3 Tips Membangun Bisnis Ala Tom Lembong
Membangun bisnis baru bukanlah perkara mudah, apalagi bagi orang-orang yang belum pernah terjun ke dunia tersebut
Selasa, 15 Mei 2018 | 07:30 WIB
Menjadi pengusaha sejak masih kuliah memang mengagumkan. Saat sebagian mahasiswa sibuk dengan rutinitas kampus dan bersenang-senang, studentpreneur justru tenggelam dengan kesibukannya merintis sebuah startup. Tak mudah menjalankan keduanya, menjadi mahasiswa sekaligus menjadi founder sebuat startup karena sama-sama membutuhkan komitmen. Pertanyaannya, "Apakah studentpreneur harus drop out untuk mengejar bisnis startup yang sedang dirintisnya?"
Beberapa pengusaha sukses drop out dari kampusnya, seperti Bill Gates yang mengatakah bahwa keputusannya untuk drop out merupakan keputusan yang bijak. Tapi apakah benar? Untuk membuktikan stereotip bahwa "hanya mereka yang drop out yang bisa mempunyai perusahaan sukses", coba lihat beberapa pernyataan berikut.
Berikut berbagai keuntungan yang akan kamu dapatkan jika menjadi studentpreneur dan tetap melanjutkan studimu...
Baca juga: Kampus Harus Jadi Pabrik Entrepreneur
Universitas memiliki fasilitas lengkap
Merintis sebuah startup tentunya bukan pekerjaan yang mudah, bahkan kadang bisa membuat stres. Untuk sedikit meringankan beban pikiran, banyak fasilitas yang bisa mendukung dan membuat rileks sejenak kalau kamu memilih tetap di kampus. Fasilitas seperti wifi yang cepat, akses makanan yang mudah, kamar asrama yang nyaman, tempat fitness, dan lain sebagainya bisa membuatmu menghilangkan sejenak beban pikiran. Banyak pengusaha yang baru merintis startup nya drop out dari kampus dan mengatakan, "Saya keluar dari kuliah untuk membangun startup, tapi tak pernah terpikir hidup akan begitu keras jika perekonomian belum stabil."
Kampus punya jaringan alumni
Tidak hanya memberikan berbagai fasilitas, kampus juga membantu para mahasiswanya untuk dapat terhubung dengan alumninya. Jaringan alumni sedikit banyak dapat berpengaruh pada kesuksesan seorang studentpreneur. Jaringan alumni bahkan bisa membantumu mencari mitra-mitra yang menguntungkan atau bahkan menjadi mentor. Seperti yang dikatakan oleh Harvard Business Review bahwa jaringan alumni dapat berubah menjadi jaringan sosial yang mengutungkan. Umumnya kelompok alumi dalam satu jurusan yang sama memiliki minat yang sama, maka tingkat interaksi yang ditimbulkan akan lebih tinggi dan bertahan lama.
Baca juga: Menristekdikti Dorong Kampus Buka Prodi Ekonomi Digital
Teman berbagi
Menjadi founder startup tentu melelahkan secara fisik maupun emosional, tentu akan lebih menyenangkan jika punya teman untuk berbagi kisah. Selain itu teman dapat membantu studentpreneur menyadari bahwa hidup tidak hanya untuk bekerja, butuh istirahat sejenak agar tidak stres dan bersenang-senang bersama teman.
Merintis sebuah startup tentunya bukan suatu hal yang instan fan ini butuh waktu. Dalam menjalankan bisnisnya seorang studentpreneur akan menghabiskan banyak waktu untuk berpergian hingga berminggu-minggu tanpa memikirkan makan atau tertawa bersama teman. Secara mental tentu ini tidak sehat. Bukankah akan jauh lebih baik jika menjalankan bisnis dengan jiwa yang sehat?
Pada akhirnya tentu ada risiko ketika memilih untuk tetap menjalankan studi di bangku kuliah atau bisnis, seperti jam tidur yang singkat setiap hari dan sulitnya mengatur waktu. Keduanya adalah pilihan, tapi bukankah semua keputusan pasti punya risiko?
Kamu pilih yang mana?
Baca juga: Kampus Luar Negeri Boleh Buka Kursus Online di Indonesia
Membangun bisnis baru bukanlah perkara mudah, apalagi bagi orang-orang yang belum pernah terjun ke dunia tersebut
Selasa, 15 Mei 2018 | 07:30 WIB
Membangun sebuah usaha bukan hal yang mudah dan sangat berisiko
Rabu, 23 Mei 2018 | 08:05 WIB
Budget minimal tapi ingin branding terbaik. Berikut 10 tipsnya!
Senin, 20 Agustus 2018 | 15:55 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB