4 Kontribusi Open-Source untuk Bisnis di Era Tranformasi Digital dan AI
Berikut 4 kontribusi open-source yang bisa mengubah lanskap bisnis di Indonesia:
Senin, 7 April 2025 | 21:04 WIB
Sudah jamak terjadi ketika seseorang mendapat tawaran kerja tapi malah jadi enggan meneruskan proses rekrutmen karena rekruter tidak bersedia memberi tahu berapa gajinya. Jangan heran kalau setelah itu pelamar memilih meng-ghosting rekruternya.
Ternyata dua dari lima lulusan baru, atau 44% responden, mengaku lebih pilih mengurungkan niat untuk melanjutkan proses seleksi jika kompensasinya tidak dijelaskan gamblang sejak awal. Buat lulusan baru, transparansi soal gaji itu sesuatu yang mutlak sifatnya.
Data itu diambil dari laporan Monster’s 2025 State of the Graduate, dan memang penting sekali buat kita yang baru lulus atau baru mulai mencari pekerjaan untuk mengetahui berapa gaji yang akan kita terima.
Baca juga: Jakarta E-Prix Kembali Digelar, Peluang Tumbuhkan Ekonomi Hijau
“Karena banyak lowongan kerja yang mencantumkan (besaran gaji), sementara pemberi kerja lain tidak melakukannya, para lulusan baru mungkin akan mengabaikan pekerjaan yang tidak mencantumkannya,” kata Vicki Salemi, career expert dari Monster.
Jadi kalau ada perusahaan yang tidak menerapkan transparansi soal gaji, wajar aja kalau kita skip.
Bukan Hanya Gaji, tetapi Juga Nilai
Saat ini lebih dari 4 juta Gen Z dikabarkan menganggur, jadi mungkin mengejutkan bahwa kaum muda memiliki harapan yang begitu tinggi untuk memulai karier mereka.
Kandidat pada dasarnya menginginkan pekerjaan yang memenuhi semua kebutuhan mereka ketimbang gaji besar saja. Buat kita-kita ini, bekerja memang bukan cuma perkara duit. Banyak dari kita yang juga melihat dulu nilai perusahaan itu sejalan atau tidak dengan nilai-nilai kita.
Misalnya, hampir tiga dari empat lulusan tahun 2025 (75%) yang mengatakan bahwa mereka tidak akan mau bekerja untuk perusahaan yang nilai-nilai politiknya bertentangan dengan nilai-nilai mereka sendiri.
Laporan Monster juga menyebutkan, 35% responden akan menolak untuk menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan tanpa kepemimpinan yang beragam.
Soal fleksibilitas, 42% responden mengaku sistem kerja hybrid sudah jadi kebutuhan, bukan sekadar bonus. Bahkan, 1 dari 3 bilang mereka bisa saja menolak tawaran kerja kalau tidak ada pilihan tersebut.
Baca juga: 3 Skill Wajib untuk Berkembang di Dunia Kerja
Tetapi meski punya harapan yang tinggi, tidak semua Gen Z yakin bahwa mereka akan menemukan peran yang sempurna sejak awal. Lebih dari 80% lulusan baru percaya bahwa mereka akan menemukan peran di beberapa titik, meski hanya 63% yang percaya bahwa mereka memiliki pengaruh di pasar kerja.
“Gen Z itu generasi yang vokal. Kalau mereka merasa tidak didengarkan, mereka akan cabut,” kata Kate Duchene, CEO RGP, perusahaan konsultan global.
“Mereka tidak takut untuk melawan sedikit dan kemudian menepati janji mereka, dan pergi jika mereka merasa tidak didengarkan atau tidak diperhatikan.”
Menurut data, hampir setengah lulusan baru siap resign kalau tempat kerjanya mulai toxic, dan 39% lagi siap keluar demi work-life balance yang lebih sehat.
Kenyataannya, Banyak Juga yang Dipecat
Nah, di sisi lain, data juga menunjukkan bahwa 6 dari 10 perusahaan ternyata pernah memecat karyawan Gen Z dalam hitungan bulan. Alasan utamanya? Menurut mereka karena generasi kita kurang profesional, kurang komunikasi, dan tidak punya “soft skills”.
Meskipun ada ketegangan antargenerasi, beberapa pengusaha memperhatikan cara terbaik untuk menanggapi keinginan Gen Z, begitu menurut kepala pemasaran Monster, Scott Blumsac.
“Pesan yang disampaikan jelas: lulusan masa kini ambisius, memiliki tujuan, dan berorientasi pada nilai-nilai,” tulisnya. “Pengusaha yang beradaptasi dengan prioritas ini dengan menawarkan fleksibilitas, tujuan, dan jalur menuju pertumbuhan akan berada pada posisi terbaik untuk menarik dan mempertahankan generasi talenta terbaik berikutnya.”
Baca juga: Chatbot AI Diserbu untuk Memprediksi Pengganti Paus Fransiskus, Apa Hasilnya?
Boleh Optimis, tapi Tetap Realistis
Kita boleh punya ekspektasi tinggi, tetapi sebaiknya tidak sepenuhnya merasa bisa memegang kendali. Dari semua responden, 80% yakin mereka akan mendapat kerja suatu saat, meskipun cuma 63% yang percaya punya daya tawar kuat.
Gen Z bukan generasi yang gampang puas. Kita tahu apa yang kita mau: transparansi, nilai yang sejalan, keberagaman, dan fleksibilitas. Tetapi, kita juga masih belajar bagaimana cara beradaptasi di dunia kerja yang kadang masih jalan dengan mindset generasi lama.
Jadi buat perusahaan yang mau merekrut lulusan baru, coba mulai dari hal kecil seperti menyampaikan gaji sejak awal, menjelaskan budaya kerja di perusahaan seperti apa, dan yang penting: mendengarkan.
Karena kita bukan asal mencari pekerjaan, tetapi mencari tempat berkembang dan dihargai. Setuju, kan?
Sumber: Fortune, MSN
Berikut 4 kontribusi open-source yang bisa mengubah lanskap bisnis di Indonesia:
Senin, 7 April 2025 | 21:04 WIB
Belakangan ini lagi rame dengan tren mengubah foto jadi gambar ala Studio Ghibli. Meskipun seru, aktivitas ini ternyata menyimpan resiko yang nggak main-main.
Kamis, 10 April 2025 | 15:47 WIB
Faktor keamanan pasti jadi salah satu pertimbangan sebelum memutuskan untuk menjadi digital nomad. Apa kota paling aman di dunia untuk digital nomad?
Jumat, 11 April 2025 | 16:32 WIB
Dalam menghadapi volatilitas rupiah pelaku usaha dapat mempertimbangkan strategi berikut:
Selasa, 15 April 2025 | 14:33 WIB
Selain tanpa antre, berikut beberapa manfaat membeli emas digital:
Rabu, 16 April 2025 | 14:46 WIB
Kejelian menyusun prompt AI secara detail sangat berperan untuk menghasilkan konten sesuai keinginan. Namun ada beberapa informasi yang sebaiknya dihindari.
Sabtu, 19 April 2025 | 11:44 WIB
Teknologi Artificial Intelligence dan Augmented Reality belakangan mulai diterapkan dalam industri kecantikan. Hasilnya, konsultasi perawatan kulit jadi lebih akurat.
Rabu, 23 April 2025 | 12:31 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB