LogoDIGINATION LOGO

Pertama di Indonesia, Portal Bursa Kerja Buatan SMK

Oleh Desy Yuliastuti Sabtu, 25 Agustus 2018 | 16:00 WIB
Share
iIlustrasi (Freepik)
Share

SMKN 3 Yogyakarta (Skagata), salah satu Sekolah Menengah Kejurusan Berbasis Teknik tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan portal Skagata Career Center, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 3 Yogyakarta. Portal Karir SMK pertama di Indonesia ini menghubungkan antara BKK SMK, Perusahaan dan Lulusan SMK Pencari Kerja yang dapat memberikan lowongan yang relevan sesuai jurusan pencarí kerja.

Faiz Mudhokhi, Koordinator BKK SMKN 3 Yogyakarta mengatakan, portal ini merupakan inovasi baru berbasis Teknologi Informasi. Peran Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK merupakan salah satu komponen penting dalam mengukur keberhasilan pendidikan di SMK, karena BKK menjadi lembaga yang berperan mengoptimalkan penyaluran tamatan SMK dan sumber informasi untuk pencari kerja.

“BKK berperan sebagai unit pelaksana yang memberikan pelayanan dan informasi lowongan kerja, pelaksana pemasaran, penyaluran dan penempatan tenaga kerja, yang merupakan mitra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Optimalisasi layanan BKK kepada alumni atau pencari kerja lulusan SMK menjadi salah satu latar belakang munculnya inovasi berbasis teknologi informasi ini,” ujar Faiz dikutip dari keterangan resmi.

Baca juga: Hadapi Era Ekonomi Digital, Tiongkok Investasikan 250 Miliar Dolar untuk Pendidikan Vokasional

Ilustrasi pencari kerja (Freepik)

Inovasi ini juga dilatarbelakangi keresahan pengurus BKK dalam pelaksanaan pendaftaran dan pengelolaan data para kandidat pencari kerja yang melamar kerja melalui BKK SMKN 3 Yogyakarta.

“Selama ini, para pelamar kerja setiap melamar pekerjaan melalui BKK SMKN 3 Yogyakarta diharuskan mengisi formulir pendaftaran serta melampirkan dokumen lamaran kerja. Kemudian biasanya perusahaan juga menginginkan rekap pendaftar lowongan dalam bentuk file excel sehingga pengurus BKK harus menulis ulang data formulir pencari kerja ini. Kami jadi kerja dua kali. Selain itu dokumen lamaran dan formulir itu menjadi menumpuk memenuhi lemari dokumen apabila perusahaan tidak membawanya” kata Faiz.

Faiz menambahkan dengan adanya portal karir ini, para pelamar kerja dapat melamar kerja di mana saja tanpa harus datang ke kantor BKK. Cukup dengan membuat akun dan mengisi data Curriculum Vitae dengan lengkap serta mengunggah dokumen lamaran, setiap pelamar kerja dapat melamar kerja pada lowongan yang tersedia dengan cukup satu kali klik tombol “Lamar Kerja”.

Baca juga: Pendidikan Vokasi, Upaya Siapkan Generasi Muda Hadapi Era Digital

Ilustrasi (Freepik)

“Perusahaan pun dapat secara otomatis mendapatkan data Curriculum Vitae pelamar lowongannya, sekaligus melakukan seleksi secara online kepada pelamar lowongan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan melalukan panggilan tes, serta pencari kerja juga bisa secara realtime mendapatkan informasi progress lamarannya,” tambahnya.

Menariknya, portal Skagata Career Center dapat digunakan oleh BKK SMK lain, dan pasti akan lebih memudahkan semua BKK. Portal ini pun diharapkan dapat membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di masing-masing daerah dalam mendapatkan calon tenaga kerja yang berasal dari SMK.

Baca juga: Investasi dan Vokasi Bahan Bakar Industri 4.0

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

5 Kebijakan Pendidikan Tinggi untuk Hadapi Era Digital

Perkembangan teknologi digital telah mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, tidak hanya sebagai mesin penggerak ekonomi namun juga termasuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi

Selasa, 23 Januari 2018 | 04:32 WIB
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB