Affiliate Jadi Mesin Baru Dongkrak Omzet, Ini Tips Affiliate untuk Seller!
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Ramadan menjadi bulan yang tepat bagi kamu meraup audience dengan konten yang menarik. Namun persaingan konten didalam digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi content creator dan pemilik brand.
Berdasarkan laporan We Are Social, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah itu telah meningkat 12,35% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 170 juta orang.
Melihat trennya, jumlah pengguna media sosial di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, tentu tidak mudah membuat konten menjadi viral. Selain kamu harus membuat sesuatu yang “beda” kamu juga harus cermat terhadap tren konten.
Tidak hanya bagi content creator, pelaku usaha dan pemilik brand juga harus mengetahui perilaku konsumen di dalam dunia digital agar tepat sasaran. Hal ini bertujuan agar konten yang disajikan lebih dekat dengan audience. Lalu apakah benar content creator harus membuat konten sesuai moment? Apakah ini masih berlaku di era sosial media saat ini?
Kris Moerwanto - Pengamat Perkembangan Media, Marketing dan Behavioural Science dalam live Digital DNA, mengungkap ada 3 aspek yang harus diperhatikan dalam pembuatan konten di era saat ini berikut penjelasannya:
1. Partisipasi
Menurut Kris, konten tidak dikonsumsi seperti sebelum-sebelumnya (Share, komen, dan like) tapi konten dapat disebut berhasil jika dapat membawa audience untuk ikut berpartisipasi. Seperti mengutip konten yang dibuat, atau bahkan menjadikan konten kita sebagai referensi konten yang akan mereka buat selanjutnya.
Kris mengatakan, “pada saat ini konten tidak dikonsumsi dengan cara sebelumnya, tapi ada kebutuhan untuk audience ikut berpartisipasi. Audience menjadi bagian dalam partisipasi membuat konten baru dari konten yang dibaca sebelumnya,”
Baca juga : Tren Perilaku Konsumen di Masa Ramadan
2. Representatif
Konten yang dibutuhkan saat ini tidak sekedar konten yang memiliki identitas, namun juga representatif atau mewakili audience. Kamu harus tau apa yang mewakili audience mu agar konten yang kamu buat semakin dekat dengan audience.
“Dulu kalau di bulan ramadan kita sering mengaitkan kebersamaan dan connected sebagai identitas, nah sekarang bergeser menjadi representatif. Jadi konten itu dituntut mewakili, untuk mereka bisa ikut dan berpartisipasi menyebarluaskan ke kelompok mereka,” kata Kris.
3. Relevansi
Audience membutuhkan konten yang relevan dengan mereka. Kamu bisa menjangkau orang lebih banyak melalui awareness dari konten, isu atau manfaat yang lebih dalam pada produk tertentu.
“Konten yang memiliki influence yang jauh dan coveragenya luas, itu semakin bagus dan akan lebih baik. Namun pergeserannya adalah influence itu dituntut lebih relevan dibandingkan harus membangun jangkauan audience yang luas,” kata Kris.
Baca juga : Potensi Jualan Online Saat Ramadan dan Lebaran
Jika dirangkum ada aspek partisipasi, representasi dan relevansi, yang menjadi tuntutan baru seorang content creator atau pemilik brand agar konten memiliki engagement dan viral yang tinggi.
Khairina Diar, Educator & Content Creator pun memberi pengalamannya. Ia mengungkap, audience itu bisa terbentuk dari content creator yang masih mencari tahu arah konten yang tepat dan paling relevan di dirinya, maupun audiencenya. Ketika sudah banyak konten yang dibuat audience itu akan terfilter dengan sendirinya, nah disitulah seorang konten kreator dapat melanjutkan konten sesuai identitas dan relevansinya.
“Orang justru aneh kalau misalnya kita buat konten-konten yang sebelumnya nggak pernah kita buat, tapi kita harus buat karena ada moment tertentu misalnya, kayak konten hijab, aku nggak berhijab tapi buat tips hijab karena ramadan, itu aneh. Tapi misalnya aku buat konten cara penulisan yang benar pada istilah-istilah Ramadan, nah itulah yang mereka suka, karena audience ku sudah terbentuk mereka yang suka di edukasi dan itu relevan dengan mereka,” kata Khairina Diar, yang akrab dipanggil Irin.
Irin pun memberi formula agar konten tetap relevan dan engagement. Pertama, caption harus related dengan isi kontennya, dan informatif. Dimana caption bisa membuat orang mau menyimpan isi konten karena merasa caption yang dibuat bermanfaat dan akan dilihat di kemudian hari. Dan yang kedua, isi konten yang bermanfaat tapi juga entertain, jadi audience tidak akan bosan menerima konten edukasi jika dibungkus dengan sajian yang tren dan seru.
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB