LogoDIGINATION LOGO

4 Pelajaran dari Negara Paling Digital

Oleh Ana Fauziyah Minggu, 12 Agustus 2018 | 23:51 WIB
Share
Ilustrasi (Shutterstock)
Share

Kamu pasti pernah mengantri di gedung pemerintahan, seharian menunggu giliran mengurus STNK, mengisi formulir pajak, atau membuat paspor. Membosankan dan melelahkan kan?

Bagaimana jika semua urusan birokrasi itu cukup klak klik klak klik saja? Bayangkan bisa membayar tagihan pajak, mengurus kehilangan KTP, mengurus STNK, membuat paspor dan lain-lain secara online lewat laptop atau smartphone. Tentu akan sangat mudah dan efisien kan?

Yap, Indonesia memang sudah mulai membenahi sistem pemerintahan dan menggalakkan digitalisasi. Namun perjalanan masih panjang. Sebelum ‘mimpi’ itu terwujud, yuk tengok negara yang diklaim paling digital di dunia.

Bukan Jepang, bukan Amerika Serikat. Negara yang dicap sebagai negara paling digital atau digital nation adalah Estonia. Seperti dilansir dari BBC, negara kecil yang terletak di sudut timur laut Eropa ini telah mendigitalisasi hampir seluruh layanan dan fasilitas publiknya. 

Meskipun baru merdeka dari Rusia pada tahun 1991, Estonia telah menjadi panutan banyak negara dalam hal digitalisasi. Sejak awal kemerdekaannya, mereka bertekad jadi negara terdepan dalam memaksimalkan teknologi untuk layanan publik.

1. KTP Serbaguna

Negara tempat Skype lahir ini dianggap sukses memindahkan semua layanan publiknya ke platform online. Dengan mengakses situs web e-Estonia, Masyarakat Estonia bisa mengurus pajak, mengurus dan menandatangani berbagai dokumen, mendapatkan resep dan hasil tes medis, bahkan memberikan suara dalam pemilihan umum. Mudah bukan?

Sistem KTP Estonia sangat canggih dan terintegrasi sehingga dapat digunakan untuk banyak hal, mulai dari jaminan sosial hingga pemungutan suara. Estonia juga mempersilahkan warga asing mendaftar menjadi warga negaranya secara online. Di Estonia, semua bisa dilakukan secara online, digital, paperless, dan tentu saja tanpa mengantri berjam-jam.

2. Belajar Coding dari TK

Hampir 100 persen warga Estonia telah melek digital dan ini dibentuk sejak mereka masih kecil. Programming dan coding menjadi kurikulum wajib, bahkan dimasukkan dalam kurikulum Taman Kanak-kanak. Seluruh sekolah di negara berpenduduk 1,3 juta tersebut telah dilengkapi jaringan internet sejak 1997.

“Negara ini telah membuat kemajuan lebih dari yang lain,” kata Darrell West, wakil presiden dan direktur studi tata kelola pemerintahan di Brookings Institute di Washington DC. Estonia juga dinilai menjadi perintis e-government dan keberhasilannya diakui telah menginspirasi banyak negara lain.

3. Terapkan Keamanan dengan Blockchain

Digitalisasi mengandung resiko cybercrime, oleh karena itu pemerintah Estonia sangat serius menggarap cybersecurity untuk keamanan semua data pemerintahan dan juga data pribadi rakyatnya. 

Teknologi blockchain dikembangkan untuk memastikan tidak ada seorang pun peretas bahkan pegawai pemerintah sendiri yang dapat memanipulasi data. Keamanan cyber yang superketat juga diberlakukan saat pemilihan umum online sehingga berlangsung jujur dan terbuka.

4. Tembus Batas Wilayah

Estonia adalah contoh terbaik negara yang menerapkan internet dan digitalisasi dalam semua layanan publiknya sehingga meningkatkan efisiensi dan kinerja masyarakatnya. Digitalisasi di Estonia juga dilaporkan telah menghemat Produk Domestik Bruto (PDB) dalam satu tahun sebesar 2 persen. 

Digitalisasi juga mendorong terbentuknya e-state yaitu negara tanpa batas wilayah. Siapapun di manapun dapat menjadi warga Estonia dan mengakses layanan seperti perbankan, pengurusan dokumen dan sebagainya meskipun secara fisik tidak tinggal di negara tersebut.

Indonesia kapan?

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: BBC
TAGS
RECOMMENDATION

AT Kearney Rekomendasikan Pemerintah Dorong Ekosistem Startup Indonesia

Meskipun​ ​Amerika​ ​Serikat​ ​hingga​ ​kini​ ​masih merupakan​ ​pusat​ ​startup​ ​dunia,​ namun ​investasi​ ​di​ ​Asia​ ​tumbuh​ ​dengan​ ​sangat​ ​pesat, terutama​ ​di​ ​China,​ ​India​ ​dan​ ​Asia​ ​Tenggara

Rabu, 20 September 2017 | 07:22 WIB
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB