Human Skills di Era AI: Ketika Kemampuan Manusia Menjadi Skill Paling Berharga
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Sejumlah artis Indonesia sudah mempunyai bisnis di bidang kesehatan dan kecantikan meski usianya masih muda. Bahkan, ada yang bisnis kecantikannya ini sekarang sudah sukses dan terkenal di kalangan masyarakat.
Membangun bisnis di bidang kecantikan seperti ini tentu bukanlah hal yang mudah apalagi ada banyak pesaing. Meski begitu, mereka berhasil menjalankan bisnis kecantikannya ini hingga seperti sekarang.
Salah satunya ialah Jennifer Coppen, artis muda Indonesia blasteran Belanda yang lahir dan tinggal di Bali. Selain sebagai artis, ternyata ia juga seorang pemilik bisnis yang bergerak dibidang kecantikan bernama Brand Jennskin.
Aktris 22 tahun ini menawarkan berbagai produk perawatan tubuh melalui @jennskin.naturals atau jennskin.com, @jeslim.official, dan @savannabodycare . Produk yang ditawarkan mulai dari deodoran, shampo, body lotion, rangkaian skincare khusus kulit berjerawat, masker, hingga obat diet. Diintip dari e-commerce, cukup banyak yang membeli produknya. Harga produk yang terjual pun cukup terjangkau.
Belajar dari Jennifer Coppen terdapat 5 hal yang dilakukan Jennifer untuk mengembangkan bisnisnya. Yuk kita simak!
Baca juga: Felicya Angelista Berhasil Bawa Bisnis Scarlett sampai Kancah Internasional
Produk-produk yang dijual oleh Jennifer sudah dipastikan aman karena sudah BPOM.
Pertama, kamu harus terbiasa dengan peraturan standar BPOM tentang pembuatan dan pelabelan produk. Kamu harus mematuhi aturan dan peraturan ini sehingga kamu melakukan bisnis secara legal.
Berdasarkan laman Wikipedia, BPOM sendiri adalah badan pengawasan obat dan makanan yang mengelola setiap legislasi, standarisasi, dan regulasi produk-produk makanan dan obat-obatan. Peranannya berlaku untuk obat tradisional, suplemen makanan, dan kosmetik.
Kamu memiliki pilihan untuk memulai bisnis dari rumah di awal bisnis. Pilihan Jennifer sendiri adalah dengan memanfaatkan media sosial seperti instagram dan juga Tiktok yang belakangan ini sedang sangat ramai digunakan khalayak untuk berjualan.
Seperti Jennifer, kamu harus coba membuat toko e-commerce untuk menjual produk khusus. Menjual produk kamu secara online menyiratkan bahwa kamu akan menarik pelanggan dengan harga serendah mungkin.
Tetapi pastikan bahwa desain situs web e-commerce kamu mudah diingat dan ramah pengguna. Semua detail seperti deskripsi produk, bahan, harga, dan informasi kontak harus disebutkan dengan jelas.
Strategi pemasaran mulai, biaya operasional, harga jual dan cara efektif untuk menjual barang-barang kamu akan memandu kamu untuk meningkatkan jangkauan produk di ceruk pasar. Jennifer mempertimbangkan itu dengan menjual produk miliknya, caranya memastikan harganya ramah di kantong khususnya bagi anak sekolah dan kuliahan.
Baca juga: Intip Gurita Bisnis Pasangan Ditto Percussion & Ayudia Bing Slamet Sampai Ke Luar Negeri
kamu tidak dapat mengambil langkah lebih jauh untuk membangun bisnis tanpa pengelolaan dana yang baik. Melalui pengelolaan dana yang cermat kamu bisa membeli bahan baku untuk menghasilkan produk atau untuk membeli produk untuk dijual secara eceran tanpa mengalami kerugian dan penjualan yang baik.
Jennifer memberikan beberapa produk sampel kepada orang-orang di lingkungan kerabat, sahabat dan teman-temannya untuk mencoba produknya. Memberi tester berguna untuk memberi tahu kamu bagaimana orang-orang dan target kamu akan merespons.
Jika kamu ingin memulai bisnis penjualan, cari tahu produk mana yang lebih populer di masyarakat. Investasikan dana kamu yang terbatas pada barang-barang tersebut.
Bisnis dibidang kecantikan harus memiliki rencana pemasaran yang bijak dan pengelolaan dana yang baik. Jennifer Coppen tentu melakukan perencanaan dan strateginya agar para konsumennya merasa aman dan tidak lagi ragu dengan produknya.
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB