LogoDIGINATION LOGO

Era Edge Computing, Ini Solusi dari Schneider Electric

author Oleh Nur Shinta Dewi Minggu, 7 Februari 2021 | 18:08 WIB
Share
Share

Menghadapi era edge computing ini, Schneider Electric memperkenalkan beberapa solusi yang dapat menjawab tantangan akan keterbatasan staf TI untuk mengelola edge data center, keamanan, efisiensi dan keberlanjutan yaitu EcoStruxure Micro Data Center, EcoStruxure IT Expert dan Monitoring & Dispatch Services.          

Edge computing bukanlah sekedar trend, namun merupakan sebuah solusi pemrosesan data yang terbukti membantu perusahaan mengatasi masalah latensi, tuntutan operasional, dan keamanan, terutama di lingkungan dinamis seperti saat ini.

Menurut The Verge, edge computing adalah sistem komputasi yang dilakukan pada atau di dekat sumber data. Oleh karena itu, edge computing dirancang untuk mempercepat dukungan terhadap aplikasi secara real time, seperti pemrosesan video, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), robotik, dan sebagainya.

Saat ini perusahaan sangat bergantung pada data untuk membuat keputusan yang lebih baik, merumuskan keunggulan kompetitif yang dimiliki, dan mendorong pendapatan.

Gartner memperkirakan bahwa 75% data perusahaan diharapkan dibuat dan diproses di edge pada tahun 2025, dan laporan 2019 oleh Analysys Mason menunjukkan bahwa perusahaan akan mengalokasikan rata-rata 30% dari anggaran TI mereka untuk edge computing selama tiga tahun ke depan.

Memaksimalkan Data pada Edge Computing

Baca juga : Cloud Permudah Demokrasi Software Pada Bisnis UMKM

Dengan semakin agresifnya perusahaan dalam mempercepat transformasi digitalnya lebih dari sebelumnya, edge computing dapat memaksimalkan pengelolaan data lokal yang dihasilkan dari berbagai perangkat digital dan terhubung.

Lie Heng, Wakil Bidang Kerjasama Industri, Asosiasi Cloud Computing Indonesia mengatakan, perkembangan teknologi cloud computing akan semakin dipercepat dengan adanya tren Edge Computing dan penerapan Making Indonesia 4.0, dimana pertumbuhan dari data dan informasi yang perlu dianalisa akan membutuhkan teknologi komputasi yang memilki skalabilitas dan fleksibilitas dari sisi daya listrik dan kecepatan yang sangat mumpuni, sehingga cloud computing menjadi teknologi pilihan.

Selain itu, hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan terhadap teknologi data center diharapkan memiliki pengaturan sistem yang efisien dan efektif, sehingga teknologi tersebut memiliki kemampuan Prediktif, Pengawasan Jarak Jauh, dan Contingency Fail Over.”

Edge Data Center

Di era edge computing, edge data center memiliki peranan sangat penting dalam lingkungan kegiatan operasional yang berbasis perangkat IoT dimana tuntutan akan koneksi jarak jauh yang lebih cepat antara data center atau cloud dengan perangkat kerja jarak jauh dan kolaborasi lintas batas semakin tinggi. Hal ini berarti orang dan bisnis semakin bergantung pada data center.

Baca juga : Kerja Jarak Jauh Jadi Sasaran Kejahatan Siber 2021, Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan

Yana Achmad Haikal, Business Vice President Secure Power Division Schneider Electric Indonesia mengatakan membangun data center yang berkelanjutan dan andal sangat lah penting dalam mengakomodasi permintaan yang terus bertumbuh.

Berdasarkan data internal dari Schneider Electric, konsumsi energi data center diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2040 dimana peningkatan sebagian besar terjadi karena meningkatnya pemanfaatan edge data center.  

Diperkirakan terdapat sekitar 7,5 juta micro data center baru yang dibangun hingga tahun 2025 dengan konsumsi energi global mencapai 120 GW hanya untuk fasilitas edge saja dan mencetak jejak karbon antara 450.000 hingga 600.000 ton per tahun.

Peningkatan konsumsi energi oleh industri data center ini tidak akan luput dari perhatian publik dan pemerintah karena keberlanjutan akan tetap menjadi agenda utama bagi sektor swasta dan publik.

Seiring dengan percepatan inisiatif transformasi digital, keberlanjutan harus lah tetap menjadi landasan penting dalam dunia yang berpusat pada digital. Sementara dunia bergerak ke arah meningkatkan keunggulan, mengingat bahwa upaya mencari solusi berkelanjutan harus sekuat upaya terkoordinasi yang dilakukan untuk mengoptimalkan sistem dan proses.

“Dengan mengedepankan teknologi dan inovasi, menciptakan operasional bisnis yang sukses dan berkelanjutan akan sangat mungkin terwujud,” tutup Yana.

  • Editor: Deriz Syarief
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Bisa Bayar Pakai Kripto di PayPal

Paypal menargetkan layanan ini akan tersedia di 29 juta pedagang PayPal pada beberapa bulan mendatang.

Kamis, 15 April 2021 | 07:56 WIB