LogoDIGINATION LOGO

Kota Favorit Digital Nomad Sedunia Ada di Indonesia

Oleh Ana Fauziyah Senin, 7 Januari 2019 | 12:05 WIB
Share
Ilustrasi Bali. (Foto: Pexels)
Share

 

Istilah digital nomad saat bukan hal yang asing di kalangan para pekerja milenial. Istilah ini merujuk pada tipe pekerja yang menggunakan teknologi telekomunikasi untuk mencari nafkah dan menjalani kehidupan mereka secara nomaden. Digital nomad sering bekerja dari jarak jauh dari negara asing, di kedai kopi, perpustakaan umum, atau co-working space.

Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan oleh para digital nomad ketika mereka mencari tempat tinggal maupun lokasi untuk bekerja jarak jauh. Di antaranya adalah koneksi internet yang cepat, biaya hidup yang ramah di kantong, cuaca yang bersahabat, infrastruktur, keberadaan tempat-tempat rekreasi di sekitarnya, juga keberadaan komunitas digital nomad.

Kota-kota di negara di kawasan Asia Tenggara sudah lama menjadi tempat favorit bagi para digital nomad sedunia. Di antaranya Chiang Mai di Thailand, atau Ho Chi Minh City di Vietnam. Selain kota-kota tersebut, kota lainnya di dunia yang menjadi favorit adalah Praha, Mexico City, dan Buenos Aires. Namun ternyata kota yang menduduki posisi teratas di hati para pekerja nomaden sedunia berada di Indonesia lho.

Nomadlist, situs yang menyediakan database lebih dari 1.203 kota di dunia menempatkan Canggu, kota pantai kecil di Bali sebagai kota terbaik bagi para digital nomad. Dilansir pada hari Jumat (4/1), berikut adalah beberapa alasan mengapa Canggu terpilih menjadi kota paling favorit sekaligus paling populer dan paling ramah bagi pada pekerja jarak jauh.

Baca juga: Lebih Produktif di Era Digital? Bisa!

 

Ilustrasi kegiatan di pantai. (Foto: Pexels)

Keindahan alam dan suasana pantai yang nyaman

Canggu awalnya merupakah desa nelayan dengan hanya beberapa gubuk di pantai yang menjadi hotspot para peselancar. Pada tahun 2005, umumnya para peselancar tinggal di Seminyak atau Ubud kemudian menuju Canggu ketika ingin berselancar dan mendapatkan ombak yang bagus.

Sekitar tahun 2008, beberapa pekerja nomad mulai tiba di Canggu dan bekerja jarak jauh di sana. Kota kecil ini segera menjadi alternatif terbaik selain Ubud. Setelah tahun 2016, para pekerja nomad mulai banyak melirik Canggu dengan dibukanya banyak café dan co-working space baru.

Para pekerja nomad menyukai Canggu karena alamnya yang indah dan suasana pantainya yang nyaman. Di sana, kamu bisa berselancar, mendaki buit, mengendarai sepeda motor di antara areal persawahan yang luas.

Suasana pedesaan Canggu yang nyaman dinilai mampu memberikan ketenangan dan kedamaian yang diinginkan para pekerja nomad untuk melepas penat. Selain itu, bentangan alam di kota kecil ini disebut-sebut sangat Instagramable bagi para pecinta fotografi maupun para penyuka swafoto alias selfie.

Baca juga: Mau Kerja Sambil Liburan? Kunjungi 7 Lokasi Ini

Kecepatan internet cukup solid

Salah satu faktor utama yang harus dipertimbangan para pekerja nomad adalah kecepatan Wi-Fi. Adapun kecepatan internet di Canggu terbilang cukup bagus dengan kecepatan sebesar 20mbps. Meskipun ada juga yang berharap koneksi internet di Canggu bisa lebih solid lagi dalam beberapa waktu mendatang.

Biaya hidup relatif murah

Biaya hidup di Canggu relatif lebih murah dibanding dengan kota-kota di Bali lainnya seperti Ubud atau Denpasar. Berdasarkan biaya yang harus dikeluarkan untuk tempat tinggal, biaya makan, transportasi, dan kebutuhan hidup lainnya, biaya hidup rata-rata di Canggu bagi para ekspatriat adalah sekitar Rp. 11 juta atau sekitar USD 800 per bulan. Sementara biaya hidup rata-rata bagi penduduk lokal sekitar Rp. 6,4 juta per bulan.

Menurut laporan Nomadlist, saat ini telah ada sekitar 2.700 pekerja nomad dari seluruh dunia yang tinggal dan bekerja di Canggu. Banyak di antara mereka yang menghabiskan waktu berbulan-bulan di desa nelayan yang cantik ini sambil bekerja jarak jauh.

Bekerja sambil berlibur tentu saja tidak akan membuat kamu bosan, iya kan?

Baca juga: Ternyata Bisa, Liburan Tapi Tetap Produktif

 

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Nomadlist, The Manual
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB