LogoDIGINATION LOGO

10 Tips Branding Bisnis Lokal dengan Budget Minimal

author Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Senin, 20 Agustus 2018 | 15:55 WIB
Share
Ilustrasi (Shutterstock)
Share

Bukan rahasia jika branding adalah salah satu kunci kesuksesan suatu bisnis, termasuk bisnis lokal. Merek adalah kumpulan pengalaman yang dimiliki pelanggan dan calon pelanggan dengan perusahaanu. Merek yang kuat dapat mencerminkan perusahaan, membangun kredibilitas dan kepercayaan. Pasti kamu berfikir branding adalah hal termahal yang harus dibayar. Eits, jangan terlalu dipikirkan. Berikut 10 tips mengembangkan merek dengan budget minimal:

Unik

Pernah atau bahkan menggunakan merek 'Apple'? Apple memperkenalkan kita sebuah cara branding dengan kampanye inovatif yang membuat orang untuk 'berfikir berbeda'. Saat ini produk Apple dianggap sebagai produk yang lebih baik, lebih mewah dan lebih handal daripada produk pesaingnya. Lalu apa yang membuat bisnis lokalmu unik? Apa cerita yang berusaha kamu bangun? Apa yang membedakan bisnis lokalmu dengan pesaing lain?

Kembangkan Komunitas

Banyak merek terkenal di dunia seperti Google, Amazon, Facebook dan Skype yang hanya mengeluarkan sedikit biaya untuk iklan, karena mereka fokus untuk membangun komunitas. Bisnis lokal memiliki peluang untuk membangun komunitas baik secara online maupun offline. Kamu dapat membangun komunitas sendiri di Twitter, Facebook, blog, Instagram atau jejaring sosial lainnya. Usahakan untuk tidak berpindah-pindah tempat, agar kamu dapat fokus pada komunitas lokalmu.

Baca juga: Punya Duit? Jangan Ragu Jadi Investor Lokal

Berikan Produk dan Layanan Terbaikmu

Mililward Brown, salah satu perusahaan riset pasar internasional, menerbitkan studi BrandZ yang memeringkat merek-merek terkemuka dunia. Peringkat teratas ditempati oleh Apple, tidak terlalu mengejutkan. Hal ini terlihat dari banyaknya review atas merek ini, tentunya dari sisi produk dan layanan yang sangat baik.

Ketika merekmu sudah berkembang pesat, jangan lupa untuk terus memberikan produk dan layanan terbaik. Coba lihat Nokia, pada 2008 Nokia adalah merek kesembilan terbaik di dunia. Tapi apa yang terjadi pada tahun 2011? Nokia berada di peringkat ke 81. Bahkan merek terkuat sekalipun bisa goyah, bahkan jatuh bebas, ketika hanya memberikan produk dan layanan rata-rata atau dibawah rata-rata.

Baca juga: Brand Lokal Pun Berpotensi Luar Biasa

Komunitas

Miliki Nama dan Logo Terbaik

Merek yang kuat akan mudah dikenali karena nama merek akan ditempel dimana-mana: di kop surat, web, jejaring sosial dan pernak-pernik lainnya yang akan mengidentifikasikan bisnis lokalmu.

Eits, tidak cuma nama, merek butuh logo juga. Orang akan mengkaitkan merek dan logo. Saat kamu memikirkan logo apa yang cocok, ingat bahwa logo selalu mencerminkan perusahaan dan membangun kepercayaan serta menarik calon pelanggan. Sebagai contoh, coba lihat beberapa merek ternama, bagaimana perasaanmu ketika melihat merek mereka?

Temukan 'Suara' Untuk Bisnis Lokalmu

Ini mungkin terdengar aneh, tapi dalam berbagai kasus dapat mempengaruhi kesuksesan suatu merek. 'Suara' adalah bahasa atau kepribadian yang akan digunakan perusahaan untuk menyampaikan citra merek pada pelanggan. Merek-merek sukses bisanya memiliki 'suara'. Untuk tahu bagaimana cara menemukannya, coba pikirkan salah satu merek yang kamu kagumi dan ingat bagaimana cara mereka mengomunikasikan produknya kepada pelanggan? 

Baca juga: Brand Makeup Lokal Turut Diperjuangkan

Konsisten

Mengapa harus memperhatikan konsistensi merek? Karena ini berpengaruh pada keakraban dan kepercayaan pelanggan dan merekmu. Misalnya, perusahaan mungkin menggunakan pendekatan yang serius di web tetapi lebih ringan dalam berbagai jejaring sosial. Ini berpengaruh pada pelanggan, lho, karena bisa membingungkan. 

Setia Pada Janji

Klise memang, tapi ini adalah hal yang harus diingat dalam melakukan branding. Pelanggan yang puas adalah sumber referensi terbaik dalam bisnis lokal kamu. Misalnya, marketplace yang memberikan harga terbaik dengan gratis ongkos kirim. Ini tentu lebih diminati pelanggan dibandingkan yang lainnya.

Memiliki Misi

Coba pikirkan tentang merek-merek yang kamu sukai. Merek-merek tersebut biasanya memiliki misi tertentu yang berhubungan dengan emosi pelanggannya. Contohnya Bukalapak, yang memiliki misi untuk memberdayakan UMKM yang ada diseluruh penjuru Indonesia. Jadi, apa visi dari bisnis lokalmu?

Baca juga: 'Srikandi' BukaLapak Belajar Investasi

Memberdayakan Pelanggan

Kamu hanya bisa mengarahkan merek tapi sulit untuk mengendalikan. Orang yang berperan dalam mengendalikan merekmu adalah pelanggan. Mereka berperan  lebih besar dalam menyebarluaskan ulasannya mengenai merekmu. Coba luangkan waktu untuk menjalin komunikasi dua arah dengan pelanggan. Siapa saja mereka? Apa yang bisa mereka berikan untuk menaikkan branding?

Bernilai

Bernilai tidak selalu berarti harga yang murah. Kamu bisa fokus menjadikan produk terbaik seperti Apple, memiliki operasional yang hebat seperti Ikea, bervisi seperti Bukalapak, atau mengutamakan layanan pelanggan yang berkualitas. Kamu bisa memilih fokus pada beberapa kombinasi yang tentunya cocok dengan bisnismu .

Branding merupakan fondasi utama dalam membangun bisnis lokalmu. Coba untuk mempertanyakan: Apa yang membedakan produk dan layanan yang kamu berikan dibandingkan kompetitor? Apa yang ingin kamu tonjolkan dalam bisnismu? Apa visimu? Kalau sudah tahu, tulis di kolom komentar, ya!

Baca juga: 9 Cara Jadi Jagoan di Pasar Lokal

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Duct Tape Marketing
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Ini Dia Konsep Smart City ala TIBCO!

Konsep smart city banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan, salah satunya TIBCO Software Inc. Seperti apa sih konsepnya?

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:15 WIB