THR Cair Setahun Sekali, Simak 4 Strategi Investasi Emas yang Cerdas!
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Baru-baru ini ramai influencer yang melakukan flexing untuk mendapatkan pengakuan dari pengikuti mereka. Alih-alih sebagai motivasi, nyatanya apa yang dilakukan influencer ini hanya tipu daya meraup keuntungan dari orang yang mengikuti jejaknya. Hm miris bukan?
Flexing semakin marak ditemui di ranah sosial media. Hal ini dipicu oleh kemudahan akses berbagai platform sosial media. Oleh sebab itu sebagai generasi yang hidup di era digital kita harus berhati-hati oleh modus flexing.
Istilah flexing sendiri biasa hadir dalam dalam lingkup marketing dan investasi. Istilah ini digunakan untuk menyebut perilaku memamerkan kekayaan dengan tujuan tertentu.
Baca juga : Orang Indonesia Makin Melek Investasi tapi Tak Sedikit yang Terjebak FOMO
Dikutip dari Tirto, menurut Merriam Webster asal kata flexing adalah "flex" dalam pengertiannya flexing ini bermakna menunjukkan atau mendemonstrasikan. Jika merujuk fenomena yang baru-baru ini terjadi, flex bermakna memamerkan kekayaan. Padahal yang perlu kita tahu, flexing ini sebenarnya berkebalikan dari orang kaya sungguhan. Hal ini disampaikan oleh Prof Rhenald Kasali bahwa orang ‘kaya’ yang sesungguhnya tidak ingin menjadi pusat perhatian.
"Biasanya, kalau semakin kaya orang-orang justru semakin menghendaki privasi, tidak ingin menjadi pusat perhatian,” tutur Rhenald Kasali dalam video YouTubenya. Rhenald juga memaparkan flexing sebagai strategi marketing untuk membangun kekayaan agar customer percaya.
Salahsatu contoh flexing dalam dunia marketing adalah kasus yang baru-baru ini ramai di jagat dunia maya, yaitu kasus forex. Mereka memamerkan kekayaan dengan begitu mewahnya hingga kamu sebagai customer percaya. Namun, percaya tidak jika langkah strategi ini tidaklah tepat. Selain kamu merugikan orang lain, kamu juga merugikan diri sendiri.
Bayangkan, kamu harus mengeluarkan banyak uang untuk menampilkan kemewahan, padahal disisi lain kamu bisa memanfaatkan dana mu tersebut untuk modal bisnis kamu selanjutnya atau bahkan untuk dana pensiun kamu ketika sudah tidak produktif lagi.
Baca juga : 5 Langkah Mempersiapkan Pensiun Dini
Faktanya, prinsip flexing tidaklah tepat, hidup itu bagaikan roda yang berputar. Ada masanya seseorang di posisi bawah jika tidak mampu memanage keuangan mereka dengan baik, ada juga orang yang tetap mapan meski sudah tua karena mampu memanfaatkan masa produktif mereka dengan baik.
Oleh sebab itu ‘kaya sesaat atau selamanya?’ harus diputuskan sejak dini. Dana pensiun menjadi modal yang tepat untuk tetap hidup mewah dimasa tua nanti. Pertanyaannya mengapa Dana Pensiun harus disiapkan sejak dini?
Ikuti pemaparan Widya Prima Financial Planner & Founder of @uangplanner dan Ida Bagus Sonny Suryawijaya Senior Pension Program Specialist BNI yang akan membahas mengenai “Hindari Flexing, Masa Depan Lebih Penting” di Digital DNA Jum’at 13 Mei 2022 pukul 16.00 WIB hanya di Youtube DiginationID.
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB