LogoDIGINATION LOGO

Affiliate Jadi Mesin Baru Dongkrak Omzet, Ini Tips Affiliate untuk Seller!

author Oleh Dewi Shinta N Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Share
Share

Dulu, brand berlomba-lomba mencari influencer dengan followers besar. Sekarang, fokusnya mulai berubah bukan lagi soal siapa yang paling terkenal, tapi siapa yang bisa menghasilkan penjualan.

Affiliate marketing tumbuh seiring semakin besarnya peran creator dalam memengaruhi keputusan pembelian. 

Sekarang konsumen sering menemukan produk lewat video pendek, live streaming, review creator, atau konten affiliate. Mereka lihat produk, cek komentar, lalu checkout beberapa hari kemudian. Artinya, konten sekarang bukan cuma alat promosi tapi juga jalur penjualan.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar paling aktif untuk social commerce, didorong oleh penetrasi marketplace dan konsumsi video yang tinggi.

Dalam acara Indonesia Digital & Content Marketing Conference (IDMC) 2026 di ICE BSD, para pelaku bisnis melihat, ke depan, affiliate diprediksi tidak lagi sekadar menjadi channel tambahan, tetapi berubah menjadi bagian inti dari strategi full funnel commerce.

Hal ini diperkuat oleh penjelasan Ryan M Talullah Founder of Bardi Smart Home, di mana seller dan pemilik brand harus lebih gencar memperluas rumah mereka. 

Ia menganalogikan marketplace sebagai tanah yang di sewa, kita tidak tahu kapan tanah ini akan digusur atau naik harga. Jika kita hanya berpatokan pada marketplace maka kita harus siap dengan kemungkinan yang ada. Seller dan brand harus mempersiapkan rumah untuk terus tumbuh salah satunya dengan memanfaat funnel baru yakni affiliate.

Meski begitu banyak seller masih salah kaprah memandang affiliate sebagai program sampingan. Padahal, affiliate membutuhkan ekosistem yang aktif dan strategi distribusi yang masif.

Dikesempatan yang sama, Founder Growlab, Oraldo Emeraldi, membagikan beberapa best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:

1. Buka Program Affiliate Secara Lebih Luas

Seller disarankan membuka program affiliate ke lebih banyak creator agar peluang distribusi konten semakin besar. Semakin luas jaringan affiliator, semakin tinggi kemungkinan produk mendapatkan exposure organik.

2. Aktif Mengundang Affiliator

Banyak seller hanya menunggu affiliator datang sendiri. Padahal, pendekatan proaktif menjadi salah satu faktor penting.

“Undang affiliator sebanyak mungkin. Semakin banyak creator yang masuk ke ekosistem, semakin besar peluang penjualan tumbuh,” jelasnya.

3. Bangun Ekosistem Konten Harian

Oraldo menekankan pentingnya membuat konten secara rutin untuk mengajak lebih banyak creator bergabung ke dalam ekosistem affiliate yang dibangun brand.

4. Optimasi Profil dan Value Proposition

Seller juga perlu memperjelas manfaat bergabung sebagai affiliator, misalnya dengan menampilkan potensi komisi, bonus, atau benefit lain pada bio toko maupun akun media sosial.

5. Manfaatkan Komunitas

Distribusi informasi affiliate tidak cukup hanya di platform marketplace. Grup komunitas, WhatsApp, Facebook, hingga forum niche masih menjadi kanal efektif untuk mencari creator baru.

Cara Memilih Affiliator yang Tepat, Bukan Sekadar Banyak Followers

Selain jumlah creator, kualitas affiliator juga menjadi faktor penentu.

Oraldo membagikan beberapa indikator penting saat melakukan riset affiliator melalui seller center marketplace:

  • Pilih affiliator sesuai kategori atau niche produk
  • Perhatikan total GMV creator, minimal memiliki performa penjualan yang stabil
  • Cek jumlah produk terjual dalam 30 hari terakhir
  • Analisis sumber traffic untuk melihat kekuatan creator
  • Evaluasi distribusi GMV berdasarkan kategori produk agar tetap relevan

“Creator yang relevan dengan kategori produk biasanya memberikan konversi lebih baik dibanding creator besar tapi tidak sesuai niche,” jelasnya.

Oraldo menambahkan bahwa seller perlu mulai mengombinasikan affiliate dengan strategi lain seperti retargeting, promo, hingga memastikan stok produk unggulan selalu tersedia.

Dengan semakin berkembangnya social commerce di berbagai platform, brand yang mampu membangun jaringan affiliator kuat berpotensi memiliki mesin distribusi konten sekaligus penjualan yang berjalan secara berkelanjutan.

Di era commerce berbasis creator economy, affiliate bukan lagi soal mencari orang untuk menjual produk, tetapi membangun ekosistem yang membuat produk terus dibicarakan.

  • Editor: Marti
TAGS
LATEST ARTICLE

Sering Kehilangan Fokus? Waspada 8 Masalah Mental Gen Z

Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!

Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB