LogoDIGINATION LOGO

3 Langkah Agar Proposal Bisnismu Meyakinkan Investor

Oleh Desy Yuliastuti Selasa, 21 Agustus 2018 | 11:50 WIB
Share
Ilustrasi (Freepik)
Share

Akses permodalan hingga saat ini masih jadi kendala terbesar bagi para pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Meski demikian, banyak alternatif yang bisa dicoba untuk meraih pendanaan, seperti mencari angel investor bagi startup, modal usaha dari perbankan, Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau pinjaman dari lembaga keuangan non bank.

Untuk mendapat tambahan modal, langkah pertama yang harus dilakukan pelaku bisnis adalah membuat proposal. Namun, bagaimana mengajukan proposal modal yang bagus untuk mendapatkan bantuan permodalan untuk mengembangkan bisnis?

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, membuat proposal adalah sebuah seni tersendiri. Kuncinya adalah membuat proposal yang meyakinkan. Proposal tidak perlu mewah, kertas mahal, animasi ataupun kreatifitas lainnya.

Lalu, bagaimana cara membuat proposal yang menarik perhatian dan meyakinkan investor? Disarikan dari bukunya yang berjudul “Digital Entrepreneurshift”, pria yang akrab disapa Awal ini berbagi tips tentang membuat proposal yang menarik dan mampu membangkitkan keyakinan pemberi modal atau investor dengan konsep Kronika-Kolaborasi-Komitmen (3K). Yuk disimak...

Baca juga: Kiat Membuat Proposal Modal Bagi Startup

# Kronika

Ceritakan bagaimana kamu memulai bisnis, apakah terinspirasi dari hobi atau melihat peluang bisnis yang ada? Urutan cerita atau waktu menjadi penting, agar meyakinkan pemberi modal seberapa besar keseriusanmu menjalankan bisnis tersebut.

Jangan malu untuk menyampaikan bagaimana kamu pernah gagal dan bangkit kembali dalam menjalankan bisnis tersebut. Beritahu berapa besaran pelangganmu atau bagaimana perkembangan jumlah pelangganmu, tampilkan dalam bentuk grafik. Ini juga sangat penting karena akan menentukan masa depan bisnismu.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin (Dok. Angkasa Pura II)

# Kolaborasi

Menjalankan bisnis tentu saja tidak bisa sendirian. Kita butuh kehadiran orang lain atau orang yang sudah berpengalaman dalam bisnis untuk mendukung kemajuan bisnismu.

Kolaborasi ini menjadi penting karena membuktikan bahwa bisnis yang kamu tekuni didukung banyak pihak. Misalnya, kalau kamu menjalani bisnis pangkas rambut skala rumahan bukan berarti kamu tidak butuh menggandeng pelaku pangkas rambut dari perumahan lain. Kelak ada saatnya kamu butuh tambahan petugas hair stylist.

Intinya semakin banyak teman bisnis, akan menaikkan value. Nah, dengan kolaborasi ini, kamu akan mudah mendapatkan solusinya. Investor akan mudah memahami peta bisnis yang sedang berjalan dari seberapa luas kolaborasi yang kamu lakukan.

Baca juga:Kolaborasi Jadi Kunci Sukses Developer Aplikasi dan Game

#Komitmen

Sukses bisnis, katanya dimulai dari mimpi. Tidak ada salahnya kamu bermimpi dan menyampaikan visi ke depan. Jika saat ini baru mulai dengan bisnis rumahan, kelak 5 sampai 10 tahun ke depan, kamu mampu mulai membuka cabang di ruko, mall bahkan franchise.

Mimpi menyangkut seberapa jauh visimu, maka tuliskan dengan jelas mimpi beberapa tahun mendatang. Investor dalam memberi bantuan modal sangat memperhatikan hal tersebut, seberapa jauh mimpi dan keyakinan bisnis tersebut ke depannya.

Siap meyakinkan investor?

Baca juga: Bisnis Perlu Mimpi, Tapi Ingat Risikonya

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Buku "DIGITAL ENTREPRENEURSHIFT" karya Muhammad Awaluddin
TAGS
RECOMMENDATION

Kolaborasi Jadi Kunci Sukses Developer Aplikasi dan Game

Dalam acara Bekraf Developer Conference yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Trans Luxury Hotel Bandung beberapa hari lalu, Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari mengatakan bahwa kunci kesuksesan para developer aplikasi d

Selasa, 28 November 2017 | 00:19 WIB
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB