LogoDIGINATION LOGO

Tren Self Reward Gen Z Tidak Lagi Membeli Produk, Ini Dampaknya Bagi Pelaku Bisnis

author Oleh Yehezkiel Gabriel Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Share
Share

Ringkasan:

  • Gen Z ikut mendorong pertumbuhan experience economy, pengalaman menjadi salah satu bentuk pengeluaran yang dianggap penting.
  • Experience economy adalah ketika konsumen lebih memilih sebuah pengalaman dibanding hanya sebuah produk dalam menentukan pengeluaran.
  • Pengalaman tidak selalu berarti barang mahal. Pengalaman dapat berupa pembelian barang maupun aktivitas seperti konser, perjalanan, atau kegiatan yang memberikan kenangan.
  • Pelaku bisnis perlu menawarkan nilai di luar harga, misalnya melalui pelayanan yang personal, komunitas, storytelling, dan pengalaman yang relevan dengan konsumen.

Ketika kondisi ekonomi masih penuh ketidakpastian, banyak orang semakin menahan pengeluaran. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku pada Gen Z.

Sebagian besar Gen Z tetap memilih mengeluarkan uang untuk sesuatu yang memiliki nilai emosional bagi mereka. Tren ini dikenal sebagai experience economy, ketika konsumen lebih memilih membayar untuk pengalaman yang berkesan daripada hanya sebuah produk. 

Persepsi Gen Z Dalam Experience Economy

Hasil ASEAN Consumer Sentiment Study (ACSS) 2025 yang diterbitkan UOB menunjukkan sebagian Gen Z di Indonesia menganggap experience economy sebagai sesuatu yang penting bagi mereka. Hal ini membuktikan Gen Z sebagai salah satu penggerak experience economy.

Bagi Gen Z, mereka menyebutnya sebagai self reward, yaitu menghadiahi dirinya sendiri atas sesuatu yang mereka capai dengan membeli sesuatu dengan nilai emosional.

Mengapa Pengalaman Jadi Lebih Penting?

Di era digital, menemukan berbagai pilihan produk menjadi lebih mudah. Ketika kualitas produk semakin seragam, pengalaman yang ditawarkan menjadi pembeda utama.

Selain itu, media sosial juga membuat pengalaman memiliki nilai yang lebih berharga. Aktivitas bersama teman atau barang yang mempunyai cerita dinilai layak untuk dibagikan dalam media sosial.

Bagi Gen Z, self reward dengan membeli sesuatu yang memberikan makna maupun kenangan dapat membantu menjaga perasaan dan mengatur stress.

Self reward tidak hanya berbentuk barang, tetapi juga pengalaman, seperti menonton konser maupun travelling ke destinasi yang baru.

Apa Dampaknya Bagi Pelaku Bisnis?

Perubahan perilaku Gen Z menjadi sinyal kuat bagi pelaku bisnis untuk beradaptasi. Dampak dari perubahan ini adalah strategi yang mengandalkan persaingan harga murah semakin tidak relevan.

Brand harus mulai fokus membangun hubungan dengan konsumen dan memberikan pengalaman pada sesuatu yang ditawarkan. 

Pengalaman ini dapat berupa pelayanan yang personal, aktivitas dengan komunitas, ataupun nilai lebih pada produk seperti ramah lingkungan. 

Plataran dan BRI menunjukkan pendekatan tersebut dapat diterapkan. Pada Juli 2026, Plataran yang merupakan brand hospitality bersama BRI membuat BRI Wellness Experience. Acara tersebut melibatkan pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat. Kolaborasi ini menggabungkan kesehatan, kebugaran, alam, dan hiburan dalam satu acara. 

Gen Z akan melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan pengeluaran karena bagi mereka harga bukan lagi satu-satunya pertimbangan.

FAQ

1. Apa itu experience economy?

Ketika konsumen lebih memprioritaskan pengalaman berkesan, seperti pengalaman emosional, sosial, atau personal dibanding sekadar membeli produk atau jasa secara fungsional.

2. Kenapa Gen Z lebih memilih pengalaman?

Kualitas produk kini terasa makin seragam, sehingga pengalaman yang menjadi pembeda utama. Media sosial juga memperkuat nilai pengalaman karena bisa dibagikan dan menciptakan validasi sosial.

3. Apakah tren ini berarti Gen Z tidak peduli harga?

Tidak sepenuhnya, karena harga tetap jadi pertimbangan, tapi bukan faktor utama, selama pengalaman yang didapat dianggap bermakna atau menyenangkan.

4. Apa dampaknya bagi pelaku bisnis?

Strategi bersaing lewat harga murah semakin kurang relevan untuk menyasar Gen Z. Brand perlu fokus membangun hubungan dan menciptakan pengalaman.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, Gen Z menunjukkan bahwa konsumen tidak selalu mengurangi pengeluaran, melainkan mengubah prioritas pengeluaran. 

Membeli suatu produk atau layanan dengan nilai emosional setelah mendapatkan suatu pencapaian menjadi sesuatu yang penting bagi Gen Z.

Mereka menyebutnya sebagai self reward. Perilaku Gen Z menjadi peringatan bagi pelaku bisnis bahwa strategi persaingan harga saja tidak cukup, tetapi harus juga menciptakan pengalaman yang bermakna.

 

Sumber: theconversation.com, investor.id, medcom.id, bri.co.id

  • Editor: Yehezkiel Gabriel
TAGS
RECOMMENDATION

Sering Kehilangan Fokus? Waspada 8 Masalah Mental Gen Z

Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!

Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
LATEST ARTICLE

Sering Kehilangan Fokus? Waspada 8 Masalah Mental Gen Z

Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!

Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB