7 AI Tools Terbaik yang Cocok untuk Membuat Konten Media Sosial
Bingung cari tools AI terbaik untuk content creator? Simak 7 tools AI gratis yang dapat membantu dalam produksi konten
Senin, 7 September 2026 | 16:06 WIB
Setelah mengantongi putaran seri B1 pada Juni 2022, startup F&B di segmen new tea & bobba Haus! akan merampungkan pendanaan seri B2 pada awal 2023. Dana segar tersebut akan digunakan untuk eskpansi bisnis Haus! di seluruh Indonesia.
Sebelumnya Haus! telah mendapatkan pendanaan seri A senilai Rp30 miliar dari BRI Ventures melalui Dana Sembrani Nusantara. Dengan merampungkan pendanaan seri B2, Haus! akan menggunakan dana tersebut untuk menambah sekitar 1.300 toko baru, memperluas produk, dan membangun aplikasi.
"Kami sedang finalisasi penggalangan dana tahapan B2 yang sudah kami jajaki sejak bulan Oktober dan November tahun ini. Harapannya, kami bisa closing putaran pendanaan ini di kuartal I 2023," kata Gufron Syarif CEO Haus!.
Tahun depan, Haus! juga berencana memperluas produk melalui sister brand Hot Oppa yang telah dirilis pada November lalu. Varian produk makanan ke depannya akan menjadi fokus perusahaan untuk meningkatkan growth store dan vertikal penjualan.
"Goal kami ke depan adalah menjadi F&B Holding. Berbeda dengan brand lainnya, kami akan fokus pada pasar menengah ke bawah. Dilihat dari model bisnis yang kami terapkan, perhitungannya saat ini adalah setiap square meter ruko yang kami sewa, harus dioptimasi revenue-nya," tambahnya.
Baca juga : Chigo dan Flip Resmi Berkolaborasi untuk Memajukan Industri F&B Lokal
Untuk memperluas ekosistemnya, Haus! juga akan meluncurkan aplikasi di kuartal pertama 2023. Perusahaan memutuskan untuk menggunakan aplikasi karena ingin memahami kebiasaan dan loyalty pelanggan. Secara bertahap, aplikasi akan diluncurkan dengan fokus awal pada pick-up dan delivery, menyusul nanti pada fitur loyalty dan tambahan fitur lain.
Meskipun saat ini Haus! banyak mengandalkan pemesanan dan pengantaran dari agregator pihak ketiga, sejak September hingga sekarang ada pegeseran kebiasaan pelanggan Haus! yang melakukan pembelian secara offline.
"Hal ini berhubungan dengan financial health dari kebanyakan agregator pihak ketiga, yang mulai mengurangi cashburning dan subsidi. Akhirnya subsidi ongkir berkurang demikian juga dengan subsidi diskon. Saat ini kami mencatat porsinya sudah 50-50 antara pembelian offline dan online," kata Gufron.
Baca juga : Kopi Kenangan Buka Gerai di Malaysia, Bawa Cita Rasa Kopi Indonesia
Dengan aplikasi sendiri, Haus! berharap bisa mendapatkan sekitar 25% dari 50% pelanggan online yang sudah ada saat ini. Disinggung apakah ke depannya akan lebih banyak pelanggan yang melakukan pembelian dengan opsi pick-up atau offline, Gufron menyebutkan akan tetap ada pelanggan yang memilih untuk melakukan pembelian secara online, tetapi pilihan pick-up dan langsung ke konter diperkirakan juga makin meningkat.
Saat ini perusahaan mengklaim telah profitable meski jumlahnya belum terlalu mature dibandingkan dengan brand yang sudah lebih dulu menjalankan bisnis. Sejak awal berdiri sebagai startup food tech, Haus! akan tetap fokus kepada profitabilitas dan memanfaatkan tren dari coffee chain hingga new tea & bobba.
"Secara kategori new tea & bobba secara global sedang meningkat. CAGR telah berjumlah hingga dua digit setiap tahunnya. Dan Indonesia baru hadir tahun 2010 lalu, tetapi saat ini mulai bergeser dari tren menjadi kebiasaan dan ke depannya akan menjadi kultur." Tutup Gufron.
Bingung cari tools AI terbaik untuk content creator? Simak 7 tools AI gratis yang dapat membantu dalam produksi konten
Senin, 7 September 2026 | 16:06 WIB
Strava resmi menjadi pemungut PPN PMSE. Simak dampaknya bagi pengguna gratis dan premium.
Senin, 7 September 2026 | 13:36 WIB
Jualan di Instagram, TikTok, atau marketplace wajib punya NIB? Simak aturan Permendag 19/2026, masa transisi, dan kewajibannya.
Senin, 7 September 2026 | 11:24 WIB
Pemerintah siapkan 2 Perpres AI 2026 tentang Etika & Roadmap. Cari tahu dampaknya bagi pelaku bisnis selengkapnya di sini!
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB