LogoDIGINATION LOGO

Saatnya Virtual Reality Genjot Pemasukan Tokomu!

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Selasa, 5 Februari 2019 | 10:00 WIB
Share
Ilustrasi retail di masa depan (shutterstock)
Share

Disrupsi digital dan kemajuan teknologi, tak luput menyusupi industri ritel. Tren perilaku konsumen pun bergeser. Berdasarkan hasil riset McKinsey pada 2018, sekitar 94% konsumen dunia melibatkan internet dalam berbelanja.

"Cara masyarakat berbelanja kini berbeda dimana teknologi memiliki peran penting yang mempengaruhi pembuatan keputusan dan pengalaman berbelanja konsumen. Para pelaku ritel tentunya harus bertransformasi agar tetap relevan," kata Bruno Zysman, CEO GoToMalls.com di Jakarta (30/1).

Dikutip dari Forbes, perilaku berbelanja konsumen sekarang sudah tak lagi fokus pada produk melainkan pada pengalaman yang ditawarkan. Tren ini didorong oleh referensi dan pengalaman generasi milenial.

Baca juga: Bisnismu Ritel? Ini Trennya di 2019...

Foto Bruno Zysman, CEO GoToMalls.com (Dok: Aulia Annaisabiru E)
Menurut laporan lembaga riset Reis, sekitar 3.800 toko ritel fisik tutup karena tak bisa beradaptasi. Untuk menarik kembali konsumen datang ke toko ritel fisik, pemilik ritel harus berinovasi: melakukan perubahan pada toko fisiknya agar pengalaman berbelanja konsumen meningkat.

GoToMalls.com, platform merchant agregator, pada konferensi Future Commerce Indonesia meluncurkan 360° Virtual Reality Store Experience. Fitur ini mampu memberikan kondisi dan suasana store atau mall bahkan sebelum konsumen mengunjunginya.

Teknologi VR digunakan untuk menunjang pengalaman digital konsumen terhadap toko atau mall. Hal ini sekaligus menjawab kebutuhan industri ritel saat ini dalam beradaptasi dengan perilaku konsumen yang berubah seiring kemajuan teknologi.

Baca juga: Artificial Intelligence Bantu Jaringan Ritel

"Relevansi menjadi hal penting bagi para peritel di Indonesia, sebab industrinya tengah bertransformasi saat ini. Berbagai perubahan harus dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan konsumen yang telah berubah seiring dengan kehadiran teknologi," pungkasnya. 

Tokomu juga sudah berubah?

Baca juga: Toko Ritel Tergerus Perkembangan Teknologi. Apa yang Harus Dilakukan?

 

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: CNBC, Forbes
TAGS
RECOMMENDATION

4 Tips Membangun Merek Game

Kampanye secara tradisional, seperti mencari ide, membuat desain, membangunnya, merilisnya, dan mengulanginya terus, tidak cukup berguna dalam membangun game

Senin, 23 April 2018 | 10:55 WIB

Blockchain Solusi Untuk Industri Game Lokal

Mfun melebarkan sayapnya ke Indonesia, membawa platform blockchain miliknya dengan misi membangun ekosistem terbuka dan terpercaya bagi industri game dan aplikasi

Jumat, 11 Mei 2018 | 12:50 WIB
LATEST ARTICLE

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

Belum Dapat Investor? Coba Crowdfunding Aja!

Sulit cari modal? Coba gunakan crowdfunding. Dengan langkah-langkah ini kamu bisa cepat mendapatkan pendanaan tanpa harus menunggu angel investor datang

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:00 WIB

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB