, Discoverability, dan Konsistensi. Relevansi dalam arti membuat menyesuaikan lokal konten agar lebih efektif menjaring audience.

Tak kalah penting, buat konten sesuai platform yang akan digunakan untuk pemasaran. Briant menggarisbawahi setiap media sosial, Instagram, Facebook, atau Youtube memiliki karakter berbeda maka pemasar harus mengerti dan menyesuaikan konten sesuai platform.

“Marketing produk harus mencoba menerapkan prinsip, fokus pada engagement, konten, dan terpenting konsisten pada shape behavior. Produk harus menyampaikan pesan yang disukai masyarakat lebih dari sekadar beriklan,” tutup Briant.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB