LogoDIGINATION LOGO

5 Startup Ini Ikutan Akselerator Digitaraya, Siapa Saja?

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Sabtu, 2 Februari 2019 | 13:30 WIB
Share
Ilustrasi akselerator startup (shutterstock)
Share

Setiap tahun, ekosistem startup Indonesia terus bertumbuh positif. Dilansir melalui website Kominfo, Indonesia menepati urutan keempat dunia dalam hal jumlah startup pada Maret 2018 dengan total 1.720 startup. Tak hanya segi jumlah yang terus meningkat, investasi yang masukpun terus mengalami bertambahan. Laporan dari riset Google dan AT Kearney, jumlah investasi startup Indonesia meningkat 68 kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Mendukung tren ini, Digitaraya, akselerator bentukan Kibar dengan Google Developer Launchpad, kembali membuka program akselerator batch ke duanya pada hari Rabu (30/1) di Jakarta.

Berbeda pada program di batch pertama yang dijalankan selama tiga bulan, program akselerator kali ini akan diringkas hanya satu bulan. Jumlah peserta  pada setiap bootcamp pun berubah dari 8 menjadi 5 startup. Hal ini dimaksudkan agar pelatihan yang dilakukan lebih efektif dan efisien antara startup dan investor nantinya. 

Baca juga: Pilih Mana: Akselerator atau Inkubator?

"Kami dengan senang hati memperkenalkan format baru dari program akselerator Digitaraya batch ke 2 ini. Harapan kami ke depannya, Digitaraya dapat menjangkau lebih banyak lagi startup yang memiliki potensi tinggi serta dapat membuka koneksi mereka dengan para investor dan partner yang tepat untuk tujuan meningkatkan dampak yang lebih baik bagi Indonesia," kata Nicole Yap, Vice President Strategy Digitaraya.

Berikut adalah para startup yang menjadi peserta gelombang dua program ekselerator Digitaraya:

1. Wahyoo

Wahyoo adalah perusahaan teknologi yang memiliki tujuan untuk mengubah warung-warung makan dengan memberikan nilai tambah melalui pengoptimalan warung. Pengusaha warung makan dapat menyediakan berbagai layanan seperti, penjualan pulsa, katering dan sebagainya.

Baca juga: 13 Startup Terpilih Ikuti Program Akselerator Plug and Play

2. Medi-Call

Medi-Call menyediakan layanan location based service yang menghubungkan pasien dengan penyedia layanan kesehatan terdekat. 

3. SmarTernak

SMARTernak memudahkan pekerjaan peternak sapi dengan menggunakan  sistem berbasis IoT dan AI untuk menyelesaikan masalah peternakan sapi sehari-hari.

Baca juga: Bikin Startup Masih Ribet, Ini Sebabnya!

4. Alamat.com

Ilustrasi Alamat.com (Dok: Alamat.com)

Alamat.com adalah platform layanan O2O (online to offline) yang dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan gaya hidup konsumen lokal.

5. Shipper

Shipper merupakan platform aggregator logistik yang melayani layanan pengiriman di Indonesia.

Baca juga: Lagi Cari Orang Untuk Buat Startup? Ke BSD City Aja!

 

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: kominfo.go.id, AT Kearney
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB