LogoDIGINATION LOGO

Weits, Instagram Lagi Bersih-bersih Follower, Lho!

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Jumat, 23 November 2018 | 11:15 WIB
Share
Ilustrasi instagram (shutterstock)
Share

Setiap hari pengguna media sosial di dunia terus bertambah. Media ini kini tumbuh menjadi peluang bisnis yang menggiurkan, salah satu yang sedang populer saat ini adalah Instagram.

Dilansir dari Business Insider, Juni 2018 lalu Instagram telah memiliki 1.000.000.000 pengguna aktif. Media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak ke-7 di dunia ini, kini tidak hanya digunakan untuk berbagi foto saja, namun juga dimanfaatkan untuk memasarkan produk bisnis.

Melalui selebriti instagram atau sering disebut selebgram, figur terkenal atau populer yang ukurannya memiliki follower, like dan komentar yang banyak, membantu brand membuat konten sponsor berbayar.

Faktanya untuk memiliki ketiga hal di atas bukanlah perkara mudah. Tidak sedikit yang memanfaatkan aplikasi pihak ketiga atau menggunakan akun palsu yang dikendalikan script komputer (bot) untuk mendapatkan hal tersebut dalam waktu singkat. 

Baca juga: Cara Mengoptimalkan Profil Bisnis Instagram

Iilustrasi akun palsu (shutterstock)
Berantas akun palsu 

Melawan balik robot-robot otomatis penambah follower, like dan komentar palsu, Senin (19/11), Instagram mengumumkan akan membasmi akun-akun tidak otentik di platformnya untuk mengembalikan kepercayaan para pengguna dan pengiklan. 

"Baru-baru ini, kami melihat banyak akun menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk menaikkan audience mereka secara artifisial," tulis pihak Instagram melalui situs webnya.

Jumlah follower pada Instagram nyatanya telah menjadi ukuran seberapa seseorang berpengaruh dan memiliki kredibilitas. Terutama bagi "bintang-bintang" media sosial yang dibayar oleh sponsor, tidak jarang mereka menggunakan aplikasi pihak ketiga atau bot untuk mendongkrak popularitasnya.

Menurut Instagram, bot yang memproduksi aktivitas palsu telah melanggar Pedoman Komunitas dan Syarat Penggunaan Instagram. Bahkan beberapa aplikasi bot yang paling populer seperti Instagress dan Social Growth pun telah ditutup.

Baca juga: Instagram Akan Bikin Aplikasi eCommerce?

Ilustrasi like, comment dan follower Instagram (shutterstock)
Menggunakan teknologi AI 

Instagram membangun artificial intelligence atau AI yang dikembangkan sendiri untuk membersihkan akun-akun yang menggunakan aplikasi pihak ketiga atau bot. Tak hanya itu, laporan dari The Verge, pihaknya juga akan mencoba untuk menyingkirkan like dan komentar yang digiring oleh akun palsu tersebut.

Penggunaan AI berbasis "machine learning tools" ini dapat mengidentifikasi akun-akun "bodong", termasuk like dan komentar yang diberikan, dan menghapusnya secara otomatis.

"Kami mulai menghapus like, follow, dan komentar palsu dari akun yang menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk meningkatkan popularitas," ujar Instagram dalam websitenya.

Baca juga: Jurus Dapatkan 1000 Follower di Instagrammu

Akun yang teridentifikasi menggunakan aplikasi pihak ketiga akan mendapatkan pemberitahuan dari Instagram bahwa pihaknya akan menghapus like, follower dan komentar palsu yang ada dan disarankan untuk segera mengubah kata sandi guna memulihkan akunnya. 

"Sejak awal Instagram telah mendeteksi dan menghapus akun-akun palsu secara otomatis untuk melindungi komunitas," lanjut mereka. "Update hari ini merupakan langkah lain untuk menjaga Instagram tetap manjadi komunitas yang dinamis di mana orang-orang yang terhubung dan berbagi di dalamnya berjalan secara authentic."

Demi menjaga integritas bisnis iklannya, ke depan Instagram berencana mengambil tindakan lebih lanjut untuk menangani aktivitas palsu tersebut.

Hayo, like, follower dan comment di Instagrammu, palsu atau bukan? :-)

Baca juga: Cara Mengoptimalkan Profil Bisnis Instagram

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Business Insider, Tech Crunch, Vogue, Instagram
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB