LogoDIGINATION LOGO

Inovasi, Kunci Sukses Bisnis Kuliner

author Oleh Aulia Annaisabiru Sabtu, 15 September 2018 | 13:10 WIB
Share
Ilustrasi (Shutterstock)
Share

Industri kuliner di Indonesia terus menggeliat. Menurut data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), dari 16 sub sektor kreatif, sub sektor kuliner menjadi penyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar yaitu sebesar 41 % dari ekonomi kreatif. Industri kuliner mempunyai potensi yang sangat kuat untuk berkembang, pelaku bisnis kuliner pun terus tumbuh, mulai dari pemain waralaba baru hingga artisan coffee shop.

Peluang besar yang ditawarkan sepaket dengan tantangan dan persaingan yang ketat. Menghadirkan hidangan enak saja belum cukup untuk sukses dalam bidang ini. Inovasi menjadi kunci sukses. Hal itu yang menjadi dasar kesuksesan Muadzin Jihad, Founder Ranah Kopi. 

Ditemui di acara diskusi bertajuk "Inovasi di Bidang Kuliner" di Code Margonda, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu, Muadzin berbagi rahasia sukses bisnis Kopinya.

Baca juga: Industri Kopi Tak Luput Juga Dari Revolusi

Founder Ranah Kopi ini mengatakan tren bisnis kuliner cepat berubah, sehingga berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman adalah kebutuhan dalam bisnis ini. Bisnisnya pun terus berkembang, mulai dari membuat coffee shop hingga memiliki perusahaan penyuplai biji kopi sendiri. Kini ia telah memiliki tiga merek kopi dan satu perusahaan penyuplai biji kopi.

Muadzin Jihad, Founder Ranah Kopi (nomor dua dari kanan/ foto oleh Anaisabiru Ermadi)

"Pada 2013, saya membuka Ranah Kopi, kedai kopi dari biji kopi nusantara sampai sekarang. Berikutnya saya berinovasi dengan membuka Waini! yang merupakan bentuk gerobakan dari Ranah Kopi dan Mesem Kopi yang menjual kopi susu untuk take away. Terakhir saya dan rekan mendirikan PT yaitu Andrawinatama Kerta Harsa yang merupakan bisnis B2B yang mensuplai biji kopi," ujarnya.

Berawal iseng-iseng mengisi teras ruko laundry yang kosong, Muadzin Jihad berkenalan dengan bisnis kopi dan membuka Semerbak Coffee bersama rekannya pada tahun 2009. Namun pada tahun 2013, ia memutuskan untuk membuka kedai kopinya sendiri dan diberi nama Ranah Kopi yang sekarang telah menjadi salah satu kedai kopi populer di Depok.

Baca juga: Mengenal Bisnis Kopi Lewat Coffee Journey

Pria lulusan Teknik Elektro Universitas Indonesia ini juga mengatakan bahwa menjalankan bisnis kuliner memang tidak mudah, persaingan yang ketat menuntut pebisnis terus berinovasi memanfaatkan ruang-ruang yang ada. Didorong dengan adanya dunia digital, Ranah Kopi pun tidak hanya menjual kopi artisan secara offline tapi juga menjual biji kopinya secara online melalui marketplace. Pernah pula menjadi salah satu top seller penjual biji kopi di Tokopedia.

"Berinovasi itu luas, meliputi produksi, pemasaran hingga strategi bisnis," pungkasnya.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

Bekraf Adakan Kompetisi Startup Kuliner

Sebagai upaya mendorong tumbuh kembang dan ekosistem kuliner di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan mengadakan kompetisi startup kuliner yaitu Food Startup Indonesia (FSI) 2018

Senin, 5 Maret 2018 | 06:10 WIB
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Ini Dia Konsep Smart City ala TIBCO!

Konsep smart city banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan, salah satunya TIBCO Software Inc. Seperti apa sih konsepnya?

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:15 WIB