LogoDIGINATION LOGO

Pilih Mana: Akselerator atau Inkubator?

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Selasa, 9 Oktober 2018 | 11:20 WIB
Share
ilustrasi akselerator startup (Shutterstock)
Share

Bagi para founder startup yang sedang berusaha mengembangkan perusahaannya, mengikuti program akselerator atau inkubator menjadi salah satu cara. Penelitian Harvard Business Review 2017 menunjukkan bahwa program akselerator terbukti bisa membantu startup untuk berkembang. 

Istilah akselerator dan inkubator masih sering dianggap memiliki makna yang sama, padahal berbeda, lho. Keduanya memang memfasilitasi startup dari mulai tempat kerja, pelatihan bisnis, mentoring serta pendanaan awal (seed funding). Namun ada beberapa perbedaan utama yang harus diperhatikan oleh para founder startup sebelum mendaftar. Apa saja perbedaanya? Yuk kita bahas satu persatu.

Baca juga: Apakah IPO untuk Startup Masih Worth It?

Akselerator

Akselerator bertujuan ''mempercepat'' pertumbuhan perusahaan. Program ini biasanya berjangka waktu tertentu, dari beberapa minggu hingga bulanan. Para founder nantinya akan bekerja dengan mentor untuk membangun bisnis dan mencari solusi permasalahan yang ada. Y Combinator, Techstars, dan Brandery adalah beberapa akselerator yang paling populer di dunia. 

Tahap akselerator dimulai dengan seleksi berkas yang ketat. Y Combinator misalnya hanya menerima 2% dari berkas yang diajukan, sementara Techstars hanya memberikan 10 tempat dari sekitar 1.000 berkas yang diterimanya. 

Awalnya para stratup terpilih diberikan investasi awal dan akses ke jaringan mentor yang terdiri dari para eksekutif startup, pemodal ventura, ahli bisnis dan investor. Jaringan mentor yang ditawarkan tidak sedikit, Techstars misalnya memiliki raturan mentor dalam program akseleratornya.

Pada akhir program, semua startup akan melakukan presentasi atau demo day yang dihadiri oleh para investor dan media. Pada tahap ini, diharapkan bisnis startup yang dibangun dapat berkembang. "Tujuan akselerator adalah membantu startup mempersingkat waktu membangun bisnis yang biasanya butuh waktu hingga 2 tahun menjadi hanya beberapa bulan saja," kata Mike Bott, General Manager Brandery. 

Baca juga: Butuh Modal? Kamu Bisa Pinjam ke Startup

Ilustrasi Inkubator Startup (shutterstock)

Inkubator

Berbeda dengan akselerator, inkubator membantu "menetaskan" ide-ide seputar konsep, model bisnis hingga pembuatan produk awal. Program inkubator bisa diikuti oleh perusahaan atau bahkan entrepreneur perorangan sekalipun. Jangka waktu yang dibutuhkan biasanya 6 hingga 18 bulan dengan tujuan utama mempersiapkan startup ke fase accelerator atau pendanaan tahap lanjut.

Tidak semua inkubator mengawali programnya dengan seleksi berkas, ada beberapa inkubator yang hanya memilih startup tertentu untuk bisa masuk ke dalam program. Dalam inkubator, startup akan menyempurnakan ide, membangun rencana bisnis, mengidentifikasi masalah dan berjejaring dalam ekosistem startup.

Karakteristik inkubator adalah memiliki co-working space untuk bekerja, mempunyai banyak mentor, dan terhubung dengan komunitas lokal. Contoh inkubator yang terkenal di dunia adalah idealab.

Jika diibaratkan, akselerator adalah rumah kaca bagi bibit-bibit tanaman untuk mendapatkan kondisi yang bagus untuk tumbuh, sedangkan inkubator lebih pada mencocokkan benih berkualitas dengan tanah terbaik untuk bertumbuh. Baik inkubator dan akselerator menawarkan peluang besar membantu startup agar dapat berkembang, tetapi tergantung pilihanmu, dimana kamu harus memulai?

Siap?

Baca juga: Startup, Jangan Buang Waktu untuk Sesuatu yang Nggak Jelas!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Tech Republic
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Sst... Ini Dia Tren Artificial Intelligence Tahun 2019!

Perkembangan pesat teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tidak dapat dibendung lagi. Teknologipun berhasil masuk ke dalam segala bidang kehidupan manusia termasuk dunia bisnis. Lalu bagaimana tren AI pada tahun 2019?

Rabu, 12 Desember 2018 | 08:15 WIB

Bosan Saat Delay? Mmm, 'Jualan', Nyok!

Menunggu waktu delay tentu membosankan dan menyebalkan. Daripada buang-buang waktu percuma, kamu bisa manfaatkan waktu ini untuk mempromosikan bisnis. Kenapa, nggak?

Selasa, 11 Desember 2018 | 16:15 WIB

Perluas Jaringan Bisnis Dengan 3 Tips Ini!

Berbisnis tidak bisa dilakukan sendiri, butuh rekan untuk berkolaborasi. Tapi, apa artinya kolaborasi tanpa jaringan pertemanan yang luas?

Selasa, 11 Desember 2018 | 11:15 WIB

6 Cara Hadapi "Toxic Boss"

Punya bos yang gak enak tentu akan berpengaruh pada produktivitas dan kualitas kerja. Jangan buru-buru resign, pelajari dulu 6 hal ini

Senin, 10 Desember 2018 | 11:15 WIB

Nih, Peluang Investasi Baru: eSport!

Industri eSport menjadi sorotan para investor karena menjanjikan keuntungan yang besar dalam beberapa tahun investasi. Namun sebelum memulai investasimu di dunia eSport kamu harus mengetahui 4 hal ini.

Jumat, 7 Desember 2018 | 16:15 WIB

Aplikasi yang Bikin ODHA Tak Terkucilkan

Data tahun 2017 menunjukkan bahwa ada 36,9 juta orang hidup dengan HIV/AIDS. Stigma, diskriminasi dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini semakin memperparah keadaan

Rabu, 5 Desember 2018 | 12:19 WIB