Jala Tech Siap Wakili Indonesia Dalam Ajang She Loves Tech Global 2019 di Tiongkok

author Oleh Alfhatin Pratama Rabu, 7 Agustus 2019 | 16:40 WIB
Share
She Loves Tech Global | Website resmi She Loves Tech
Share

Setelah sukses menggelar One-day Workshop sebagai pre-event She Loves Tech Indonesia 2019 pada 26 Juli 2019, Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) atau Jaringan Angel Investor Indonesia bersama platform pemberdayaan perempuan dalam startup dan teknologi, She Loves Tech sukses menggelar babak final pitching competition untuk 10 startup asal Indonesia yang memiliki founder perempuan.

Babak final yang diadakan di Jakarta, Sabtu (3/8) lalu menobatkan JALA Tech dengan CEO Liris Maduningtyas, startup yang fokus pada pemberdayaan petani udang dengan teknologi dan data cerdas, sebagai pemenang She Loves Tech Indonesia 2019.

Tahun sebelumnya marketplace jasa kecantikan HelloBeauty dengan CEO Dennish Tjandra menjadi pemenang dan mewakilki Indonesia di ajang She Loves Tech Global 2018. Sekarang giliran JALA Tech yang berhak mengharumkan nama bangsa di ajang yang sama pada September 2019 mendatang di Beijing, Tiongkok. Mereka akan mengikuti bootcamp dan konferensi internasional sebelum berkompetisi dengan perwakilan dari 20 lebih negara lainnya.

Untuk Juara Kedua ditempati T-Files dengan CEO Nurana Indah Paramita, perusahaan ketiga di dunia yang memiliki paten dalam bidang teknologi untuk teknologi laut terbarukan dengan menggunakan arus laut. Sedangkan Juara Ketiga adalah Halal Local dengan CTO Nurma Larasati, aplikasi smartphone yang menyediakan informasi restoran halal terdekat, arah kiblat, dan kebutuhan lainnya bagi para Muslim Traveler di dunia.

Baca juga: Kompetisi Versi Ala: Rangkul Kompetitor Untuk Kerjasama!

Novi Juwita, Business Development Associate of ANGIN | Dokumentasi ANGIN
Nah, bagi kamu yang ingin tahu tujuh startup lain yang mengikuti babak final She Loves Tech Indonesia 2019, berikut ini adalah daftarnya.

1. Ecodoe

Startup yang didirikan Larasati Widyaputri ini adalah e-commerce kado dan suvenir yang produknya didapat dari para pengrajin lokal yang kreatif dan inovatif. Tak hanya itu, Ecodoe juga memberikan peluang bagi para pengrajin lokal untuk meningkatkan profitnya dengan menjualnya ke pasar internasional.

2. Plato

Startup yang fokus pada business to business (B2B) ini didirikan oleh Irma Surya sebagai CEO. Birokrasi dan legalitas yang kadang menjadi momok untuk memulai bisnis ingin diubah wajahnya melalui platform ini. Dengan Plato, pebisnis tidak perlu khawatir lagi untuk menyelesaikan masalah dan kebutuhannya akan layanan legalitas karena mereka menawarkannya secara digital. Mulai dari jasa pengacara privat, legalitas usaha, layanan tandatangan digital, dan dokumen legal lainnya. 

3. The Newport

Startup ini memiliki COO perempuan bernama Andora Michi. The Newport menawarkan produk property management system berbasis cloud untuk melindungi rumah dan properti lainnya. Dengan mengedepankan teknologi Internet of Things (IoT) yang ditawarkan The Newport, urusan yang berhubungan dengan properti akan menjadi lebih mudah.

Baca juga: Kolaborasi Bisa Menangkan Kompetisi? Pasti!

4. Kostoom 

Kostoom adalah sebuah platform online dengan konsep economy sharing yang memberikan layanan satu pintu untuk segala keperluan yang berhubungan dengan Jasa fashion. Tujuan didirikan startup ini adalah membantu para penjahit rumahan dan konveksi kecil mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari sebelumnya.

Jasa yang ditawarkan adalah mulai jasa jahit untuk personal, konveksi untuk kebutuhan bisnis, penyediaan berbagai jenis kain, hingga pengadaan layanan untuk tingkat korporasi. Uniknya, CEO Putry Yuliastutik juga terinspirasi dari profesi Ibunya yang merupakan penjahit.

5. Skilvul by Impact Bite

Platform di bawah CEO Amanda Simandjuntak ini menawarkan bootcamp untuk coding dengan kursus jalur cepat mempelajari coding secara profesional. Startup edutech ini ingin menghadirkan tenaga IT yang siap di pasar Indonesia.

6. Kiddo.id

Salah satu permasalahan orang tua milenial sekarang adalah terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing. Berdasarkan permasalahan tersebut, Analia Tan menjadi founder dan CEO sebuah startup bernama Kiddo.id. Startup ini merupakan platform ticketing dan konten berbagai aktivitas anak dan keluarga untuk belajar, bermain, berlibur, dan aktivitas seru lainnya. Dengan adanya Kiddo.id, diharapkan para orang tua dapat dipertemukan dengan penyedia layanan aktivitas keluarga yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

7. Hawa

Layaknya nama perempuan pertama yang ada di bumi, Hawa menjadi aplikasi yang menawarkan solusi bagi perempuan. Bukan hanya sekadar aplikasi yang memberikan informasi tentang siklus mentruasi dan masa subur, Hawa dengan fitur Hamee juga menjadi social commerce platform yang memiliki forum obrolan dengan ahli, komunitas, dan mendapatkan penghasilan tambahan untuk Ibu di rumah. 

Nah, kapan giliran startup-mu bisa jadi finalis seperti 10 startup di atas? Ayo, buktikan kemampuanmu!

Baca juga: Era Industri 4.0, SDM Indonesia Dipacu Berkompetisi

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

Raih Sertifikasi, Crowdo Perkuat Posisi Bisnis

Crowdo Indonesia di bawah PT Mediator Komunitas Indonesia berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 mengenai Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) untuk pengelolaan data finansial

Selasa, 29 Mei 2018 | 13:10 WIB

Kolaborasi Untuk Menang? Harus!

Mencari partner dalam berbisnis merupakan hal penting. Baik partner dalam pengertian sebagai Co-Founder-mu atau sebagai bisnis lain yang bekerjasama dan berkolaborasi (partnership) dengan bisnismu.

Sabtu, 27 Oktober 2018 | 16:00 WIB
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB