Kompetisi Versi Ala: Rangkul Kompetitor Untuk Kerjasama!

author Oleh Alfhatin Pratama Selasa, 6 Agustus 2019 | 11:51 WIB
Share
Ilustrasi coding (shutterstock)
Share

Permasalahan kekurangcocokan antara para lulusan pendidikan di Indonesia dengan industri kerja adalah permasalahan yang nyata. Sedikit demi sedikit permasalahan itu dicoba untuk diselesaikan meski tentunya masih tetap ada. 

Berdasarkan permasalahan ini, Alamanda Shantika Santoso mendirikan Binar Academy, sebuah sekolah yang mencetak digital talent agar mampu melakukan coding, menjadi developer Android dan iOS, dan juga developer web. Lebih dari itu, sekolah yang didirikan tahun 2017 ini juga mencetak digital talent yang mampu bekerja secara tim, menjadi problem solver, dan decision maker.

"Yang pertama kali dilihat ketika membangun Binar Academy adalah permasalahan mismatch antara industri dengan para lulusan Pendidikan di Indonesia. Kami ingin membantu dua belah pihak ini," kata Founder sekaligus President Director Binar Academy itu dalam wawancara eksklusif dengan Digination.id, akhir Juli 2019 lalu.

"Kami ingin mendapatkan lulusan yang sudah paham, sudah cocok knowledge-nya untuk bisa terjun di industri. Ketika skill mereka meningkat, pengangguran pun akan berkurang," lanjut wanita yang biasa disapa Ala ini.

Mantan Vice President Gojek itu juga memberikan tips bagaimana memulai belajar untuk mengenal teknologi. "Pastinya kalau kita punya skill dalam bidang teknologi akan membantu, bergantung kita ingin kerja di bidang apa. Tapi, kalau bicara lagi soal skill dalam bidang ini, ya, nggak perlu selalu bisa coding. At least, mengerti konsep teknologi itu seperti apa, Machine Learning itu apa, dan Artificial Intelligence (AI) itu apa," ujarnya.

Baca juga: Startup, Jangan Asal Implementasi Teknologi Blockchain, Ya!

Alamanda Shantika Santoso, Founder and President Director Binar Academy | Foto: Alfhatin Pratama
Wanita yang murah senyum ini melanjutkan, "Kalau kita punya konsep itu di dalam kepala kita, kita bisa menyelesaikan masalah dari ide-ide yang kita miliki. Sebenarnya, apa pun yang namanya pengetahuan, ya, konsepnya sama. Semakin banyak kita punya pengetahuan, semakin bagus kita untuk making some decision atau creating ideas."

Kalau ingin bisa melakukan coding dan praktek-praktek teknologi lainnya, pastinya harus belajar lebih dalam lagi. "Di web Binar Academy kontennya bukan konten iklan, kok. Banyak bacaan yang bisa dilihat dari situ. Kami mencoba untuk memberi key words, misalnya tentang data science. Setelah itu, bisa explore sendiri, di YouTube atau sumber lain. Jangan lupa juga untuk banyak membaca buku," tambah wanita yang juga menulis buku berjudul Purpose: Living in the Process ini. 

"Binar Academy juga memiliki scholarship program atau program beasiswa, tapi terbatas kuotanya. Banyak yang daftar sekarang tapi baru bisa ikut belajar mulai tahun depan. Ada juga kelas yang berbayar bagi yang nggak mau menunggu kuota. Setelah lulus dari Binar Academy, kami akan menghubungkan mereka dengan perusahaan yang membutuhkan. Kami membentuk metodologi yang bisa diimplementasikan ke industri yang ada," kata Ala.

Kedepannya, Alamanda akan terus berbenah untuk membangun Binar Academy menjadi lebih baik lagi dan melihat tantangan sebagai peluang besar untuk diselesaikan. "Tantangan pastinya akan selalu datang dari kompetitor. Rangkul kompetitor untuk kerjasama. Contohnya, kami kadang kesulitan menyalurkan lulusan Binar Academy untuk bekerja di industri apa. Tapi, Binar Academy di Batam bekerjasama dengan Glints, sebuah platform head hunter untuk menyalurkan lulusan kami," sambungnya.

Well, rangkul kompetitor untuk kerjasama! Good point, Ala...

Baca juga: Gen Z Paling Minat Kerja di Perusahaan Teknologi

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Wawancara Eksklusif
TAGS
RECOMMENDATION

Teknologi Untuk Meretas Kemiskinan? Bisa!

Pathways for Prosperity Commission on Technology and Inclusive Development mendorong penggunaan teknologi untuk meretaskan kemiskinan suatu negara

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 16:00 WIB

10 Teknologi Kesehatan Masa Depan

Kemajuan dunia media tidak bisa lepas dari peran teknologi di dalamnya. Teknologi canggih ini membantu meningkatkan mutu perawatan kesehatan untuk lebih baik lagi. Lalu apa saja teknologi yang dimanfaatkan dalam dunia kesehatan? Berikut 10 daftarnya.

Sabtu, 3 November 2018 | 16:00 WIB
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB