LogoDIGINATION LOGO

Startup, Jangan Asal Implementasi Teknologi Blockchain, Ya!

author Oleh Alfhatin Pratama Kamis, 1 Agustus 2019 | 08:15 WIB
Share
Ilustrasi asal implementasi teknologi (shutterstock)
Share

Blockchain, teknologi tanpa perantara yang terdesentralisasi, terus berkembang di kalangan masyarakat dan bisnis. Muhammad Deivito Dunggio, Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) di Jakarta (10/5) pernah mengatakan, "Industri blockchain di Indonesia mengalami kenaikan 30% sejak tahun 2018."

Kenaikan pesat ini pastinya tak luput dari banyaknya startup yang bermunculan dengan membawa teknologi blockchain sebagai basisnya. Salah satunya adalah Lyfe, sebuah startup asal Indonesia yang fokus di teknologi kesehatan.

"Kami mendirikan Lyfe untuk mendorong masyarakat supaya hidup lebih sehat. Karena kalau kita lihat bersama, dengan semakin majunya teknologi, prevalensi penyakit kronis justru juga semakin meningkat. Berangkat dari masalah itu, kami mendirikan Lyfe sebagai platform gamifikasi kesehatan pertama di Indonesia," kata Indra Darmawan, Co-Founder dan CEO Lyfe kepada Digination.id melalui WhatsApp (26/7).

"Kami menggunakan beberapa teknologi seperti blockchain dan Internet of Things (IoT). Use case yang paling utama dalam pengimplementasian teknologi blockchain dalam produk kami adalah menyimpan data-data kesehatan," ungkap pria lulusan Singapore Management University itu. 

Baca juga: Hai Startup, Tangkap Peluang Bisnis Berbasis IoT, Yuk!

ilustrasi teknologi blockchain (foto: Shutterstock)
Hal ini juga memungkinkan pengguna paltform mereka memiliki kepemilikan lebih atas data-data kesehetan mereka sendiri. "Jadi, mereka bisa memberikan akses kepada tenaga medis jika diperlukan namun juga tahu ke mana dan di mana data mereka digunakan," tambahnya.

Terakhir, Indra memberikan tips untuk startup bagaimana supaya bisa mengimplementasikan teknologi blockchain. "Dasar pengalaman saya, kesalahan yang paling sering dilakukan adalah memaksakan implementasi dari teknologi itu sendiri. Jadi, sebelum mengimplimentasikan teknologi blockchain, tips dari saya adalah tinjau kembali apakah use case produk tersebut bisa dicapai dengan teknologi blockchain," ungkapnya.

Ia menutup, "Jika tidak bisa diimplementasikan, saya sarankan gunakan teknologi lain karena blockchain sendiri adalah teknologi yang kompleks dan jangan menambah kompleksitas bisnis hanya karena ingin mengikuti tren. Inti dari tujuan sebuah startup adalah menyelesaikan masalah secara efektif baik dengan teknologi maupun tanpa teknologi."

Nah, buat kamu para pegiat startup, jangan asal implementasi teknologi, ya!

Baca juga: Yuk, Kembangkan IoT Bersama ASIoTI!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Upgrade Bisnis Kafe Kamu di Cafe & Brasserie Expo 2026!

Pameran yang berlangsung hingga 10 Mei 2026 ini diselenggarakan serentak dengan FLEI Business Show dan MoreFood Expo Indonesia. Sinergi ini menciptakan ekosistem bisnis hulu ke hilir yang terintegrasi dalam satu venue, di mana FLEI membuka peluang in

Jumat, 8 Mei 2026 | 20:00 WIB

Sering Kehilangan Fokus? Waspada 8 Masalah Mental Gen Z

Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!

Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB